Saturday, July 7, 2007

Balada Embun Bantal dan Cumi-Cumi

Ini adalah kejadian nyata yang dialami embun bantal.

Di suatu pagi yang cerah, tersebutlah embun bantal yang sedang berjalan-jalan mengitari gank demi gank mencari warung sederhana.

Cari warung baru aahhh…

Bertemulah dengan idola barunya, warung murah meriah. Pilihan makan lagi-lagi cumi-cumi, bakwan, tumis kacang panjang. Semuanya memang selalu tampak perfect. Paduan makanan sempurna yang dimasak penuh kesadaran kalau sang pembeli Cuma punya duit pas-pasan.

Beberapa pembeli pria sempat meliriknya, tapi embun bantal dengan ge-er memutuskan kalau dia emang cantik. Tak heran banyak yang melihat…

Setelah makan, ia pun memutuskan untuk keliling kota metropolitan. Ke dua bank, ke supermarket, ke mall.

Kalau ada soundtracknya : Suddenly I See punya KT. Tunstall, itu lhoh…

Saat ia menyebrang jalan, ada pria yang sempat meliriknya. Semua suka melirik pada embun bantal hari itu…hihi…

 

Namun hari yang tampak sempurna itu selalu tiba-tiba berubah,

Setiba di kos, tubuh yang mulai kelelahan..huaammm..ngelirik ke kaca dan KYYAAAAAAAAAAAAAAA…bibirKUUU hitammmmm

tinta cumi-cumi masih menempel di bibir

 

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……………

 

Terpuruk jadi wanita….(soundtracknya : kla project..terpurukku disini…)

 

Sebuah Nasihat Bijak Embun Bantal:

jangan pernah makan cumi-cumi lalu memutuskan jalan-jalan muterin kota. CAMKAN INI, BAHAYA!! DON’T TRY THIS AT HOME!! INGAT, SELALU MAWAS DIRI…

Satu petang di bulan Juni 2007

“Siapa suruh datang Jakarta?”… “Siapa suruh datang Jakarta?”

 

Tiba-tiba lirik yang sering dinyanyikan kakakku terdengar keras ditelingaku, anjrit pasti saat ini si backbone lagi curi-curi chating ama orang Kuwait, ga tau adeknya hina bina gini…dalam hujan angin, petir yang menggelegar dan air hitam pekat disekelilingku…

Sambil berjalan ditengah-tengah banjir…damn, gini ya orang hidup disini…

dengan semangat membara, masukkan kaki ke jalanan yang sudah dipenuhi air hitam selutut….

Berjalan ditengah arus dan petir yang teriak-teriak ga jelas…

 

Cuma berharap, semoga jemuran di kos ga basah…

 

Hiks…

 

Aku ingat sebuah kata-kata ajaib, begini bunyinya:

“Tolong jelaskan kepada saya cara yang lebih ampuh daripada berusaha keras dan optimis sebagai bahan bakar kehidupan ini?”

Tuesday, July 3, 2007

Kisah Embun Bantal and the Backbones

(baca :kakak-kakaknya sebagai tulang punggung)

Pagi buta jam 6.00 WIB… maksudnya mataku yang masih buta.

Kakak 2         : Mik, kemarin kamu habis dari Gramedia ya…ini kok ada bungkus plastiknya. Kamu pasti beli novel lagi. Iyakan????

Embun Bantal  : Mana…ga kok….itu Cuma beli penggaris.

Kakak 2          : Kenapa kok plastik bungkusnya besar, pasti ini untuk membungkus buku. Kamu pasti beli lagi???

Embun Bantal   : Enggak kok, suwer itu beli penggaris.

Kakak 2           : Ga mungkin. Pasti penggarisnya hadiah dari beli novel.

Embun Bantal   : erghhh….

Kakak 2           : Nanti aku mau bongkar lemarimu, pasti banyak DVD dan novel. Aku kan ga tau kamu keluar kemana aja…

Embun Bantal   : Erghhh….

 

Malam suntuk belum makan, pkl 20.00

Embun Bantal  : Aku pulang….

(tidak berapa lama kemudian…)

Kakak 1         : Aku datang!!!

Kakak 2         : Mik kamu pulang meninggalkan remah-remah di jalan ya (melihat kedatangan kakak 1)

Embun Bantal  : ya enggak lah, dia kan datang2 sendiri.

