Tuesday, July 3, 2007

ROKOK, KOPI dan COWOK

CHAPTER 1

ROKOK

Dari Wikipedia Indonesia, Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Suku bangsa Indian Amerika yang mengenalkan rokok pertama kali. Mereka menggunakan rokok untuk keperluan ritual memuja dewa atau roh. Nah, pada abad 16 ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, mereka coba-coba merokok. Bedanya, orang Eropa merokok untuk kesenangan semata. Pada abad 17, para pedagang Spanyol masuk dan mulai menyebarkan kebiasaan merokok ke negara-negara lain.

Percaya banget deh rokok berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Kandungan nikotinnya bisa sebanyak 5%, berasal dari akar tembakau yang kemudian diakumulasikan ke daun. Nikotin ini ampuh sebagai insektisida. Pada konsentrasi rendah, nikotin bisa buat orang kecanduan. Nikotin akan menghambat imun tubuh melawan kanker. Tapi memang tidak menyebabkan sel-sel sehat jadi kanker sih…hanya saja peluang mendapat kanker lebih gampang daripada yang tidak merokok.

Bahaya lainnya rokok punya kandungan tar yang suka lengket di paru-paru dan karbon monoksida yang bikin oksigen ga bisa diiket dalam darah, terutama bagi perokok pasif. Tuh dia yang nyebelin, yang ga ngerokok jadi ikut2an dapet jatah sakitnya. Padahal hak setiap umat manusia untuk mendapatkan udara segar.

Perokok pasif memiliki resiko yang cukup tinggi atas kanker paru-paru dan jantung koroner, serta gangguan pernafasan dari sistem imun kita. Bagi anak-anak di bawah umur, terdapat resiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok.Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di US. Makanya WHO gencar banget larangan merokok, satu-satunya menyelamatkan umat dunia dari bahaya merokok adalah membuat area bebas asap rokok.

Di Indonesia sendiri larangan merokok sudah ada dimana-mana,  terutama di Jakarta. Salut juga terminal Blok M masih ada larangan merokok. Buat perusahaan rokok punya aturan maen juga. Mulai jam tayang iklan di televisi, larangan menampilkan produk rokok, efek rokok yang kudu ditempel di produk rokok, larangan menjadi sponsor di area institusi pendidikan dan masih banyak lagi. Perusahaan rokok ini emang punya tim kreatif yang jago-jago. Banyaknya peraturan, tidak membuat rokok kehilangan konsumennya. Sebut saja iklan A Mild, Djarum black, U Mild, X Mild, dll yang iklannya gampang diinget masyarakat kita. 

Yah apapun mereknya, seberapa kreatifnya tim marketing perusahaan rokok, kita tetap ga boleh lupa, rokok emang bikin awet muda. Sebelum tua, uda mati dulu.

 

KOPI

Tanaman kopi merupakan salah satu genus dari famili Rubiaceae. Genus kopi ini memiliki sekitar 100 spesies, namun dari 100 spesies itu hanya 2 jenis yang memiliki nilai ekonomis, yaitu Robusta dan Arabika.

Arabika adalah kopi yang paling enak ketimbang Robusta yang rasanya lebih pahit dan asam. Tapi ada lho kopi yang sangat mahal dari kalangan robusta di Indonesia, namanya kopi luwak karena dikumpulkan dari kotoran luwak.

Dari Wikipedia Indonesia, kopi adalah sejenis minuman, biasanya dihidangkan panas, dan dipersiapkan dari biji dari tanaman kopi yang dipanggang. Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi.

Awalnya kopi tidak diterima banyak orang, terutama pemuka agama konservatif. Bahkan ada aturan larangan masuknya kopi ke Mesir dan negara-negara Arab. Mereka menganggap efek kafein sangat merugikan bagi kesehatan tubuh. Di Amrik sendiri, kopi kurang diminati karena ga bisa menyaingi ketenaran alkohol. Tapi ya gitu…lama-lama, minat terhadap kopi berkembang pesat. Bahkan di Eropa, kopi jadi minuman populer di abad 17.

 

COWOK

Cowok atau sebutan ilmiahnya manusia berkelamin jantan, merupakan produk maskulin dari golongan manusia yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini. Organ seks mereka merupakan sebagian dari sistem pembiakan yang terdiri dari zakar, testis, vas deferens serta korda spermatik yang lain, dan kelenjar prostrat. (based on wikipedia lagi)

Sistem reproduksi lelaki berfungsi semata-mata untuk menghasilkan dan memancarkan air mani yang membawa sperma dan informasi genetik. Karena sperma memasuki rahim perempuan masuk ke tuba falopi untuk mencampurkan telur yang akan berkembang menjadi janin, sistem perkembangbiakan lelaki tidak memainkan peranan apapun sewaktu gestasi.

