Aku Kalap…
Aku kalap…aku kalap…maunya
Cuma bikin duplikat kunci pagar kos. Tapi ga sengaja mampir mall dulu…(sengaja namanya…)
dan yang kutemukan adalah novel-novel yang bikin aku kegirangan setengah mati
baca sinopsisnya.
Book is Blind…setelah
selesai bayar di kasir, aku baru nyadar kalau aku udah beli 3 buku. Not again…
Harga buat dupilkat kunci
cuma 10rb sih tapi plus 3 novel 100rb. Hoh…plusnya gedhe amat, baru nyadar.
Bener kata Jaka, temenku.
Aku ga bakat punya uang banyak kalau kebiasaan kayak gini ga bisa diubah. Tapi
ada beberapa hipotesis yang memang harus saya buktikan sejalan dengan
prakteknya.
Begini pertimbangannya :
1.
Hidup itu
harus dibikin let it flow…kalau pengen let it flow berarti ada sesuatu yang
bisa bikin let it flow. Nah berarti kita harus menggali lebih dalam apa yang
kita suka. Novel lucu, dvd komedi, novel komedi dan dvd lucu.
Eng..ing..eng…jadi sarana dan prasarananya ada dua. Demi kepuasan ego dan
pencapaian titik klimaks dalam hal tertawa, kita harus melengkapi fasilitas.
Ada novel lucu jadi ketawa, ada dvd komedi jadi ketawa. Sip…alasan diterima.
2.
Untuk terbiasa
bekerja dalam hal tulis menulis, diharuskan menambah wawasan. Sebenarnya
wawasan bisa didapatkan dari mana saja. Tapi akan lebih baik berguru pada yang
biasa menulis atau yang biasa bikin film. Sip alasan kedua diterima.
3.
Benernya uang
ini mau dipakai buat les…berhubung les-nya baru bulan Juli jadi uang tetap aja
utuh. Sayang kalau ga dimanfaatin dengan hal-hal positif. Alasan ketiga boleh
lah
4.
Benernya juga
uang yang mau dipakai buat les itu mau ditabung dulu. Karena perjalanan ke Bank
cukup panas, maka saya masuk mall. Maunya Cuma numpang jalan doang. Ternyata
ada toko buku yang membuat langkah luhur saya untuk menabung terhenti disitu. Dan
jadilah saya menabung di toko buku. Tapi buku itu ilmu, ilmu itu kaya…oke
alasan diterima.
Dampak dari pertimbangan
diatas :
1.
Saya
kegirangan setengah mati
2.
Saya berjalan
diatas jembatan penyeberangan dengan kegirangan setengah mati
3.
Saya berjalan
menuju kos dengan kegirangan setengah mati.
Kesimpulan : saya
kegirangan setengah mati.
Hipotesis terbukti. Teori
yang saya temukan adalah “Buku akan membuat Saya kegirangan setengah mati”
PS: Ma, maafkanlah anakmu
ini, kelak akan mengganti uang yang kau beri…love you mom! Love you, love you…muah…muah…
Spiderman??
Yasmin bukanlah penikmat kategori
film Super Hero dan ga tau kenapa, alamatnya dia selalu nonton film super hero…
Jadi begini ceritanya. Bersama
teman SMP di Madiun dulu, si Gugus, yang tiba-tiba lagi off kerja dan ga
ngapain-ngapain seperti saya sekarang, dia ngajakin ketemuan. Atas ide brilian
mau ngapain ntar, maka aku kasih opsi ke dia; gimana kalo kita nonton. Ga
banyak ngomong tapi ketemu. Kan enak tuh.
Pilihan fim minggu ini
Naga Bonar, Anger Batu, dan Spiderman 3. Dengan sangat bijaksana kita memilih
Spiderman…hmmm maksudnya pertimbangan yang paling entertaint lah…
Setelah lamat-lamat
menonton, Spiderman 3 emang lebih bagus dibandingkan Spiderman-Spiderman
sebelumnya.
Paling inget kata-kata MJ.
Dia sempet bilang : Bahkan seorang Spiderman masih membutuhkan pertolongan
orang lain.
Jadi ga gampang juga jadi
Super Hero. Dan ga gampang melakukan 2 hal sekaligus bekerja dan pacaran. (pesan
moral yang baik…)
Si MJ sering banget
dicuekin Peter. Kasian banget…cowok kadang suka bertindak sewenang-wenang
seperti ini kepada cewek. Padahal si cewek Cuma butuh merasa dia ada dan
diperlukan.
