Wednesday, July 18, 2007

Cinta Karena Aku Ga Tau…

Aku punya teman …hehehe lagi-lagi aku punya teman… dari SD, SMP, SMA, kuliah dan kerja, we always together happy ever after. Temanku ini udah punya tunangan. Mereka lagi jalan 7 tahun dan sudah 5 tahun pacaran jarak jauh. Semuanya hanya berbekal sistem kepercayaan kedua belah pihak. Simple. 

 

Keluarga dan teman semua mendukung n benar-benar percaya dua manusia ini dapat menjalin hubungan dengan baik sesuai UUD 1945 dan Pancasila yang adil dan mufakat, sejahtera lahir dan batin…

 

Hmm…ternyata sedikit meleset sih, di tahun ketiga…

 

Sistem yang dibina tersebut tidak berapa lama goyah… sang tunangan kepincut…

  

Keluarga dan teman pada kecewa dengan sang tunangan, yang menurutku kegiatan pengkhianatan itu sesuatu yang tidak rasional dan kekanak-kanakan. Hanya karena yang dikepincutin itu punya label ‘model’. Hoho…plis deh ahh….apa sih hebatnya?! (baca: secara fisik ga pernah diakui semampai, jadi sok ga ngakuin profesi ini, tulisan ini sengaja dibikin kecil biar ga nyinggung model porno, baca: boneka anjing cokelat yang lagi ngiler ga jelas? pic dari fm*****s)

 

 

Sebagai seorang teman, maka aku tidak tinggal diam. Aku pun membela kebajikan teman melawan kejahatan tunangan. Artinya: maki-maki ga jelas didepan kaca dan bilang sama si teman untuk mem-black list sang tunangan dari kancah kehidupannya.

 

Hatiku hancur begitupula keluarga dan teman-teman yang berharap sang tunangan menjadi yang terbaik buat si teman. Dia tidak mengamalkan pancasila dan UUD 1945 dengan benar.

 

Sang tunangan sih tidak merasa terjadi apa-apa, buat dia ini naluri lelaki dan begitu saja terjadi tanpa bisa ditolak.

 

Namun tak berapa lama, sang tunangan ngajak balik setelah ditinggal pergi sang model kenamaan karisidenan kota madya Madiun.

Dan si teman menerima kembali.

 

Ting tong…

 

Kenapa ya? Meski semua keluarga dan teman pada reject abis si tunangan dan menganggap sang tunangan bukan lagi yang terbaik buat si teman. Si teman masih mau menerima. Kita-kita yang ngeliat pada panas dingin dan menduga kuat si tunangan akan melakukan hal yang sama di satu waktu nanti yang tidak dinyana-nyana.

Tak pelak, sampai sekarang pun aku masih berpikir sang tunangan bukan orang yang terbaik buat si teman dan tetap masih berpikir keras kenapa si teman masih mau menerima.

 

Waktu aku tanya ibuku, mama Cuma bilang semua itu ada masanya. Aku jadi tambah bingung…

 

 Maka aku pun mengambil kesimpulan bijak, begini, sampai detik ini si teman masih melalui sebuah proses mengerti dan memahami sang tunangan. Ini bukan masalah benar atau salah. Ini masalah mau menerima atau tidak. Mau atau tidak. Dan seringkali kejadian seperti ini menimpa diri kita, serta merta kita tolak mentah-mentah demi keamanan hati terlebih demi keamanan masyarakat sekitar kita. Teman sempat bilang ke aku, “terkadang pihak ketiga itu dibutuhkan untuk meyakinkan diri tapi memang lebih baik tidak perlu ada”. Mungkin untuk sebagian besar orang akan menolak sikap teman dan menganggap teman bodoh dan konyol untuk menerima tunangan kembali.

 

Sebagai teman si teman, aku pun sedang belajar menerima sang tunangan kembali sebagai tunangan teman. Menganggap yang kemarin sebuah kekeliruan yang masih bisa diperbaiki dan dibicarakan, dan memikirkan sikap apa yang terbaik untuk ke depan. 

 

Si Teman hanya butuh keluarga dan teman-temannya yang bisa menerima keputusannya. Dan aku tahu itu bakal sulit bagi lingkungan menerima tunangan kembali sebagai pria terbaik buat teman.

 

Saat teman ditanya, “Kenapa kamu cinta sama sang tunangan”

 

Si teman Cuma jawab singkat, “Aku ga tau”

 

 

Apa cinta emang ga perlu penjelasan? Cinta karena aku ga tau.

 

…ada lucunya juga sih…

 

Kalau kita cinta karena dia baik, lalu tiba-tiba dia membunuh, apakah kita masih mencintainya?

 

Kalau cinta karena dia tampan dan perkasa, lalu tiba-tiba dia ketabrak pohon dan mandul, apakah kita masih mencintainya?

 

Cinta itu simple, mau berkomitmen dan punya loyalitas atau tidak…kalau ga punya, ya udah, ga usah dipikir

 

 

 

Hoho…aku tetap tidak mengerti…

 

 

Catatan kaki:

*Lingkungan selalu mengharapkan sesuatu yang tampak ideal, proposional sesuai pada tempatnya. Sama ketika lingkungan melihat sepasang kekasih. Mereka diharapkan menjadi yang terbaik satu sama lain. Ketika semua kontruksi yang dibangun lingkungan terjun bebas, kacau dan rusak seketika, membangun kembali bukan pekerjaan gampang. Seperti teman dan sang tunangan hingga kini. Mereka masih diragukan oleh lingkungan. Kita memang hidup diantara lingkungan dan tidak bisa mengabaikan begitu saja. Aku percaya semua ini sebuah proses memahami kelemahan dan kebaikan pasangan kita. Dan sama seperti mamaku bilang, “Semua ada masanya”. No body’s perfect!

 

*Untuk HEPILONER, dilarang memaki-maki posting ini dengan pengetahuan gendernya, menambah tanda titik yang panjang dan tanda seru tiga kali dibelakang kalimat. Sekali lagi dilarang keras untuk HEPILONER, yang selalu euforia dengan status lajangnya………..!!!

2 comments:

  1. gegegegege.....padahal aku tadi ndak niat komen loh...
    cuman berhubung disinggung, isi dikit ah.
    tapi kuhargai keinginanmu, gak singgung gender.... :)

    ReplyDelete
  2. Love is all about commitment..
    A good friend in my highschool ys ever said this lovely lines:

    "...Never ever feel when you have to think
    Never ever think when you have to feel..."


    Wish you enough,

    ReplyDelete