“Siapa suruh datang
Tiba-tiba lirik yang sering dinyanyikan kakakku terdengar keras ditelingaku, anjrit pasti saat ini si backbone lagi curi-curi chating ama orang Kuwait, ga tau adeknya hina bina gini…dalam hujan angin, petir yang menggelegar dan air hitam pekat disekelilingku…
Sambil berjalan ditengah-tengah banjir…damn, gini ya orang hidup disini…
dengan semangat membara, masukkan kaki ke jalanan yang sudah dipenuhi air hitam selutut….
Berjalan ditengah arus dan petir yang teriak-teriak ga jelas…
Cuma berharap, semoga jemuran di kos ga basah…
Hiks…
Aku ingat sebuah kata-kata ajaib, begini bunyinya:
“Tolong jelaskan kepada saya cara yang lebih ampuh daripada berusaha keras dan optimis sebagai bahan bakar kehidupan ini?”
Jakarta oh jakarta...
ReplyDelete