Kakak 1          : Aku datang, kalian senang kan…(wajah polosnya yang gendut    tiba didepan pintu kamar kos)

Kakak 2          : Aku kan uda bilang Mik, kamu kalau pulang jangan sekali-kali meninggalkan remah-remah di jalan.

Kakak 2          : Aku juga sudah memperingatkan kamu, kalau kamu pulang,        hapus jejakmu biar ga diikutin.

Embun Bantal   : Ergh…

 

 

 

Berlatih Keselamatan Kebakaran dengan Backbones

Sehubungan akan maraknya kebakaran di pemukiman padat penduduk dimana tempat saya berada sekarang..Huhu nasib anak kos…periih….

Jadi malam hari ini, aku dan kakak ke 2 memutuskan untuk berlatih keselamatan jiwa dan harta benda jika terjadi kebakaran.

Step 1 : dengarkan seksama teriakan ‘kebakaran’, dengarkan lamat-lamat apakah ada 2 orang atau lebih yang mengatakannya. Satu orang belum cukup.

Step 2 : buka pintu dan perhatikan langit berwarna jingga dan asap mengepul atau tidak.

Step 3 : ambil senter

Step 4 : ambil tas laptop

Step 5 : masukkan laptop, ijasah, hp, charger, dompet

Step 6 : pikir-pikir lagi buat ambil bletzer, celana panjang hitam, dan satu kemeja untuk interview besok

Step 7 : pikir-pikir juga bawa sepatu hak apa ga

Step 8 : ambil pensil alis, lipstik, sisir…dan eye liner yang ini harus (you can live without it, its about your character)

Step 9 : pake jaket

Step 10 : jangan lupa mengunci pintu kembali

Step 11 : berdoa semoga TV, dvd, dan barang lainnya mengikhlaskan diri menjadi korban

Step 12 : kalau langit tidak berwarna jingga dan asap mengepul maka tutup kembali pintu dan tidurlah kembali, itu hanya aksi provokator yang tidak bertanggung jawab.

Step 13 : tapi lebih baik percayalah…

 

 

ROKOK, KOPI dan COWOK

CHAPTER 1

ROKOK

Dari Wikipedia Indonesia, Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Suku bangsa Indian Amerika yang mengenalkan rokok pertama kali. Mereka menggunakan rokok untuk keperluan ritual memuja dewa atau roh. Nah, pada abad 16 ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, mereka coba-coba merokok. Bedanya, orang Eropa merokok untuk kesenangan semata. Pada abad 17, para pedagang Spanyol masuk dan mulai menyebarkan kebiasaan merokok ke negara-negara lain.

Percaya banget deh rokok berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Kandungan nikotinnya bisa sebanyak 5%, berasal dari akar tembakau yang kemudian diakumulasikan ke daun. Nikotin ini ampuh sebagai insektisida. Pada konsentrasi rendah, nikotin bisa buat orang kecanduan. Nikotin akan menghambat imun tubuh melawan kanker. Tapi memang tidak menyebabkan sel-sel sehat jadi kanker sih…hanya saja peluang mendapat kanker lebih gampang daripada yang tidak merokok.

Bahaya lainnya rokok punya kandungan tar yang suka lengket di paru-paru dan karbon monoksida yang bikin oksigen ga bisa diiket dalam darah, terutama bagi perokok pasif. Tuh dia yang nyebelin, yang ga ngerokok jadi ikut2an dapet jatah sakitnya. Padahal hak setiap umat manusia untuk mendapatkan udara segar.

Perokok pasif memiliki resiko yang cukup tinggi atas kanker paru-paru dan jantung koroner, serta gangguan pernafasan dari sistem imun kita. Bagi anak-anak di bawah umur, terdapat resiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok.Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di US. Makanya WHO gencar banget larangan merokok, satu-satunya menyelamatkan umat dunia dari bahaya merokok adalah membuat area bebas asap rokok.

Di Indonesia sendiri larangan merokok sudah ada dimana-mana,  terutama di Jakarta. Salut juga terminal Blok M masih ada larangan merokok. Buat perusahaan rokok punya aturan maen juga. Mulai jam tayang iklan di televisi, larangan menampilkan produk rokok, efek rokok yang kudu ditempel di produk rokok, larangan menjadi sponsor di area institusi pendidikan dan masih banyak lagi. Perusahaan rokok ini emang punya tim kreatif yang jago-jago. Banyaknya peraturan, tidak membuat rokok kehilangan konsumennya. Sebut saja iklan A Mild, Djarum black, U Mild, X Mild, dll yang iklannya gampang diinget masyarakat kita. 