Kata-kata Peter basi
banget waktu nenangin MJ barusan kena musibah didepak dari pekerjaannya sebagai
artis teater. Peter malah nyeritain kehebatannya menghadapi banyak orang. Kategori
cowok kayak gini benar-benar menyebalkan. Harus diketok ma palu dulu kepalanya
biar dedemitnya keluar.
Yang aku sukai dari film
ini, akhirnya ada super hero yang ga sempurna.
Masih dipengaruhi
godaan-godaan emosi.
Disatu sisi, tokoh Harry
justru keren banget. Perfect banget kalau jadi manusia. Dari yang tersulut
emosi berubah sejalan dengan waktu dan proses. Buatku kemarahannya sangat
wajar. Jadi kesimpulannya si Harry ini jauh lebih baik dari Peter Parker.
Yang paling monoton dalam
film ini, selalu ada atribut-atribut Amerikanisme-nya. Such as: bendera dan
parade karnivalnya. Yup itukan identifikasi untuk film cetakan Hollywood. Penuh
dengan sentuhan Amerika. Ini yang bikin Spiderman 3 sama dengan film-film
hollywood lainnya. Standart…
Setrikaku…oh setrikaku…
Bagian
hidupku punah sudah…huhuhu…setrikaku membakar dirinya sendiri.
Huahua..huhu…..didepan mataku. Ga ngira riwayatnya berakhir tragis seperti ini.
Saat aku berencana menyetrika kesekian kalinya, tiba-tiba kabelnya begitu saja
terbakar. Kenapa sih dia ga bilang-bilang kalo there’s something wrong with it.
Ngomong donk kalo ada masalah…
Udah
bela-belain bawa dari Madiun. Mama sampai bilang, “Apa sih mik, setrika
dibawa-bawa. Kan di Jakarta uda ada.” Ini bukan masalah dia setrika or the
other things. Masalahnya menyetrika adalah salah satu kegiatan yang paling
kusuka setelah menulis buku harian. Setrika ijo merek Maspion ini sudah lama
menghabiskan waktunya bersamaku. Hampir lima tahun sejak aku hidup pisah ma
orang tua. Dedikasinya begitu tinggi. Dia beda ma setrika pasaran lainnya.
Warna hijau madu (mang ada?!), ringan, pegangannya mantap dan panasnya mantap
pula. Sekali nyetrika langsung licin. Semua orang puas melihat aku menyetrika..
ya iya lah…bajunya kusetrika, siapa yang ga seneng.
Emang
sih berkali-kali rusak tapi aku terus bawa dia ke reparasi. Kadang juga aku lap
biar berkilau, ditaruh rapi dan kalau sampai nyasar ke kamar kos lain, aku rela
ngetok-ngetok dan membawanya pulang. (ini namanya perhitungan…heJ)
Kadang
pula aku membiarkan main-main di pasir waktu sore hari.
Ehmmm
maksudnya ketika aku ga sengaja membakar pakaian. Dan harus melepaskan setrika
dari bahan pakaian dengan pasir. (terlalu mendramatisir)
Dan
sekrang dia memilih mengakhiri masa tugasnya dengan sangat tragis. Mungkin dia
udah ga kuat hidup sama aku di kota besar macam Jakarta ini…
Actually,
aku punya teknisi yang menggaransinya seumur hidup, gratis pula. Kalau sampai
setrikaku rusak aku langsung bawa padanya. Tapi kayaknya aku harus mencari
teknisi lain. Mencari teknisi lain itu yang susah. Apalagi kalau kita sudah
langganan dengan teknisi lama kita. Kasus susah ini karena teknisi setrika anda
juga teknisi hati anda. Di servis-servis banyak kali mi…
Sementara
ini, aku akan menyimpan setrikaku di lemari. Kalau aku bertemu dengan seorang
teknisi hidupku, dia akan memperbaikinya untukku. Dan aku ga akan berhenti
langganan.
Weleh..tinggal
beli kabel aja pake nunggu teknisi baru…nyusahin diri amat!
Ini kisah aku dan bebek
Hari ini aku lagi di PIM, tepat di food courtnya.
Sebuah mall di Jakarta yang pertama kali aku datangi. Aku duduk di salah satu
meja yang disediakan dan didepan piringku sudah ada potongan bebek berwarna
cokelat keemasan. Yup...aku baru saja membeli salah satu dari bebek-bebek yang
bergelantungan yang dijual di counter penjual bebek-bebek bergelantungan (-.-).
Saat membeli bebek-bebek bergelantungan ini aku
sempat terhenyak. Secarik harapan merasakan empuknya bebek-bebek bergelantungan
seperti bantal, disatu sisi secarik perasaan bersalah menggelayuti pikiranku.
”Pit”, aku memanggil nama sepupuku.