Cowok lebih banyak ngalamin penyakit ketimbang cewek. Umpamanya, cowok lebih sering mengalami autisme dan buta warna atau penyakit kelamin dibandingkan cewek. Sebagian penyakit terkait umur, seperti penyakit Alzheimer, lebih lazim di kalangan cowok.

Mereka punya tekstur kulit yang lebih kasar dibandingkan perempuan. Punya 9 otak dan 1 perasaan, sayangnya 9 otaknya sering ga jalan daripada 1 perasaan ini(hehe yang ini pendapat sendiri), mereka punya jiwa yang lebih kompetitif, punya kemahiran teknis lebih besar ketimbang cewek.

Dalam kehidupan nyata, budaya dan sistem dalam masyarakat pun sering berpihak kepada kaum ini. Makanya banyak kaum feminis yang ga terima sama streotype yang diberikan atas pengotakan pria dan wanita. Ck..ck..cowok…cowok..jadi demen nih…



CHAPTER 2

ROKOK

Rokok adalah produk egois yang diciptakan manusia, yang selalu mengatasnamakan kepentingan hajat hidup orang banyak.

Atas nama barang laknat ini, maka ribuan orang bisa hidup. Atas barang laknat ini pula, ribuan orang bisa mati. (hehe standart banget opiniku)

Yup, kenapa disebut barang laknat? Hmm hanya pengen berlebihan saja.(-.-’)

Perokok bisa saja tidak makan seharian, tapi tidak bisa untuk tidak merokok satu hari. Mereka bisa merokok dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun juga. Habis makan, sambil makan kacang, sambil minum kopi, ke kamar mandi, buang hajat, sampai sakit sekalipun. Saat berada dalam kegugupan, rokok seperti obat penenang bagi tubuh mereka.

mmm… mau ga mau tapi saya mau juga, saya selalu berada diantara kepulan asap rokok ini. Saat berada di jalanan, di bis, di tempat umum, bahkan tempat yang paling nyaman bersama teman-teman, rokok always be there for me.

Eits tunggu dulu, saya bukan perokok tapi kehidupan disekitar saya yang membutuhkan rokok setiap saat.

Rokok tidak pernah terhempas dalam kehidupan saya. Saya selalu menyukai orang-orang yang suka merokok untuk bisa saling bertukar pikiran dan saling menukar pikiran (halah…)

Kalau mau bersama mereka, ya harus mau dengan rokok mereka. Begitu kira-kira dalam otak saya. Jadinya saya lebih pasrah meski paru-paru saya sudah dipenuhi asap, mata mulai meringis kepanasan, dan kepala mulai pening.

Intinya, saya lebih menghargai momen-momen bersama mereka ketimbang memikirkan nasib kesehatan saya. Payah…

 

KOPI

Kopi sebuah produk pencahar yang memudahkan perut berkontraksi penuh guna menghadapi buang hajat di pagi hari cerah. Cara ini emang paling ampuh.

Tapi saya musti pilih-pilih kopi yang akan saya minum. Kopi hitam pekat bisa membuat jantung saya berdetak kencang dan perut mengencang kesakitan. Kalau sudah begini bukannya lancar buang hajat tapi pingsan di tempat bersama perut penuh hajat. Kyaa…pasti tubuh saya jadi ga enakan sama saya.

Bukannya perut saya kampungan, kopi memang tidak cocok untuk kebutuhan metabolisme tubuh saya. Kalau pengen ngerasain kopi, saya harus mencampurnya dengan banyak susu agar si perut bisa berkompromi. Bukannya jadi kopi susu tapi susu kopi.  

Nah seringkali saat saya sedang bercengkrama bersama peminum kopi, melati (baca:saya) bisa duduk bersama dengan arabika. Kalau sudah begitu mau gimana lagi, kopi ada disekitar saya juga.


COWOK

Sejak saya masuk kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, banyak banget perdebatan oleh teman-teman saya yang mengaku dari kalangan feminis.

Saya sampai capek mikirnya. Buat apa tho??

Toh saya masih kepengen barang saya dibawain cowok saya, diantar jemput, cuti menstruasi, cuti hamil, cuti melahirkan, mengurus suami, mengurus anak, pake daster, sambil nungguin suami pulang kerja.