Yah apapun mereknya, seberapa kreatifnya tim marketing perusahaan rokok, kita tetap ga boleh lupa, rokok emang bikin awet muda. Sebelum tua, uda mati dulu.

 

KOPI

Tanaman kopi merupakan salah satu genus dari famili Rubiaceae. Genus kopi ini memiliki sekitar 100 spesies, namun dari 100 spesies itu hanya 2 jenis yang memiliki nilai ekonomis, yaitu Robusta dan Arabika.

Arabika adalah kopi yang paling enak ketimbang Robusta yang rasanya lebih pahit dan asam. Tapi ada lho kopi yang sangat mahal dari kalangan robusta di Indonesia, namanya kopi luwak karena dikumpulkan dari kotoran luwak.

Dari Wikipedia Indonesia, kopi adalah sejenis minuman, biasanya dihidangkan panas, dan dipersiapkan dari biji dari tanaman kopi yang dipanggang. Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi.

Awalnya kopi tidak diterima banyak orang, terutama pemuka agama konservatif. Bahkan ada aturan larangan masuknya kopi ke Mesir dan negara-negara Arab. Mereka menganggap efek kafein sangat merugikan bagi kesehatan tubuh. Di Amrik sendiri, kopi kurang diminati karena ga bisa menyaingi ketenaran alkohol. Tapi ya gitu…lama-lama, minat terhadap kopi berkembang pesat. Bahkan di Eropa, kopi jadi minuman populer di abad 17.

 

COWOK

Cowok atau sebutan ilmiahnya manusia berkelamin jantan, merupakan produk maskulin dari golongan manusia yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini. Organ seks mereka merupakan sebagian dari sistem pembiakan yang terdiri dari zakar, testis, vas deferens serta korda spermatik yang lain, dan kelenjar prostrat. (based on wikipedia lagi)

Sistem reproduksi lelaki berfungsi semata-mata untuk menghasilkan dan memancarkan air mani yang membawa sperma dan informasi genetik. Karena sperma memasuki rahim perempuan masuk ke tuba falopi untuk mencampurkan telur yang akan berkembang menjadi janin, sistem perkembangbiakan lelaki tidak memainkan peranan apapun sewaktu gestasi.

Cowok lebih banyak ngalamin penyakit ketimbang cewek. Umpamanya, cowok lebih sering mengalami autisme dan buta warna atau penyakit kelamin dibandingkan cewek. Sebagian penyakit terkait umur, seperti penyakit Alzheimer, lebih lazim di kalangan cowok.

Mereka punya tekstur kulit yang lebih kasar dibandingkan perempuan. Punya 9 otak dan 1 perasaan, sayangnya 9 otaknya sering ga jalan daripada 1 perasaan ini(hehe yang ini pendapat sendiri), mereka punya jiwa yang lebih kompetitif, punya kemahiran teknis lebih besar ketimbang cewek.

Dalam kehidupan nyata, budaya dan sistem dalam masyarakat pun sering berpihak kepada kaum ini. Makanya banyak kaum feminis yang ga terima sama streotype yang diberikan atas pengotakan pria dan wanita. Ck..ck..cowok…cowok..jadi demen nih…



CHAPTER 2

ROKOK

Rokok adalah produk egois yang diciptakan manusia, yang selalu mengatasnamakan kepentingan hajat hidup orang banyak.

Atas nama barang laknat ini, maka ribuan orang bisa hidup. Atas barang laknat ini pula, ribuan orang bisa mati. (hehe standart banget opiniku)

Yup, kenapa disebut barang laknat? Hmm hanya pengen berlebihan saja.(-.-’)

Perokok bisa saja tidak makan seharian, tapi tidak bisa untuk tidak merokok satu hari. Mereka bisa merokok dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun juga. Habis makan, sambil makan kacang, sambil minum kopi, ke kamar mandi, buang hajat, sampai sakit sekalipun. Saat berada dalam kegugupan, rokok seperti obat penenang bagi tubuh mereka.

mmm… mau ga mau tapi saya mau juga, saya selalu berada diantara kepulan asap rokok ini. Saat berada di jalanan, di bis, di tempat umum, bahkan tempat yang paling nyaman bersama teman-teman, rokok always be there for me.