”Kalau saja bebek-bebek itu bisa memilih, dia
pasti ga mau jadi bebek-bebek bergelantungan seperti ini”.
Ia tidak menggubrisku dan dengan kudetanya ia
memesan semangkuk besar sup bebek.
”Sudahlah tidak usah sentimentil begitu...aku
sudah menemukan dua orang yang mengkasihani bebek-bebek itu”.
Aku tahu tidak ada makhluk hidup di bumi ini yang
dapat menentukan ia mau jadi apa. Kalau aku bisa menentukan diriku mau jadi
apa, tentu saja aku tidak mau jadi bebek-bebek bergelantungan.
Untuk menghormati keberanian bebek-bebek ini,
maka dengan tekad bulat aku pun memesan salah satu diantara bebek-bebek
bergelantungan.
Tentu saja pernyataanku selanjutnya,
”Kalau mereka menjadi bebek-bebek bergelantungan,
mereka tentu tidak ingin menjadi bebek-bebek bergelantungan yang sia-sia”.
” makanlah aku dengan lahap”, seakan bebek-bebek
itu berbisik padaku.
”Tenang saja bek, aku tidak akan mengecewakan
pengorbanan kalian atas tindakan sadisme manusia”, jawabku pelan.
Dan mereka pun tersenyum padaku...
hmmm
aku ding yang tersenyum...
Ini kisah aku dan bebek 2
Menyoal soal bebek...beberapa waktu lalu aku
dikerubuti isu bebek juga, pada saat nonton ”Ugly Betty”, si bebek buruk rupa
yang bekerja di majalah Mode versi Hollywood cetakan telenovela. Keponakan
mungilku, Ken-ken, datang menghampiriku dan berbunyi-bunyi kwek-kwek terus
menerus...
Ken-ken adalah bocah kecil yang diakui sebagai
anak sepupuku. Emang anaknya kali... Umurnya baru 1,5 tahun. Tapi baru satu
setengah tahun hidup, kekuasaannya...beeh...udah kayak raja yang umurnya 60
tahun. At least...hanya dirumahnya aja sih.
Apa sih maunya...hardikku dalam hati mendengar
kwek-kwek Ken-Ken
Curiga beralasan dan benar saja dia akan merusak
kegiatanku bercengkrama dengan Ugly Betty...
”Kwek...kwek....mau kwek...kwek...,” rengek
Kwek-Kwek...eh Ken-Ken sambil bergoyang ala bebek kecepit pintu.
Dia meminta babysitternya untuk mengganti acara
yang kutonton.
Ken-Ken terus merengek-rengek meminta cartoon
kwek-kwek sambil terus berkwek-kwek ria.
”Mbak, anakku mau nonton Donal Bebek. Gapapa ya
digantinya”, ujar babysitter Ken-Ken dengan logat Tegal campur Betawi.
Mata bundar Ken-ken melihatku sambil terus
berbunyi kwek-kwek...arghhh...aku ga kuat dengan wajah polosnya plus matanya
yang bening....
”Yaudah mbak, ganti aja”
Dan dengan riang gembira, Ken-Ken pun terus
berbunyi kwek-kwek...
Kalo Ken-Ken bisa ngomong, pasti bilang gini,
”pilih aku berbunyi kwek-kwek sambil merengek atau sambil riang gembira??”.
Dan kita pasti memilih dia berbunyi kwek-kwek dengan
riang gembira.
mbok ya dibikin postingan satu satuuuuuuu
ReplyDeletecara ringkes buat upload data, biar semuanya dibaca..heheh kau baca sepupu?...aku emang terampil:)
ReplyDeleteaku baca..
ReplyDeleteterampil dari hongkoooongggg???
weits siapa bilang orang Hong Kong ga kreatip, tuh karyanya di mangga dua. ngomong2 soal Hongkong, aku mulai gila ma pekerjaanku sebagai editor freelance ini...mereka pakai trans tool china, jadi per kata harus diedit...huhu.....berikan aku pekerjaan sepupu.....
ReplyDeletebwahahahahhaaha....
ReplyDeletesayangnya sepupumu ini agak payah kalo nyariin kerjaan buat teman2nya sendiri :D aku hanya bisa berdoa untukmu sepupuku sayang....:)
dan tau tidak? dia hanya makan SEPARO bebek itu!!!
ReplyDeleteyang sisanya diberikan kepada SEPUPUNYA yang sudah menghabiskan satu mangkok besar lamien!!!!!
ahh sepupu bisa aja....aku kan ingin berbagi tulus...
ReplyDelete...kamu punya kata kata indah buat ngeles ya sepupuku...
ReplyDelete