Tuesday, May 15, 2007

My red circle...



Aku hanya ingin katakan padamu bahwa diantara keramaian ini
ada titik yang akan buatku berhenti. Aku tak tahu apa yang kutulis ini. Pada
pukul 11 malam, aku tidak bisa tidur. Dan aku memandang kota ini dengan sisi gelapnya. Betapa aku
tersenyum melihat pemandangan ini. Aku bisa melihatmu dari balkon tempat aku
berdiri sekarang.



Aku ingin katakan padamu, saat aku berada diantara orang
banyak, dengan tangan satu tergenggam keatas. Aku melihat wajahku didepan kaca jendela
yang memantulkan bayanganku. Aku berdiri diantara mereka. Malam hari pada pukul
9 malam. Saat semua orang kembali dalam peraduan. Diantara keramaian ini ada
satu titik yang buatku ingin berhenti.



Betapa kuingin katakan padamu, saat kakiku melangkah dan aku
mengamati sekelilingku. Aku berjalan dengan kediamanku. Aku berjalan diantara
gedung pencakar langit. Aku hanya berjalan dan mengikuti arus keramaian yang
membawaku pada satu titik yang akan buat aku berhenti.



Betapa aku ingin mengatakan padamu, aku tidak berhenti
menulis tentangmu, tidak berhenti memandangmu dalam putaran sudut tubuhku,
tidak berhenti menghentakkan kaki hanya untuk meyakinkan diri ini, bahwa ada
sebuah titik yang akan buatku berhenti.



Aku berjalan dalam hujan yang bernyanyi. Iramanya tak cepat
jua, namun tak juga berhenti. Mengiringi tiap langkah kakiku yang mungil. Hujan
mulai mengaburkan titik tentangmu. Hujan mengaburkan dengan rintiknya membasahi
bumi.



Betapa kuingin katakan padamu bahwa matahari tak juga menuai
panasnya. Aku berharap sinarnya ampuh redupkan pagiku dan bulan kilaukan
malamku.



Tak ada yang ingin kukatakan saat aku ada pada titik itu.
Tak ada yang ingin kuberi saat aku ada pada titik itu. Lagi-lagi aku hanya akan
memandang dan menulis tentangmu.



Tak ada suratku yang tersampaikan padamu. Tak ada suaraku
yang terdengar dalam pilumu. Karena tak sedikitpun kau mendengar denting dalam
hatiku.



Saat aku mulai menangis, aku akan menangis dan kembali
menulis. Betapa aku tidak ingin berhenti dan segera menemukan titik itu. Karena
dari jauh pun aku dapat melihat dirimu. Buatku lega, bahwa kita berada pada
langit yang sama.



 





2 comments:

  1. hik hik hik hik..........huiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkk
    aku sakit nih spu, dateng dong ke rumah, nginep..mami lagi pergi nih

    ReplyDelete
  2. arghh...selalu saja kalo bukan kamu, si prasojo...sekali lagi, ini sebuah derita seorang wanita ditinggal kekasih...apakah kalian tidak mengerti...

    ReplyDelete