Friday, June 29, 2007

PERENUNGAN SOAL PEREMPUAN DAN PRIA

Ini adalah obrolan saya dengan temen saya yang feminis abis, mungkin bisa jadi perenungan…

Mik sorry ya baru kirim sekarang. Aku sibuk..hehehe. Btw soal obrolan kita kapan hari itu aku jelasin ya? Aku ga ngarep kamu setuju pemikiranku tapi ini yang aku baca dan pahami. Aku inget simone de beauvoir bilang perempuan itu cuma kaum kelas dua, si
Freud aja bilang cewe tu ga beguna karena ia tidak punya kelamin laki2. Alhasil banyak gerakan feminis yang muncul sampe aku baca jurnalnya Gadis Arivia.

Cewe kudu mapan lahir maupun batin. Di sisi lain aku setuju kita cuma kaum yang disisihkan tapi di sisi lain ga juga sih mik. Sodaraku bilang cewe mau gimana2 juga
buntutnya ya ke dapur,sumur, ma kasur. Ia udah ditekan dari banyak sisi.that's why men hate career-women.

Permasalahan yang kamu bilang kalo cewe yang mau hidup ma cowo kudu terima apa adanya aku kok agak gregetan ya. Habis kenapa ga dibalik mik, kenapa ga cowo yang mau hidup ma cewe itu kudu terima cewe apa adanya. Ga perlu ada fun,fearless female yang 'basi'. Jargon-jargon omong kosong di cosmopoltan yang buntutnya cuma ngajarin kita how to please guy in bed?! hate that!

Aku dredegan mik di sini jadi ga tertata habis disebelahku ada cowoknya. takut deh...hehehe

Mik, saat kita masuk ke jenjang perkawinan. Perhatikan deh esensi kamu sebagai Baiq Yasmin H sedikit2 luntur kalo suamimu namanya Bambang, yang muncul tu ibu Bambang bukan ibu Yasmin.

Yasmin tidur mungkin juga mati suri dengan rutinitas, pekerjaan rumah tangga, dan sebagainya. That's why aku harap calon suamiku ga biarin cita2ku pupus dan aku end-up like my mummy. Stereotipe ibu rumah tangga biasa yang pake daster,masak,dan nyusui bayi. Aku ga benci hal itu karena itu kodrat tapi yang aku benci adalah posisi kita yang ga bisa kita tentuin sendiri.

Maybe i'll end-up as regular house-wife. tapi i can asure you, aku ga akan biarin ke-dewi-anku habis, meratap dirutinitas keseharianku sebagai nyonya. Tanggapanmu mik?


Pendapat pribadiku.

Perempuan Cuma kelas dua? Emang! Aah…Itukan Cuma omongan si Freud soal psiko analisisnya yang payah. Lebih dari itu Wi, gimana kita berperan sebagai perempuan aja.

Emang ga mudah kalau kita terus banding-bandingin diri kita sama peran pria yang punya kedudukan lebih tinggi di sistem masyarakat dan budaya kita.

Sekarang aku tanya, kamu kalau dilahirkan kembali apa mau jadi pria?

Enak ya pria, bisa keluar rumah seharian, bisa bekerja sesuai keinginan, bisa melakukan apa saja yang diinginkan, bisa ga perlu mikirin perjaka atau tidak. Semua serba enak!!

Tapi apa emang betul, emang enak jadi pria?

Toh kamu seneng juga kan sama stigma di masyarakat, kalau pria harus bekerja dan punya tanggung jawab besar. Toh kamu juga seneng punya suami yang punya duit banyak dan bertanggung jawab pada keluarga. Sekarang coba kamu bayangin seorang pria yang lemah dan tidak bisa bertanggung jawab pada keluarga lalu diremehkan??

Mereka yang laki-laki kedapetan nasib seperti itu Cuma bisa diam. Ga banyak komen dimedia massa atau mengeluh ke LSM. Ya emang itu tuntutannya pria dimasyarakat. Yang ada adalah kita wajib memberi dukungan moril. Dibalik kesuksesan pria selalu ada wanita dibelakangnya. Dan aku rela berada dibalik kesuksesannya. Karena dia juga bakal jadi ayah dari anak2 kita. Bukan itu membanggakan.

