Sehubungan dengan maraknya acara gosip di media televisi saat ini
(hehe…alesan kalo emang suka nonton gossip), Aku heran banget sama Ahmad Dhani
atas konsep suami dan istrinya.
Disatu sisi, patriaki itu memang menyenangkan. Istri berada dibawah
suami. Ada yang melindungi, ada yang memerintah dan ada yang menjadi panutan.
Begitu kan kata syariah Islam. Aku pun berharap bisa menemukan suami yang lebih
beriman, lebih hebat, pinter silat, punya tangan kuat bisa nabokin penodong
yang mau ngerampok hp ku (argh, aku benci penodong).
Superman, ada gak ya? Kalo ada, aku pesen satu.
Kalo ada, aku pasti patuh dengan konsep si Dhani ini.
Sayangnya kita Cuma ketemu sama pria berkaos Superman.
Yang kita temukan tetap saja manusia biasa yang ga pernah lepas dari
kelemahan. Kita akan menemukan ratusan bahkan ribuan pria dengan segala kelemahannya.
Kalau aku berusaha mencari yang paling terbaik dari ribuan pria ini, tentu saja
aku akan terus mencari yang terbaik.
Terus dan terus…
Pekerjaan itu akan benar-benar sulit. Walhasil, aku bakal terus
mencari sepanjang hidupku.
Oke mari kita ubah konsep si Dhani ini.
Gimana kalo si pria ga lebih beriman? Aku ingin berada disampingnya
dan belajar bersamanya tentang keimanan. Jadi konsep keimanan kami tak lebih
sama dan saling mendukung.
Gimana kalo si pria ga lebih hebat? Ga hebat soal keluarga? Kami akan
buat keluarga ‘ala’ kami dan kami menjadi keluarga bersama.
Ga hebat soal ilmu? Kami akan berbagi dan membuat ilmu ‘ala’ kami
sendiri. Ga Hebat soal duit? Aku ingin berada disampingnya dan berbagi makanan
bersamanya. Hidupkan hanya masalah makan dan mati saja toh…
Buat aku bersama pasangan adalah belajar hidup bersama. Saling
memotivasi dan aku akan mengatakan setiap hari, kalau dia adalah pria yang
paling hebat dan aku mengaguminya. Dia akan menjadi Superman versi ku sendiri,
bukan demikian bukan? He.
Bukankah hidup akan lebih baik seperti ini. Hidup bukan mencari siapa
yang lebih baik dari siapa. Bukan karena kamu lelaki dan aku perempuan.
Mantanku pernah bilang, “Aku cowok mik, harusnya aku yang
memanjakanmu. Harusnya aku yang membelikan kamu makan”, “Aku ga pernah ajak
kamu jalan-jalan trus belanjain kamu”
Aku sedih saat itu dia bilang gitu. Sedih karena harus
mempermasalahkan dia laki-laki dan aku perempuan. Kalau ada Yin dan Yang
berarti memang ditujukan untuk saling melengkapi. Seperti puzzle. Gak ada yang
utuh karena ada bagian dari pecahan puzzle yang harus dilengkapi oleh pecahan
lain.
Waktu itu aku jawab, aku memang lebih dulu masuk kuliah, lebih dulu
lulus, dan lebih dulu dapet kerja dan dapet duit, semua kan wajar. Lagi-lagi
dia hanya diam. Diam, itu memang kelebihannya. Ga kayak aku, cerewet banget.
Haha…aku makan omonganku sendiri. Kenapa? Karena aku akan bilang cowok
itu pendiam dan cewek emang cerewet…
Ngomong opo seh mik…..
Balik lagi pilih Superman atau pria berkaos Superman? Aku akan tetap
pilih pria berkaos Superman J
No comments:
Post a Comment