Tapi atas dasar artikel ini yang menuntut saya sedikit mikir, maka saya akan mengemukakan pendapat saya : (emang pendapat yang mau kayak gimana sih mik…)

Obrolan dengan teman saya (cewek) yang tidak terima atas konsep konvensi antara pria dan perempuan membuat saya memutar otak, emang ada yang salah ya dengan pria?

Buat saya, ilmu sosial yang membahas soal gender dan feminis ga ada habis-habisnya. Daripada saya dimaki sama golongan feminis, which is mereka kebanyakan teman-teman di FISIP mending saya mengemukakan apa yang saya rasakan tentang cowok. (hehe mbulet)

Sejak berumur 16 tahun, saya mulai jatuh cinta dengan makhluk satu ini. Buat saya, pria seringkali buat saya lebih hidup. Makanya ga heran, 75% teman-teman saya berasal dari kategori makhluk ini.

Dalam sebuah acara pameran buku, saya merancangnya bersama 30 pria dan hanya 4 perempuan. Saya mengikuti organisasi politik, dengan 4 perempuan dalam angkatan saya. Saya bekerja dalam manajemen komunikasi bersama 20 pria dan 6 perempuan. Bersama 10 senior pria dan satu-satunya perempuan, kami berdiskusi sampai tengah malam menghadapi pekerjaan di ibu kota.

Mungkin ini masalah karakter saja. Saat saya bersama pria, saya tidak perlu memikirkan pakaian apa yang akan saya kenakan, sepatu apa yang saya pakai, atau bagaimana keadaan rambut saya. Atau bagaimana behave yang harus saya lakukan dan tidak. Saya bisa menjadi apa adanya diri saya dilihat.

Saat bersama teman perempuan, saya harus memikirkan semuanya.

“Mik, bedakmu putih banget jadi kayak topeng, kamu pake merek apa sih?”

“Sekarang jerawatmu banyak ya?”

“Rok mu tuh old school banget tau, kayak nenek-nenek”

“Kamu ga usah pake jeans itu deh mik, keliatan kurus banget”

Arghhhh…. Terkadang tuntutan perempuan terhadap saya yang perempuan membuat saya sedikit tertekan. Karena itulah saya lebih nyaman berada bersama pria.

Kehidupan ini memang lebih senang berpihak pada pria. Wanita memang dituntut lebih maskulin untuk menjalani kehidupan palagi dalam dunia kerja. Intinya, man are best friend for me. Ketika saya bersama para pria, itu membuat saya jauh lebih kompetitif dan berpikir keras untuk memahami dunia.

 

 

ROKOK, KOPI, COWOK

CHAPTER 3

Saya selalu berada diantara rokok, kopi dan cowok. Saya selalu membutuhkan ketiga items tersebut dalam kehidupan saya.

Mau saya maki-maki sebelah saya karena asap rokoknya mengarah ke saya, saya tetap saja disamping cowok yang sedang minum kopi tubruk…

Kadang-kadang kita perlu abaikan pengaruh negatifnya, buat saya pengaruh positifnya lebih banyak saya dapatkan.

 

That’s life dude…

 

Think like Sponge Bob donk…selalu berpikir positif…sekarang sponge bob lagi maen di tennis indoor senayan..huahauhauuu…



4 comments:

  1. "Toh saya masih kepengen barang saya dibawain cowok saya, diantar jemput, cuti menstruasi, cuti hamil, cuti melahirkan, mengurus suami, mengurus anak, pake daster, sambil nungguin suami pulang kerja."

    Nah, ini dia pandangan yang bikin cewek indonesia ndak maju2. Makanya, bener kan tuduhanku sama kamu dulu? Cewek manja! *berniat memicu peperangan lagi, hehehe*
    Perubahan itu ndak bisa instan mik. Sama seperti kamu ndak bisa instan kaya. Butuh kerja dan nimbun harta tahunan baru kamu bisa sugih. Kalau untuk mencapai gender equality dan merasakan hasilnya, butuh waktu lebih lama lagi. 10 tahun, 20 tahun, bahkan bisa 1 abad. Kayak Kartini dulu...

    " “Sekarang jerawatmu banyak ya?”

    “Rok mu tuh old school banget tau, kayak nenek-nenek” "

    Aku inget itu celotehan siapa. Aku....
    *LOL*

    ReplyDelete
  2. arghh....gender lagi...gjender lagi

    ReplyDelete
  3. sumpah! keren banget tulisannya

    ReplyDelete
  4. thanks alot sudah mau baca..:) kayaknya postingan ini sudah lama..:))

    ReplyDelete