Bayangin aja, suami yang harusnya sebagai pelindung ekonomi, pelindung keluarga semua diserahkan sama wanita. Kita semua pasti menyebutnya pria gagal. Ck..ck…sekarang kalau dibalik, ketika wanita ga bisa masak, ga bisa nimba sumur dan ga bisa bercinta dengan gaya hebat, apa dia disebut wanita gagal dalam masyarakat??? Si pria selingkuh? Ya pasti yang disalahin si pria.

Shit…bukannya aku membela kaum pria. Aku emang ga pernah setuju dengan gerakan feminis yang omong kosong.   

Makanya kita memang harus bagi2 tugas. Toh aku senang-senang saja kalau tinggal terima duit dari suami. Haha…

Kamu tanya : Kenapa ga dibalik, cowok harusnya bisa hidup dengan cewek apa adanya? Ntu dia Wi…beban yang diberikan kepada masyarakat jauh lebih besar dibandingkan yang diterima sama cewek itu. Karena itu dia selalu pengen jadi superhero dalam keluarga.

Apa sih eksistensi kita sebagai perempuan? Dapur, sumur ma kasur???

Kok aku kurang setuju. Ini hanya masalah mindset kita tentang diri kita sebagai perempuan. Dapur, sumur, kasur..aah…bukannya itu juga menyenangkan…

Jargon2 kosmopolitan. Siapa yang suruh baca? Ngapain diikutin. Tapi toh juga menyenangkan tau gaya-gaya bercinta. Nanti tinggal dipraktekkan..haha…Wi, semua yang kita lakukan dan kita mau jadi apa adalah pilihan kita. Mau jadi wanita rumah tangga saja atau plus wanita karier. Tuhan udah kasih kepercayaan ke kita sebagai perempuan.

Ibu kita memang terlalu sibuk mengurus suami dan anak2nya karena dia merasa punya tanggung jawab untuk mencintai keluarga sepenuh hati. Aku ngerasa peran itu justru keren banget. Biarkan pake daster dan bau bawang, tapi kamu ngerasa ga, satu-satunya orang yang peduli sama hidup dan matimu Cuma ibu kamu.

Betapa pun hanya dia seorang ibu rumah tangga, dia ga berhenti berdoa yang terbaik buat anak2nya dan ingetin tiap pagi, udah minum susu belum?? (duh, inget mamaku aku pengen nangis).

Aku selalu inget mamaku, tapi bapakku?? boro-boro, Cuma minta duit aja kali Wi, kasian banget ya bapak kita… bapakku sih, hehehe

Bukannya aku ga setuju dengan gerakan feminismu. Dari dulu aku emang ga pernah ngikutin kuliah gender, feminis, dan berbau-bau perempuan. Buatku masalah seperti ini Cuma diri kita yang bisa ngatasinya. Ilmu sosial mana ada yang bener sih Wi, yang ada Cuma salah dan pembenaran saja.

Sekarang aku nanya balik lagi ke kamu, kalau ada ibumu dianiaya sama suaminya, apa yang akan kamu lakukan?? Kamu pasti Cuma bisa diam dan berdoa. Mau lapor polisi, coba saja…

that’s life dude…

eniwei, kalau kamu bilang kamu feminis, mungkin aku jauh lebih feminis deh…arghh…

 

Thursday, June 28, 2007

Pagi lebih indah

Sebentar..sebentar….

Mungkin lampu ini sebentar lagi akan padam…

Coba beri api pada sumbunya, agar bisa menyala lagi…

Tapi minyaknya sudah hampir kosong

Tak perlu bingung …

Hmmm…coba pejamkan mata saja

Sebentar saja…

Pejamkan matamu

dan kau akan cepat bertemu pagi

Fajar akan menerangkan langitmu

Disana sinarnya jauh lebih terang dari lampu ini

Pejamkan mata saja

Sebentar saja…

 

Mataram, 20 November 2003

Monday, June 25, 2007

its about my jerk frend

Aku punya teman, bisa dibilang sahabat. Sebutlah namanya Jupri.

Dia adalah wanita yang hampir merusak hari-hari dalam kehidupanku dibumi ini. Aku mengenalnya kurang lebih 5 tahun lalu saat kami sama-sama duduk di kampus Surabaya.

