Aku punya teman, bisa dibilang sahabat. Sebutlah namanya Jupri.
Dia adalah wanita yang hampir merusak hari-hari dalam kehidupanku dibumi ini. Aku mengenalnya kurang lebih 5 tahun lalu saat kami sama-sama duduk di kampus
Pertama kali kenal, ia menuduhku cewek manja, hura-hura dan tidak punya inisiatif. Dan aku menuduhnya wanita kasar yang suka bicara kotor dan sori jup, tuduhanku selalu benar.
Dia bisa buat aku teriak tertawa, tapi juga bisa buat aku teriak marah sampai menangis saking keselnya ma dia.
Aku masih inget waktu pertama kali kami mencanangkan akan membuat sebuah free mags dan dia menyerebot bagianku dan ga nyadar pula, dan kami pun bertengkar hebat dikantin.
Aku masih inget waktu kami bekerja sebagai web editor dan dia selalu menyebalkan karena sifatnya yang gampangin kerjaan dan dia menyebutkan si nona panik. Saking keselnya sama anak itu, aku bisa jutekin dia berhari-hari, sayangnya dia ga pernah nyadar…
Aku masih inget waktu kami harus nyebarin press release sebagai PR dalam sebuah project komunikasi dan saat kami semua sudah siap, dia baru memutuskan untuk mandi. Dan kami datang terlambat sampai lapangan…
Aku masih inget kami harus mengerjakan laporan dan saat aku sudah siap berangkat, dia baru mengerjakan laporannya. “nyantai po’o mik!!” begitu katanya lugas…
Aku masih inget pertengkaran demi pertengkaran kami, perang mulut, perang mata, perang dingin..perang demi peperangan…
Tapi herannya…
Dia, salah satu manusia dalam kehidupanku yang selalu memberi semangat hidup.
Dia selalu ada dalam kehidupanku…ga di
Dia, salah satu temen dari angkatanku yang masih setia ber-sms, ber-chat, ber-telp dan tetap saja dalam ada pertengkaran.
Lebih dari itu…
Dia selalu ada setiap aku membutuhkan temen.
saat malam terakhir aku di
Dia juga buat kenangan bersama terakhir di
Kesialan itu terus berbuntut panjang…
Saat aku mulai lelah dengan hidupku, dia bangunin aku lagi tentang mimpi masa depan kita…
Mimpi-mimpi menjadi wanita yang punya masa depan dan bisa sekolah lagi, belajar dan belajar sepanjang hidup kita…
Disaat aku mulai meragukan kemampuanku, ada kalimat dari mulutnya yang menyentuh sanubari…cieaaa
Saat kamu udah menentukan pilihanmu, kamu akan terus belajar mati-matian sampai tubuh kamu kurus kayak orang stress….itu bukan hal yang sulit buat kamu, dan kamu selalu bisa mewujudkannya..
Damn, kenapa kata-kata itu terucap dari mulut kampret kayak dia sih!
Buatku, Jupri ga hanya sekedar temen disaat aku tertawa, bersenang-senang, tapi juga temen buat bertengkar, temen buat disentimenkan, temen saat aku sedang terpuruk dan dia akan ‘memukul’ kepalaku saat aku mulai kehilangan arah tujuan.
Hmm tapi dia BUKAN teman dalam pekerjaan. Karena dia si tukang ga fokus dan gampangin kerjaan…argh…kami sudah mencapai kesimpulan untuk tidak bekerja bersama lagi…
dibalik makianmu, justikfikasi yang ceplas ceplos…I need you friend…I really need every single words out from your mouth…
Love you jup…
*kalimat terakhir jangan diindikasikan bahwa saya sudah berubah haluan penyuka sesama.
maksuddd looooeeee??????
ReplyDeleteini muji or ngetrek-etrek???!!!!
wekekekekekekeek...i love you jup...kalo aku jadi cowok, mungkin aku mencintaimu...hehehe
ReplyDelete