Di tengah langit sore yang ranum ini,
tetangga kamar gw duduk dihadapan gw seperti membuat pengakuan.
Matanya berbinar-binar menatap gw yang sedang sibuk bersama neo (my laptop)
Tiba-tiba ia menanyakan pertanyaan yang menggelitik benak embun bantal.
Do you have a butterfly?
Pertanyaan ini sama seperti dilontarkan jupri ketika membacakan
artikelnya dalam kelas bahasa pagi ini,
have you done anything to fulfill your dream?
Dream
Bagaimana bisa semua orang sibuk membicarakan tentang mimpi,
dan sibuk mencari cara mengejar mimpi..
menemukannya dengan agresif..
sementara gw sibuk menikmati diri sekarang,
tanpa memikirkan apa-apa
atau lebih tepatnya tidak mengadakan sebuah mimpi untuk dikejar.
Gw sibuk dengan apa yang bisa gw jalani sekarang.
Gw sibuk menikmati semua yang gw alami setiap harinya.
Dan ketika Anto, temen dari Jogja datang ke kos gw minggu kemarin, dia juga bertanya,
"Jadi apa yang mau dikejar tahun ini?"
Gw sibuk mencari jawaban yang sebenarnya tidak benar-benar ada.
Do you have a butterfly?
Rasanya seperti kupu-kupu yang tiba-tiba muncul didalam dada
Yang sibuk berterbangan kesana kemari.
Dan dia berhasil meyakinkanmu bahwa ada mimpi yang harus kau kejar.
Si kupu-kupu ini telah menghidupkan mimpimu.
Gw mengamati bagaimana si kupu-kupu ini bekerja pada tetangga gw.
Dia memang seperti api yang kau nyalakan didalam tungku,
warna sumbunya masih merah menyala
warna itu akan terus menyala sampai pada satu titik, warnanya berubah.
menjadi biru tenang.
Sayangnya untuk menuju biru tenang itu memang tidak mudah.
Karena si kupu-kupu ini tidak terbang bebas.
Terlalu banyak semak yang belum kita tebas
untuk membuat jalan itu benar-benar bisa kita lalui.
Ga mudah membuat jalan baru
Sementara saat ini kita sibuk dengan jalan lama yang ga ada hubungannya dengan jalan baru.
Dan tetanggaku ini mulai mencari cara supaya si kupu-kupu ini terbang lebih leluasa
Gw cuma bisa berkata,
jangan biarkan si kupu-kupu ini terbang bebas tapi dia mulai mengaburkan identitas diri kita.
Karena kita sudah berada pada titik terjauh dari masa lalu.
Jangan sampai kita kembali pada masa lampau dan membuat nilai pada diri kita berkurang.
"Kau tidak bisa menjadi orang lain sementara kita sudah punya definisi tentang diri kita"
Gw memang tidak sepakat ketika seorang yang menginginkan beasiswa s2 kemudian dia keluar dari jalan lamanya
dan mengabaikan definisi mimpi itu sendiri bagi diri kita.
Siapapun yang punya uang bisa s2 atau siapapun bisa meraih s2.
Siapapun bisa meraih mimpi itu.
Tapi bagaimana menjadi s2 itu sangat bernilai dan menambah nilai identitas kita.
Itu poin paling penting.
tetap menjaga nilai diri kita.
Jangan menguranginya.
Jangan mempertaruhkannya dan keluar dari jalan lama hanya untuk membuat kupu2 ini terbang bebas tanpa kontrol.
Disatu sisi gw bersyukur tetangga kamar menemukan mimpinya.
Atau si jupri yang sibuk menjelaskan suatu saat nanti dia akan mewujudkan mimpinya.
Sementara gw terdiam
Do you have that butterfly, embunbantal?
terima kasih atas gugahannya.... ternyata aku tidak sendiri hehehehehhehehehe.. membayangkan bisa menjadi penyiar radio yang punya sekolah vokasi yang dimana kurikulumnya terbangun oleh para siswa untuk kepentingan siswa itu sendiri.... bagaimana para orang sukses mau sharing di sekolah tersebut... ups.. kok mengalir mimpi satu demi satu...
ReplyDeleteSebenarnya Aku sedikit bingung dengan tulisanku, krn ga diedit:p.
ReplyDeleteInti dari topik ini, kau boleh melakukan apa saja untuk
mewujudkan mimpi itu, tapi jangan sampai mimpi itu
merusak definisi diri kita yg sudah kita bangun bertahun2.
menurutku bagian itu juga sama pentingnya dengan mimpi.semangat mengejar mimpi :)
tulisanmu bagus spu, as always, selalu dalammm..
ReplyDeleteAku kutip yahhhh :)
Happy Monday spupuku!
sepertinya agak membingungkan spu..aku harus baca berulang2, habis langsung aku upload...tapi terimakasih spuuu...:)))
ReplyDeletepilihan katanya emang cantik2 sih, tapi rangkaiannya kadang ndak dimengerti... paling nggak olehku...
ReplyDeleteyah, emang akhir2 ini suka dibilang orang2 lemot sih... mungkin itu yang terjadi padaku saat ini...
but, reading your own comment, aku cuman pengen bilang :
terkadang, mimpi itulah yang membangun definisi diri seseorang. mimpi menjadi cerminan seseorang... buat aku sih, mimpi dan diriku adalah satu kesatuan yang nggak bisa dipisahkan. sama tak terpisahkannya dengan sebanyak apa effort yang dikeluarkan untuk making it come true. those things are what create me. :)
He eh kau benar jup.. Kalau mimpi itu menjadi satu kesatuan dalam diri kita.
ReplyDeleteKau juga tidak membiarkan kupu-kupu itu terbang bebas dan kau masih bertahan disini, mmm itu maksud komenku, emang sedikit mbulet:)