Pertama kali kenal, ia menuduhku cewek manja, hura-hura dan tidak punya inisiatif. Dan aku menuduhnya wanita kasar yang suka bicara kotor dan sori jup, tuduhanku selalu benar.

Dia bisa buat aku teriak tertawa, tapi juga bisa buat aku teriak marah sampai menangis saking keselnya ma dia.

Aku masih inget waktu pertama kali kami mencanangkan akan membuat sebuah free mags dan dia menyerebot bagianku dan ga nyadar pula, dan kami pun bertengkar hebat dikantin.

Aku masih inget waktu kami bekerja sebagai web editor dan dia selalu menyebalkan karena sifatnya yang gampangin kerjaan dan dia menyebutkan si nona panik. Saking keselnya sama anak itu, aku bisa jutekin dia berhari-hari, sayangnya dia ga pernah nyadar…

Aku masih inget waktu kami harus nyebarin press release sebagai PR dalam sebuah project komunikasi dan saat kami semua sudah siap, dia baru memutuskan untuk mandi. Dan kami datang terlambat sampai lapangan…

Aku masih inget kami harus mengerjakan laporan dan saat aku sudah siap berangkat, dia baru mengerjakan laporannya. “nyantai po’o mik!!” begitu katanya lugas…

Aku masih inget pertengkaran demi pertengkaran kami, perang mulut, perang mata, perang dingin..perang demi peperangan…

Tapi herannya…

Dia, salah satu manusia dalam kehidupanku yang selalu memberi semangat hidup.

Dia selalu ada dalam kehidupanku…ga di Surabaya…ga di kota lain seperti sekarang.

Dia, salah satu temen dari angkatanku yang masih setia ber-sms, ber-chat, ber-telp dan tetap saja dalam ada pertengkaran.

Lebih dari itu…

 

Dia selalu ada setiap aku membutuhkan temen.

 

saat malam terakhir aku di Surabaya, dia yang membuat pesta perpisahan dan mengundang temen2ku.

Dia juga buat kenangan bersama terakhir di kota itu. Kami pergi sepanjang malam, makan, nonton, dan renang bersama.

Kesialan itu terus berbuntut panjang…

Saat aku mulai lelah dengan hidupku, dia bangunin aku lagi tentang mimpi masa depan kita…

Mimpi-mimpi menjadi wanita yang punya masa depan dan bisa sekolah lagi, belajar dan belajar sepanjang hidup kita…

 

Disaat aku mulai meragukan kemampuanku, ada kalimat dari mulutnya yang menyentuh sanubari…cieaaa

 

Saat kamu udah menentukan pilihanmu, kamu akan terus belajar mati-matian sampai tubuh kamu kurus kayak orang stress….itu bukan hal yang sulit buat kamu, dan kamu selalu bisa mewujudkannya..

 

Damn, kenapa kata-kata itu terucap dari mulut kampret kayak dia sih!

 

Buatku, Jupri ga hanya sekedar temen disaat aku tertawa, bersenang-senang, tapi juga temen buat bertengkar, temen buat disentimenkan, temen saat aku sedang terpuruk dan dia akan ‘memukul’ kepalaku saat aku mulai kehilangan arah tujuan.

 

Hmm tapi dia BUKAN teman dalam pekerjaan. Karena dia si tukang ga fokus dan gampangin kerjaan…argh…kami sudah mencapai kesimpulan untuk tidak bekerja bersama lagi…

 

dibalik makianmu, justikfikasi yang ceplas ceplos…I need you friend…I really need every single words out from your mouth…

 

 

Love you jup…

 

*kalimat terakhir jangan diindikasikan bahwa saya sudah berubah haluan penyuka sesama.

Monday, June 18, 2007

How are you

Had the answer on my fingertips
’til I lost it in the wind like a friend I’ll never find
Deep in the belly is a love so thick
And I thought I had it but makes me sick now
I’m imagining the fields so green
But I would settle for the the truth in anything
Where I’m floating I can’t feel my skin

Had a dream I could turn back time
Had to stop to rewind my memory
Had a vision of the ruby sky we were riding high
On our own pink elephant
Another day in this fucked up life
Another struggle just to get through nine to five
Where I’m floating I can’t feel my skin

But I might get home
Hey, I might get back again

How are you?

