
Seseorang mengatakan padaku, tempat yang paling jauh dicapai adalah masa lalu. Begitu banyak tempat dimuka bumi yang pernah kita singgahi, dan banyak hal yang terjadi saat kita berada disana dalam satu waktu dan dalam kebersamaan.
Aku kangen kantin Butet tempat kita makan istirahat dulu. Kumpul bareng satu angkatan sambil berebutan kursi. Comot es teh Comaire atau mocachino Dinar sambil gosipin dosen. Nungguin pacar selesai kuliah. Nongkrong satu kantin ke kantin lain, dari satu gerombolan ke gerombolan lain, dari jurusan satu ke jurusan lain. Kangen ma pesenan soto ayam kantin Bu Eko, dan tetap aja ikut rebutan kursi di kantin Butet.
Jalan kaki bareng kekasih menuju kos, pulang dan mengerjakan skripsi penuh semangat segera lulus. Disambut bayi-bayi mungil, Anya sama Kesya (miss u, my two little princess). Bikin kamar kos berantakan karena bekas susu sama kuah makan siang bercecer dimana-mana. Ngomel-ngomel pada bayi-bayi ini. Dempetin ke pojokan kamar sampai mereka ngomong ampun-ampun. Masukin Anya ke tas laundry trus ketawa cekikikan mumpung bunda ma eyangnya ga tau. Trus sibuk bo'ongin Kesya yang doyan banget ama bedak ma lotion anak kos.
Alif, temen satu angkatanku bilang, tempat itu bukan tempat kita lagi. Kantin Butet udah dipenuhi makhluk cantik dan modis. Its not our home anymore, anyway…
Masa lalu adalah tempat yang paling jauh dan duniapun terus berubah. Menantikan masa indah kembali. Aku tidak pernah berhenti dengan harapan-harapanku menemukan tempat indah lagi. Aku akan menemukan tempat-tempat dengan orang-orang yang berbeda dengan tawa yang berbeda. Tapi aku tidak pernah berubah, seperti kataku pada Alif.
Kita akan menemukan tempat baru dan kisah baru lagi. At least Lif, saat kamu sms aku, aku ga berubah. Kita masih orang yang sama, masih dengan tawa yang sama.
No comments:
Post a Comment