Eits tunggu dulu, saya bukan perokok tapi kehidupan disekitar saya yang membutuhkan rokok setiap saat.

Rokok tidak pernah terhempas dalam kehidupan saya. Saya selalu menyukai orang-orang yang suka merokok untuk bisa saling bertukar pikiran dan saling menukar pikiran (halah…)

Kalau mau bersama mereka, ya harus mau dengan rokok mereka. Begitu kira-kira dalam otak saya. Jadinya saya lebih pasrah meski paru-paru saya sudah dipenuhi asap, mata mulai meringis kepanasan, dan kepala mulai pening.

Intinya, saya lebih menghargai momen-momen bersama mereka ketimbang memikirkan nasib kesehatan saya. Payah…

 

KOPI

Kopi sebuah produk pencahar yang memudahkan perut berkontraksi penuh guna menghadapi buang hajat di pagi hari cerah. Cara ini emang paling ampuh.

Tapi saya musti pilih-pilih kopi yang akan saya minum. Kopi hitam pekat bisa membuat jantung saya berdetak kencang dan perut mengencang kesakitan. Kalau sudah begini bukannya lancar buang hajat tapi pingsan di tempat bersama perut penuh hajat. Kyaa…pasti tubuh saya jadi ga enakan sama saya.

Bukannya perut saya kampungan, kopi memang tidak cocok untuk kebutuhan metabolisme tubuh saya. Kalau pengen ngerasain kopi, saya harus mencampurnya dengan banyak susu agar si perut bisa berkompromi. Bukannya jadi kopi susu tapi susu kopi.  

Nah seringkali saat saya sedang bercengkrama bersama peminum kopi, melati (baca:saya) bisa duduk bersama dengan arabika. Kalau sudah begitu mau gimana lagi, kopi ada disekitar saya juga.


COWOK

Sejak saya masuk kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, banyak banget perdebatan oleh teman-teman saya yang mengaku dari kalangan feminis.

Saya sampai capek mikirnya. Buat apa tho??

Toh saya masih kepengen barang saya dibawain cowok saya, diantar jemput, cuti menstruasi, cuti hamil, cuti melahirkan, mengurus suami, mengurus anak, pake daster, sambil nungguin suami pulang kerja.

Tapi atas dasar artikel ini yang menuntut saya sedikit mikir, maka saya akan mengemukakan pendapat saya : (emang pendapat yang mau kayak gimana sih mik…)

Obrolan dengan teman saya (cewek) yang tidak terima atas konsep konvensi antara pria dan perempuan membuat saya memutar otak, emang ada yang salah ya dengan pria?

Buat saya, ilmu sosial yang membahas soal gender dan feminis ga ada habis-habisnya. Daripada saya dimaki sama golongan feminis, which is mereka kebanyakan teman-teman di FISIP mending saya mengemukakan apa yang saya rasakan tentang cowok. (hehe mbulet)

Sejak berumur 16 tahun, saya mulai jatuh cinta dengan makhluk satu ini. Buat saya, pria seringkali buat saya lebih hidup. Makanya ga heran, 75% teman-teman saya berasal dari kategori makhluk ini.

Dalam sebuah acara pameran buku, saya merancangnya bersama 30 pria dan hanya 4 perempuan. Saya mengikuti organisasi politik, dengan 4 perempuan dalam angkatan saya. Saya bekerja dalam manajemen komunikasi bersama 20 pria dan 6 perempuan. Bersama 10 senior pria dan satu-satunya perempuan, kami berdiskusi sampai tengah malam menghadapi pekerjaan di ibu kota.

Mungkin ini masalah karakter saja. Saat saya bersama pria, saya tidak perlu memikirkan pakaian apa yang akan saya kenakan, sepatu apa yang saya pakai, atau bagaimana keadaan rambut saya. Atau bagaimana behave yang harus saya lakukan dan tidak. Saya bisa menjadi apa adanya diri saya dilihat.

Saat bersama teman perempuan, saya harus memikirkan semuanya.

“Mik, bedakmu putih banget jadi kayak topeng, kamu pake merek apa sih?”

“Sekarang jerawatmu banyak ya?”

“Rok mu tuh old school banget tau, kayak nenek-nenek”

“Kamu ga usah pake jeans itu deh mik, keliatan kurus banget”

Arghhhh…. Terkadang tuntutan perempuan terhadap saya yang perempuan membuat saya sedikit tertekan. Karena itulah saya lebih nyaman berada bersama pria.