 

-David Usher-


 

Sunday, June 10, 2007

cintaku

Cintaku, pasangan sejatiku

Tersesat oleh takdir

Ditemukan sang rembulan

Cintaku, pasangan sejatiku

Datanglah padaku

Saat ini juga, jangan ditunda

(ulangi tiga kali)

-Zsuzane E. Budapest. ‘A Love Spell’, The Goddess In The Bedroom, For Martrimonial Purposes By Kavita Daswani -

Ritual Mandi Malas

Pernah melakukan mandi malas? Yah ini lah yang saya lakukan hampir setiap hari.

 

Ritual ini dilakukan menjelang tidur. Atau paling tidak pada saat jam tayang sinetron, antara pukul 8 – 10 malam.

 

Mandi kali ini, saya lakukan di rumah sepupu saya, dimana pada waktu itu rumah bukan lagi layaknya rumah tapi hampir seperti kos saat malam minggu. Maksudnya?

 

Ya di ruang tamu ada apel, di terasnya ada apel

(salah satu atau dua tersangka, pasti sedang membaca:p).

 

Jadilah saya merana sendiri. Kedua sepupu saya memilih bersama pasangan apelnya ketimbang bersama sepupunya ini...ahiks...

 

Sebuah ide cemerlang pun keluar. Didorong dari rasa gatal di rambut yang udah ga karuan, dan ketiak yang mulai tebar pesona. Yaaaaa...mandi malas!!! brilian...;D

 

Saya pun melakukan ritual ini.

 

Sembari duduk santai bak Yoga, mendengarkan musik maka mandilah saya..

sip

ada scrub...pake...

ada shampo...pake...

ada conditioner...pake...

sabun...

mana sabun??

 

Tidak ada sabun yang terlihat didepan saya.

 

Dengan iringan Rio Febrian, saya mulai mencari kemana tu sabun.

Diatas toilet, Cuma ada sabun cuci muka..

nah diatas lemari, bertemulah saya dengan botol yang saya ga paham merek, ga paham bahasa dan dengan sigap saya memutuskan itu adalah sabun.

 

Hanya ada petunjuk, bisa dipakai setiap hari.

Usaplah ke badan...

Hmmm..wangiiii...usap..usap...dan kok, eh, urgh...kok pedih ya...yaich..

 

Saya mulai menuduh2 cairan yang saya pakai itu pembersih lantai, dan emang sengaja ditaruh sepupu saya untuk mengelabui pemakai gelap kamar mandi macam saya..argh...

 

Usai sudah kenikmatan ritual mandi malas. Terpaksa harus menyelesaikan kegiatan ini.

 

Usut punya usut itu adalah shampo yang sudah lama tidak dipakai. Meskipun tidaklah sama dengan tuduhan saya, tapi perihnya masih saya rasakan hingga saya mengetik tulisan ini...

 

Perih, euy..

 

Saya pun mulai mengambil hikmah, selama ini saya tidak pernah berdoa sebelum mandi.

Ini pelajaran berharga buat saya, berdoa kepada Tuhan agar dilindungi dari cairan mematikan.

 

Pesan bijak by embunbantal

 

kata orang Hidup itu....

"loe ga tau soal hidup!! loe ga tau gimana perasaan gue waktu itu!!", teriaknya ke saya

"mbak, orang emang ga mau tau apa yang loe rasain!", jawabku tenang

"Loe bener-bener ga tau!", katanya putus asa

Percakapan ini seringkali terdengar di telinga saya. at least seinget saya dua kali orang mengatakan soal hidup ke saya.

"dek Amik, umur kamu baru 23 tahun. kamu masih terlalu kecil untuk tau kehidupan, saya sudah banyak makan asam garam kehidupan", seorang mengatakan itu saat saya harus meninggalkan Surabaya tercinta.

hmm....Saya mulai bertanya-tanya, usia yang tepat untuk mengenal kehidupan itu kapan ya?? ck...ck..kalau saya cuma diberi umur sampai 23 tahun oleh Tuhan  berarti ironis sekali diri saya, karena saya belum mengenal arti kehidupan yang sebenarnya.

Saya memang lelah mendengar orang mengatakan soal hidup. Toh ga usah dipikirin terlalu dalam, hidup itu memang susah.

Beruntungnya, Tuhan saya selalu pilih kasih, saya ditakdirkan untuk terus bahagia.

