OiD wrote:
Dear Ami'
Ada yang bilang kalo hidup tuh perjalanan. Ada lagi yang bilang kalo hidup tuh perjuangan. Tapi aku malah yakin kalo hidup tuh sebenarnya sebuah pelajaran. Pelajaran tentang bagaimana caranya untuk berjalan agar tidak terjatuh berkali - kali, dan pelajaran untuk berjuang agar tidak kalah dan tidak hancur ketika harus kalah.
Kamu mungkin udah kalah kemarin, tapi kalo emang hidup tuh sebuah pelajaran...kemungkinan besar kamu gak bakal kalah lagi dalam pertandingan berikutnya. Kekalahan selalu menguatkan mi', kecuali kekalahan yang terjadi di akhir hidup.
Kalo udah begitu, kenapa kita harus takut untuk memulai sesuatu yang baru???
Ada yang bilang kalo meminta sesuatu hanya layak kita sampaikan kepada Tuhan...kalo kita mencintai seseorang, kita gak pantas untuk meminta atau menuntut darinya, karena permintaan hanya untuk Tuhan yang maha pemberi. Yang bisa kita lakukan hanya memberi, hingga orang yang kita cintai sadar dan balik memberi kepada kita. Mungkin kedengarannya fools, tapi seperti itulah konsep cinta yang menurutku mendekati ideal.
Kalo udah gini, gak bakal ada yang merasa tersakiti jika pasangannya belum siap untuk balik memberi...
Tapi masalahnya, siapa yang bisa bersikap tulus, no jealous, no regrets kayak gitu???
Kalo kita ngomongin masalah expired rahim, sebenarnya aku malah ngelihat dari kacamata substansial alam raya.
Semua benda/mahluk di muka bumi tersusun dari bagian terkecil yang disebut atom. Atom2 tersebut selalu cenderung berpasangan, yang disebut dengan struktur oktet. Ada beberapa atom yang emang ditakdirkan sendirian...tapi dalam perjalanannya dia pasti mencari ikatan dengan atom dari unsur lain hingga akhirnya berpasangan. Karena kalo dia ga segera cari pasangan, dia bakal gak stabil... Beberapa melakukan reaksi fusi dan fisi yang menyebabkan keluar dan masuknya sejumlah energi.
Kalo komponen penyusun kita aja selalu mencari pasangan untuk menstabilkan diri, kenapa kita melawan kodrat dengan menyendiri?? Memang setiap penyatuan (fusi) atau perpisahan (fisi) selalu menguras sejumlah emosi (energi), cinta, dan banyak pengorbanan lain. Tapi selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah nilai kan?? begitu juga kebahagiaan.
Aku mungkin gak bisa ngomong gini kalo belum ngalamin sendiri...tapi memang kayaknya selalu ada fase dimana kita untuk jatuh...
Aku ingat pertanyaan bapaknya Batman waktu Bruce Wayne masih kecil: "Kenapa kita harus jatuh Bruce??"
"Supaya kita bisa belajar untuk berdiri lebih baik"...
You see?? Selalu ada sesuatu dibalik sesuatu, bukan??
Jadi arus memang menyenangkan ketimbang batu, tapi kadang arus menemui tembok bendungan yang gak bisa ditembus...dan itu menyakitkan. Kenapa gak coba jadi arus yang bisa bermetamorfosis jadi batu? Kalo nemu tembok, ikutan kokoh seperti tembok...ketika harus mengalir, luwes seperti arus...
Mungkin petualangan sang arus jadi lebih seru dan menyenangkan:)...
Banyak hal yang termaafkan, tapi tidak terlupakan...
Yang harus kita lakukan bukan untuk melupakannya, tapi mencari hal baru yang akan menutup kenangan lama. Bukan menuntut...tapi memberi, bukan membandingkan...tapi menerima.
Aku yakin, fase memaafkan udah kamu lewatin tepat disaat kamu putus...tapi fase baru udah menunggu...make a new story...
So sorry kalo terlalu banyak menggurui, aku cuma bagi apa yang udah bikin aku bangkit lagi waktu aku jatuh dan nyaris aja tenggelam. I almost sinking forever that time...:)
Oh ya, btw udah dapat kerjaan di Jkt??? Ker di bidang apa? Progress nulisnya gimana? Aku juga kadang2 main ke Jkt kalo ada waktu, soalnya banyak teman disana. Hope someday we'll meet again...
Ceritain dong petulanganmu di rimba beton Jakarta:)...
Talk 2 u later...
"OID"
No comments:
Post a Comment