Kehidupan ini memang lebih senang berpihak pada pria. Wanita memang dituntut lebih maskulin untuk menjalani kehidupan palagi dalam dunia kerja. Intinya, man are best friend for me. Ketika saya bersama para pria, itu membuat saya jauh lebih kompetitif dan berpikir keras untuk memahami dunia.

 

 

ROKOK, KOPI, COWOK

CHAPTER 3

Saya selalu berada diantara rokok, kopi dan cowok. Saya selalu membutuhkan ketiga items tersebut dalam kehidupan saya.

Mau saya maki-maki sebelah saya karena asap rokoknya mengarah ke saya, saya tetap saja disamping cowok yang sedang minum kopi tubruk…

Kadang-kadang kita perlu abaikan pengaruh negatifnya, buat saya pengaruh positifnya lebih banyak saya dapatkan.

 

That’s life dude…

 

Think like Sponge Bob donk…selalu berpikir positif…sekarang sponge bob lagi maen di tennis indoor senayan..huahauhauuu…



Friday, June 29, 2007

PERENUNGAN SOAL PEREMPUAN DAN PRIA

Ini adalah obrolan saya dengan temen saya yang feminis abis, mungkin bisa jadi perenungan…

Mik sorry ya baru kirim sekarang. Aku sibuk..hehehe. Btw soal obrolan kita kapan hari itu aku jelasin ya? Aku ga ngarep kamu setuju pemikiranku tapi ini yang aku baca dan pahami. Aku inget simone de beauvoir bilang perempuan itu cuma kaum kelas dua, si
Freud aja bilang cewe tu ga beguna karena ia tidak punya kelamin laki2. Alhasil banyak gerakan feminis yang muncul sampe aku baca jurnalnya Gadis Arivia.

Cewe kudu mapan lahir maupun batin. Di sisi lain aku setuju kita cuma kaum yang disisihkan tapi di sisi lain ga juga sih mik. Sodaraku bilang cewe mau gimana2 juga
buntutnya ya ke dapur,sumur, ma kasur. Ia udah ditekan dari banyak sisi.that's why men hate career-women.

Permasalahan yang kamu bilang kalo cewe yang mau hidup ma cowo kudu terima apa adanya aku kok agak gregetan ya. Habis kenapa ga dibalik mik, kenapa ga cowo yang mau hidup ma cewe itu kudu terima cewe apa adanya. Ga perlu ada fun,fearless female yang 'basi'. Jargon-jargon omong kosong di cosmopoltan yang buntutnya cuma ngajarin kita how to please guy in bed?! hate that!

Aku dredegan mik di sini jadi ga tertata habis disebelahku ada cowoknya. takut deh...hehehe

Mik, saat kita masuk ke jenjang perkawinan. Perhatikan deh esensi kamu sebagai Baiq Yasmin H sedikit2 luntur kalo suamimu namanya Bambang, yang muncul tu ibu Bambang bukan ibu Yasmin.

Yasmin tidur mungkin juga mati suri dengan rutinitas, pekerjaan rumah tangga, dan sebagainya. That's why aku harap calon suamiku ga biarin cita2ku pupus dan aku end-up like my mummy. Stereotipe ibu rumah tangga biasa yang pake daster,masak,dan nyusui bayi. Aku ga benci hal itu karena itu kodrat tapi yang aku benci adalah posisi kita yang ga bisa kita tentuin sendiri.

Maybe i'll end-up as regular house-wife. tapi i can asure you, aku ga akan biarin ke-dewi-anku habis, meratap dirutinitas keseharianku sebagai nyonya. Tanggapanmu mik?


Pendapat pribadiku.

Perempuan Cuma kelas dua? Emang! Aah…Itukan Cuma omongan si Freud soal psiko analisisnya yang payah. Lebih dari itu Wi, gimana kita berperan sebagai perempuan aja.

Emang ga mudah kalau kita terus banding-bandingin diri kita sama peran pria yang punya kedudukan lebih tinggi di sistem masyarakat dan budaya kita.

Sekarang aku tanya, kamu kalau dilahirkan kembali apa mau jadi pria?

Enak ya pria, bisa keluar rumah seharian, bisa bekerja sesuai keinginan, bisa melakukan apa saja yang diinginkan, bisa ga perlu mikirin perjaka atau tidak. Semua serba enak!!

Tapi apa emang betul, emang enak jadi pria?