Maaf saja, saya tidak mengerti apa arti kehidupan yang mereka sampaikan pada saya.

 

just Dont be Naive!!

 

 

Friday, June 8, 2007

Peraturan Hidup Bersama 7 Pria asal Surabaya



 

1.      Harus bisa menyatukan insting 7 pria

Bersama 7 pria asal Surabaya dengan penuh congkak merasa kenal ibu kota.

Walhasil, dari Gambir menuju Rawamangun yang bisa ditempuh selama 1 jam berhasil ditempuh 5 jam. Kami berhasil mengelilingi bunderan HI  3 lap dalam satu malam. Sudah hampir Senin, yang tinggal 15 menit lagi nyampe Rawamangun, eh harus jemput mobil lainnya yang nyasar di Sarinah. Bukannya sampai Sarinah Sudirman, kita malah ke Blok M dan sempet nyenggol arah Grogol. Mulai sadar akan kebodohan tingkat tinggi, satu mobil berhenti di mall di Blok M sampai disusul mobil satunya.

 

2.      Choose the best option

Lagi-lagi karena para pria ini lebih suka memilih-milih dari sekian pilihan wisma ataupun hotel, maka 1 jam kita habiskan untuk berkeliling membanding-bandingkan harga hotel sampai juga ke hotel esek-esek dan disamperin germo. akhirnya mereka baru percaya sama saya, pilihan yang tepat adalah yang pertama. Pria biasanya tidak percaya sama omongan mahkluk berambut panjang (baca: saya)

 

3.      TIDAK DIIJINKAN TIDUR

Para pria menyenangi kehidupan bergadang. Saya berhasil tidur satu jam dan bangun, kemudian bisa tidur kembali 2 jam. Sedangkan mereka hanya tidur dua jam. Paginya jam 8 harus siap presentasi. menyia-nyiakan waktu istirahat... 

 

4.      SADAR KAMERA

Berbeda dengan kaum hawa, para pria lebih sadar kamera.

Setiap jalan, setiap detik. Di dalam mobil, waktu nyebrang jalan, makan di rumah makan, beli dvd, parkiran, bahkan sampai pada kemacetan menuju tol, semua tertangkap kamera.

Yang lucu sih, salah satu pria keluar dari mobil waktu macet untuk mengambil kamera di mobil satunya. Penumpang yang disatroni kaget bukan kepalang, bak bertemu si kapak merah.

Si pria ini juga hampir jatuh dari jurang pantai karena sibuk mengambil gambar.

para pria lebih keterlaluan dibandingkan wanita dengan senyum tiga jari. (untuk foto-foto akan menyusul)

 

5.      DUPLEX

     Istilah yang tepat dalam perjalanan kami selama 3 hari 2 malam. Menyelusuri jalanan ibukota, hebatnya selalu melewati dua kali jalur yang sama.

     Heran euy…bukannya bego tapi kayaknya itu aturan kalo mau berjalan-jalan di Jakarta. Muterin Senayan 2 kali, Slipi 2 kali, Senin 2 kali, Sudirman triple duplex, Monas double duplex, Patung Pak Tani duplex, Pancoran dua kali, Patung pembawa Pizza dua kali, semua serba dua kali..tapi kita asyik-asyik aja tuh didalam mobil.  Hasilnya dari kegiatan ini, saya tetep ga hapal-hapal Jakarta sampai sekarang. Kok bisa ya…

 

6.      JO JEK

Istilah bahasa bagi para udik yang datang dari Jawa

Kami menyebutnya Jo Jek (Jowo Jekerte). Perpaduan bahasa Jawa dicampur bahasa betawi. Istilah ini adalah penemuan kami setelah tiga hari muterin Jakarta dan terdampar disisi-sisi kota.

Aturan main :  semua lafal a bisa diganti e atau juga bisa diganti o semau kita, gampang kan…Seperti ini,

Eh lu pade kate nang endi (eh kalian semua mau kemana?)

Gue kagak eruh (aku ga tau)

Jekerte lues ye…giling, bedo karo Suroboyo…(Jakarta luas ya, gila, beda sama Surabaya)

Kite arep nang Anyer, seru pade neh…(kita mau ke Anyer,  seru bareng nih)

Tugu Pahlawan padhos punde ye? (tugu pahlawan dimana ya? Baca : logatnya pake betawi)

Wah ye ere enek ye…odonyo yo Pancoran choy!! (wah ya ga ada, adanya ya Pancoran, choy!!)

 

Alif comment : (temen kampus)

Sebelum tau bahasa Jo Jek :

Mik aku mendukungmu sebagai linguis-antropolog bahasa gaul kaum udik pertama di negeri ini.

(keterangan : Mik = Amik = Yasmin = embun bantal = saya)

 

Setelah tau bahasa Jo Jek :

Definisi kerenmu harus di-reset maneh ketoke, sakit kabeh… (definisi kerenmu harus di reset kayaknya, sakit semua)

 

Setelah diajak ngomong bahasa Jo Jek :

Stop talking like Betawian people…Not every words are suitable to be given ‘eh’ sufiks, please my dear!!

 

Mulai menerima bahasa Jo Jek :

Ji****t, opo iku ‘jajalen choy?’…kaco…bener2 sakit kayaknya. Ntarlah aq belajar kalo udah di Jakarta, disini malah dikiro wong mindring.

(kata kotor khas Jawa Timur, apa itu cobain choy?, kacau, benar2 sakit kayaknya. Ntarlah aku belajar kalau sudah di Jakarta, disini dikira orang sinting)

 

Keterangan : Alif menjadi inspirasi saya, enaknya kata kotor yang pas apa ya buat Jo Jek?

 

7.      CANGKRUK…TETEEEPPPPPPPPPPPPPP

Kalau yang satu ini tidak pernah terlewatkan bagi pria di Surabaya. Untuk CANGkRUUKkk (alias : nongkrong) biasanya dilakukan di pinggir jalan. Karena tidak menemukan tempat yang tepat, kita nyangkruk di café.

 

PERATURAN HIDUP BERSAMA 1 MAKHLUK BERAMBUT PANJANG (baca:saya)

Kenapa makhluk berambut panjang? Karena tidak satupun diantara mereka yang menganggap saya perempuan..ahiks…

1.      INVASI KRIM MATA

Saya berhasil membuat mereka tidur di jalan. Bagaimana caranya, heheh sales krim mata. Dengan memakai krim mata ini, mata yang sudah kepayahan bekerja akan terasa lembab dan dingin. Kesejukan itu juga dapat mengurangi penuaan dini. Untuk mencapai kesempurnaan khasiatnya, maka mereka harus memejamkan mata. Akhirnya ketiduran deh..hueheeehhe…terakhir pada ogah pake krim mata lagi…

 

2.      KLIK-KLIK

Permainan prime suspect diaplikasikan pada jalan ibu kota. Saya heran, 5 dari 7 pria ini berhasil dipengaruhi untuk game yang saya mainkan dirumah. Mencari simbol-simbol, seperti kipas (hotel Mandarin), Sofa (atas gedung Sarbini), Pohon Cemara (gantungan di mobil), Radio (bilboard iklan samsung). Semua berlomba-lomba menemukan simbol dengan cara berkata klik-klik…

 

3.      ABAIKAN KATA: JODOH

Untuk yang satu ini adalah aturan hidup bersama saya. JANGAN TANYAKAN JODOH SAYA ADA DIMANA. Tapi salah satu ayah dari para pria ini mengatakan : “Cepet dapet jodoh ya mbak”. Huhu…semua sukses menertawakan saya. Min…min…tuh didengeriiin….

 

 

KORBAN PENIPUAN DI MANGGA DUA

Seperti biasa setiap hari adalah hari sempurna bagi saya. Hidup adalah kenikmatan yang luar biasa. Namun lagi-lagi Tuhan saya selalu menciptakan suasana hidup lebih meriah…begini ceritanya…

Suatu hari bersama temen kakak, kami memutuskan hunting dvd jepang bajakan di Mangga Dua. Sip…sampai disana kami menemukan banyak dvd keren (baca : film yang castnya Takuya Kimura).

 

Dengan kalap, saya dan temen kakak membeli 7 serial drama berkompeten. Setelah belanja DVD, tiba-tiba perut minta diisi.

Karena bulan ini, saya deklarasikan sebagai bulan penghematan. Maka saya pun memilih warteg daripada Mc D yang harganya mencapai ongkos sehari.