Toh kamu seneng juga kan sama stigma di masyarakat, kalau pria harus bekerja dan punya tanggung jawab besar. Toh kamu juga seneng punya suami yang punya duit banyak dan bertanggung jawab pada keluarga. Sekarang coba kamu bayangin seorang pria yang lemah dan tidak bisa bertanggung jawab pada keluarga lalu diremehkan??

Mereka yang laki-laki kedapetan nasib seperti itu Cuma bisa diam. Ga banyak komen dimedia massa atau mengeluh ke LSM. Ya emang itu tuntutannya pria dimasyarakat. Yang ada adalah kita wajib memberi dukungan moril. Dibalik kesuksesan pria selalu ada wanita dibelakangnya. Dan aku rela berada dibalik kesuksesannya. Karena dia juga bakal jadi ayah dari anak2 kita. Bukan itu membanggakan.

Bayangin aja, suami yang harusnya sebagai pelindung ekonomi, pelindung keluarga semua diserahkan sama wanita. Kita semua pasti menyebutnya pria gagal. Ck..ck…sekarang kalau dibalik, ketika wanita ga bisa masak, ga bisa nimba sumur dan ga bisa bercinta dengan gaya hebat, apa dia disebut wanita gagal dalam masyarakat??? Si pria selingkuh? Ya pasti yang disalahin si pria.

Shit…bukannya aku membela kaum pria. Aku emang ga pernah setuju dengan gerakan feminis yang omong kosong.   

Makanya kita memang harus bagi2 tugas. Toh aku senang-senang saja kalau tinggal terima duit dari suami. Haha…

Kamu tanya : Kenapa ga dibalik, cowok harusnya bisa hidup dengan cewek apa adanya? Ntu dia Wi…beban yang diberikan kepada masyarakat jauh lebih besar dibandingkan yang diterima sama cewek itu. Karena itu dia selalu pengen jadi superhero dalam keluarga.

Apa sih eksistensi kita sebagai perempuan? Dapur, sumur ma kasur???

Kok aku kurang setuju. Ini hanya masalah mindset kita tentang diri kita sebagai perempuan. Dapur, sumur, kasur..aah…bukannya itu juga menyenangkan…

Jargon2 kosmopolitan. Siapa yang suruh baca? Ngapain diikutin. Tapi toh juga menyenangkan tau gaya-gaya bercinta. Nanti tinggal dipraktekkan..haha…Wi, semua yang kita lakukan dan kita mau jadi apa adalah pilihan kita. Mau jadi wanita rumah tangga saja atau plus wanita karier. Tuhan udah kasih kepercayaan ke kita sebagai perempuan.

Ibu kita memang terlalu sibuk mengurus suami dan anak2nya karena dia merasa punya tanggung jawab untuk mencintai keluarga sepenuh hati. Aku ngerasa peran itu justru keren banget. Biarkan pake daster dan bau bawang, tapi kamu ngerasa ga, satu-satunya orang yang peduli sama hidup dan matimu Cuma ibu kamu.

Betapa pun hanya dia seorang ibu rumah tangga, dia ga berhenti berdoa yang terbaik buat anak2nya dan ingetin tiap pagi, udah minum susu belum?? (duh, inget mamaku aku pengen nangis).

Aku selalu inget mamaku, tapi bapakku?? boro-boro, Cuma minta duit aja kali Wi, kasian banget ya bapak kita… bapakku sih, hehehe

Bukannya aku ga setuju dengan gerakan feminismu. Dari dulu aku emang ga pernah ngikutin kuliah gender, feminis, dan berbau-bau perempuan. Buatku masalah seperti ini Cuma diri kita yang bisa ngatasinya. Ilmu sosial mana ada yang bener sih Wi, yang ada Cuma salah dan pembenaran saja.

Sekarang aku nanya balik lagi ke kamu, kalau ada ibumu dianiaya sama suaminya, apa yang akan kamu lakukan?? Kamu pasti Cuma bisa diam dan berdoa. Mau lapor polisi, coba saja…

that’s life dude…

eniwei, kalau kamu bilang kamu feminis, mungkin aku jauh lebih feminis deh…arghh…

 

Thursday, June 28, 2007

Pagi lebih indah

Sebentar..sebentar….