Si temen kakak setuju karena dia pun sedang berhemat. Salah satu warteg di lantai ground menjadi pilihan kami. Nah…kisah seru ini pun dimulai…

 

“adek…silahkan mau makan apa?”, seru si ibu penjual berwajah etnis dengan sangat manis.

“apa ya, udang deh setengah porsi”, pikirku.

“sama cuminya satu aja, kasih kentang”, tambahku.

“wah adek pinter milih menu” Jawabnya sambil tersenyum lebar. (baca: harusnya dari sini aku udah mulai curiga) 

Hal yang sama berlaku pada temen kakak, dia memilih satu porsi daging bumbu dan sayur pucuk ubi, setelah mendapat rayuan gombal kalo daging ini dimasak  hingga mencapai keempukan sempurna.

setelah memilih menu, langsung nanya harga. eh, si ibu penjual ga mau kasih tau.

“Nanti aja, habis kalian makan dulu”, ujarnya penuh misteri.

Dua kali nanya, si ibu keukeuh bilang Rahasia. 

 

Curiga tapi laper, jadi laper nya dulu yang didahuluin

Setelah makan, kita langsung ke ibu penjual, kecurigaan kita bener…

kita dikompasin sampe harga 66 RIBU RUPIAH untuk dua nasi putih dan dua teh botol rasa kuburan (baca: teh botol rasa melati).

Kaget bukan kepalang, saya pun bertanya tidak  terima.

“lho bu, kok mahal banget sih???”

“ya namanya juga makan cumi, mana ada makanan yang murah sekarang. Cumi itu harga 5000., dan bla…bla”

Begonya saya ga nanya perincian …Cuma bisa gondok. Kalau dia kasih tau harga dari awal kita kan bisa nego pilihan menu.

Keseeel bukan maen..huhhhh

heloooo kita makan di warteg yang ga punya menu makan. Bener-bener Cuma bermodal etalase dan kursi empat biji. How come, harga bisa selangit.

 

Muka udah jutek waktu bayar, beeh…rasanya pengen cekik tu ibu curang…tapi super ego ku mengatakan padaku.

Udahlah mik, orang seperti itu, ga bakal awet rejekinya.Dia Sadar diingetin Tuhan, akupun menerimanya sambil nunggu kembalian.

Si ibu curang dikasih duit gede n kelimpungan cari kembalian, secara dia ga punya kembalian n minta uang pas. 

Waktu nunggu kembalian, eh ada pembeli datang. Si ibu curang segera melupakan kembalian dan langsung mengarah pada si korban berikutnya. Dia melupakan KiTA yang udah BETE.

 

 

Karena benar-benar merasa dicurangi sejak tadi, pikiran pendek terlintas. aku harus menyelamatkan si korban berikut.

Dengan isyarat mulut, aku bilang ke mereka..MA…HAL…MA..HALLL….

Eh hal yang sama ternyata juga dilakukan temen kakak tanpa sepengetahuanku, MAHAL JANgAN BELi DISINI. Dengan isyarat lafal juga.

Dan seketika itu juga pembeli itu pun pergi…

 

Hehe…puas!!! SATU SAMA dengan si ibu curang…^^V

Si ibu curang pun merasa dipencundangi sama aku. Dia menangkap basah aku sedang menyelamatkan korban barunya.

“Adek ya…bawel amat. Ga kayak ibu ini diem” ( baca : ibu adalah temen kakak yang dianggep seperti ibu-ibu dan dia merasa tertohok dikatain ibu)

“Idih, emang saya ngapain????”, kataku berkilah

“Adek ngerusak dagangan saya”

“Yee…salah sendiri kasih mahal, udah mana kembalian saya??”, jawab saya beralibi yang ikutan meledak (><’)

“Udah bUUUU, mana kembalian saya”, timpal saya dengan mata melotot dan muka merah, waktu dia mulai nyerocos ga karuan.

 

Beruntungnya, ia tidak melihat modus yang sama yang dilakukan temen kakak. (baca: entah kenapa, saya dan temen kakak punya pikiran yang sama waktu itu. DENDAM KESUMAT)

Setelah bertengkar hebat dengan ibu curang itu. Kami pun bergegas pergi…

 

Sebenarnya saya merasa bersalah juga dengan si ibu itu. At least saya ga mau balas dendam, biar tangan Tuhan bermain. Saya kan pemain cantik. Tidak mau tangan saya terkotorkan dengan tindakan nista seperti apa yang dia lakukan terhadap saya.

Masalahnya, kok ada kesempatan.

Temen kakak mencoba membenarkan tindakan saya, bahwa saya ga salah. Si ibu itu yang memicu kita.

 

“Min, kamu ga salah. Hal yang ga fair bakal dapat hal ga fair juga.”

Tapi…yah…aku tetep aja merasa bersalah. Saya ga berhak melakukan itu. Entahlah sepanjang perjalanan, ga habis-habisnya membahas perbuatan ini, yang bisa dilihat dari dua sisi pandang berbeda.

1.      Kejahatan, karena bikin si ibu curang tidak mendapatkan rejekinya hari ini

2.      Kebaikan, karena udah menyelamatkan korban berikutnya dari tindakan kecurangan.

Sepanjang jalan kami mencari pembenaran demi pembenaran. Dan akhirnya saya pun berkata pada temen kakak,

“mbak…”

“ya…”

“Tuhan akan mengampuni hambaNya yang bertobat”

“ya bener juga”

 Walhasil, setelah itu kita mensucikan pikiran, sholat. Minta ampun sama Tuhan.

HARI-HARIKU KEMBALI SEPERTI BIASA…BAHAGIA DAN PENUH SENYUMAN…

 

Dampak dari kejadian ini :

 “Mbak, jus disini enak lho..tapi lebih murah es teh sih. Tapi lebih murah air putih di kos.”

“Min, aku ga jadi telpon di wartel, aku telpon di telpon umum aja.”

 

Kembali pada bulan penghematan…hiks hiks…

Friday, June 1, 2007

Hand in My pocket



I'm broke but I'm happy
I'm poor but I'm kind
I'm short but I'm healthy, yeah
I'm high but I'm grounded
I'm sane but I'm overwhelmed
I'm lost but I'm hopeful baby


What it all comes down to
Is that everything's gonna be fine fine fine
I've got one hand in my pocket
And the other one is giving a high five


I feel drunk but I'm sober
I'm young and I'm underpaid
I'm tired but I'm working, yeah
I care but I'm restless
I'm here but I'm really gone
I'm wrong and I'm sorry baby

What it all comes down to
Is that everything's gonna be quite alright
I've got one hand in my pocket
And the other one is flicking a cigarette
And what it all comes down to
Is that I haven't got it all figured out just yet
I've got one hand in my pocket
And the other one is giving the peace sign


I'm free but I'm focused
I'm green but I'm wise
I'm hard but I'm friendly baby
I'm sad but I'm laughing
I'm brave but I'm chickenshit
I'm sick but I'm pretty baby

And what it all boils down to
Is that no one's really got it figured out just yet
I've got one hand in my pocket
And the other one is playing the piano
And what it all comes down to my friends
Is that everything's just fine fine fine
I've got one hand in my pocket
And the other one is hailing a taxi cab


Alanis Morissette-Hand in My Pocket

too much love will kill you

I'm just the pieces of the man I used to be
Too many bitter tears are raining down on me
I'm far away from home
And I've been facing this alone
For much too long
I feel like no-one ever told the truth to me
About growing up and what a struggle it would be
In my tangled state of mind
I've been looking back to find
Where I went wrong
Too much love will kill you
If you can't make up your mind
Torn between the lover
And the love you leave behind
You're headed for disaster
'cos you never read the signs
Too much love will kill you
Every time
I'm just the shadow of the man I used to be
And it seems like there's no way out of this for me
I used to bring you sunshine
Now all I ever do is bring you down
How would it be if you were standing in my shoes
Can't you see that it's impossible to choose
No there's no making sense of it
Every way I go I'm bound to lose
Too much love will kill you
Just as sure as none at all
It'll drain the power that's in you
Make you plead and scream and crawl
And the pain will make you crazy
You're the victim of your crime
Too much love will kill you
Every time
Too much love will kill you
It'll make your life a lie
Yes, too much love will kill you
And you won't understand why
You'd give your life, you'd sell your soul
But here it comes again
Too much love will kill you
In the end...
In the end.

 

Queen-too much love will kill you