Mungkin lampu ini sebentar lagi akan padam…

Coba beri api pada sumbunya, agar bisa menyala lagi…

Tapi minyaknya sudah hampir kosong

Tak perlu bingung …

Hmmm…coba pejamkan mata saja

Sebentar saja…

Pejamkan matamu

dan kau akan cepat bertemu pagi

Fajar akan menerangkan langitmu

Disana sinarnya jauh lebih terang dari lampu ini

Pejamkan mata saja

Sebentar saja…

 

Mataram, 20 November 2003

Monday, June 25, 2007

its about my jerk frend

Aku punya teman, bisa dibilang sahabat. Sebutlah namanya Jupri.

Dia adalah wanita yang hampir merusak hari-hari dalam kehidupanku dibumi ini. Aku mengenalnya kurang lebih 5 tahun lalu saat kami sama-sama duduk di kampus Surabaya.

Pertama kali kenal, ia menuduhku cewek manja, hura-hura dan tidak punya inisiatif. Dan aku menuduhnya wanita kasar yang suka bicara kotor dan sori jup, tuduhanku selalu benar.

Dia bisa buat aku teriak tertawa, tapi juga bisa buat aku teriak marah sampai menangis saking keselnya ma dia.

Aku masih inget waktu pertama kali kami mencanangkan akan membuat sebuah free mags dan dia menyerebot bagianku dan ga nyadar pula, dan kami pun bertengkar hebat dikantin.

Aku masih inget waktu kami bekerja sebagai web editor dan dia selalu menyebalkan karena sifatnya yang gampangin kerjaan dan dia menyebutkan si nona panik. Saking keselnya sama anak itu, aku bisa jutekin dia berhari-hari, sayangnya dia ga pernah nyadar…

Aku masih inget waktu kami harus nyebarin press release sebagai PR dalam sebuah project komunikasi dan saat kami semua sudah siap, dia baru memutuskan untuk mandi. Dan kami datang terlambat sampai lapangan…

Aku masih inget kami harus mengerjakan laporan dan saat aku sudah siap berangkat, dia baru mengerjakan laporannya. “nyantai po’o mik!!” begitu katanya lugas…

Aku masih inget pertengkaran demi pertengkaran kami, perang mulut, perang mata, perang dingin..perang demi peperangan…

Tapi herannya…

Dia, salah satu manusia dalam kehidupanku yang selalu memberi semangat hidup.

Dia selalu ada dalam kehidupanku…ga di Surabaya…ga di kota lain seperti sekarang.

Dia, salah satu temen dari angkatanku yang masih setia ber-sms, ber-chat, ber-telp dan tetap saja dalam ada pertengkaran.

Lebih dari itu…

 

Dia selalu ada setiap aku membutuhkan temen.

 

saat malam terakhir aku di Surabaya, dia yang membuat pesta perpisahan dan mengundang temen2ku.

Dia juga buat kenangan bersama terakhir di kota itu. Kami pergi sepanjang malam, makan, nonton, dan renang bersama.

Kesialan itu terus berbuntut panjang…

Saat aku mulai lelah dengan hidupku, dia bangunin aku lagi tentang mimpi masa depan kita…

Mimpi-mimpi menjadi wanita yang punya masa depan dan bisa sekolah lagi, belajar dan belajar sepanjang hidup kita…

 

Disaat aku mulai meragukan kemampuanku, ada kalimat dari mulutnya yang menyentuh sanubari…cieaaa

 

Saat kamu udah menentukan pilihanmu, kamu akan terus belajar mati-matian sampai tubuh kamu kurus kayak orang stress….itu bukan hal yang sulit buat kamu, dan kamu selalu bisa mewujudkannya..

 

Damn, kenapa kata-kata itu terucap dari mulut kampret kayak dia sih!

 

Buatku, Jupri ga hanya sekedar temen disaat aku tertawa, bersenang-senang, tapi juga temen buat bertengkar, temen buat disentimenkan, temen saat aku sedang terpuruk dan dia akan ‘memukul’ kepalaku saat aku mulai kehilangan arah tujuan.

 

Hmm tapi dia BUKAN teman dalam pekerjaan. Karena dia si tukang ga fokus dan gampangin kerjaan…argh…kami sudah mencapai kesimpulan untuk tidak bekerja bersama lagi…

 

dibalik makianmu, justikfikasi yang ceplas ceplos…I need you friend…I really need every single words out from your mouth…

 

 

Love you jup…

 

*kalimat terakhir jangan diindikasikan bahwa saya sudah berubah haluan penyuka sesama.