Once upon a time, there’s one girl with blondie hair wears blue dress. She live just like an ordinary people until she founded the strange rabbit. She tried to follow that bunny, but looks! She’s trap into the wonderland.
Oke STOP!
Berhenti membicarakan Alice in the Wonderland.
Begini, ini adalah pertanyaan embun bantal di masa kecil. Kenapa hanya ada Alice dan si kelinci bawel? Kenapa Alice harus ketemu salamander, pasukan kartu remi yang doyan marah-marah atau rimbunan bunga pesolek? Sekonyong-konyong Alice muncul di tengah pesta minum teh. Dan harus menemukan masalah bertubi-tubi. Tubuhnya tiba-tiba membesar sehingga tidak cukup masuk kedalam pintu. Ditengah masalah yang terus dihadapi, Alice tidak pernah berhenti mengejar kelinci itu.
Jujur saja, waktu kecil, Alice adalah salah satu film yang paling sering ditonton embun bantal. Yap dalam berbagai versi. Versi kartun Disney, versi filmnya, versi buku-bukunya. Masih ingat juga tentang negeri Oz. Yang itu lebih memusingkan lagi.
Ada beribu pertanyaan yang seakan-akan ingin meledak dalam pikiran (cieeaa, kecil-kecil uda stress).
Ada satu pertanyaan yang paling penting. Kenapa Alice tidak menemukan pangeran di negeri Wonderland, yang kemudian membangun istana dan hidup bersama happy ever after.
Alice hanya sibuk mengejar kelinci, seorang diri menjelajah dunia itu.
Lalu kemana si pangeran?
Tidak seperti Putri Aurora yang akhirnya bangun gara-gara dicium pangeran. Atau Cinderella yang lagi-lagi ditemukan pangeran tak lupa dengan kuda putih… dan jangan lupa, pangeran selalu keluar dari hutan. Sangat sensasional…
Jadi heran dimana-mana selalu ada pangeran yang sama. Jubah, sepatu boot, blondie hair dan kuda putihnya …
Dipikir-pikir pangeran itu playboy juga, dia ada disetiap dongeng…atau dia aktor terkenal yang memang lagi digemari saat aku kecil…hmm… jadi inget sama yayang, brad pitt
Bikin gregetan siapa dalang yang mencekoki anak perempuan tentang pria pirang dan kuda putihnya.
Oke-oke tenang embun bantal…tenang…
Memang sih karena merasa tidak sejalan dengan jalan cerita Alice, embunbantal selalu memutuskan untuk tidak membaca sampai selesai.
Sudah keburu dongkol saat Alice terlalu besar untuk masuk ke dalam pintu mungil, keburu dongkol melihat si kucing belang, atau aku lupa sebutan binatang yang tidak jelas itu yang berusaha memengaruhi Alice menentukan jalan, sudah kesal bukan kepalang melihat kelinci yang dikejar-kejar Alice yang ga ada juntrungannya.
Alice in the Wonderland menjadi dongeng yang tidak menarik buat embun bantal. Dongeng yang begitu saja dilupakan. Jadi tidak ingin menyelesaikan halaman terakhir dari bukunya. Jadi tidak ingin menyelesaikan filmnya, karena embun bantal tahu, tidak ada pria yang digemari putri-putri teraniaya itu.
Hmmm…
Lihat kedalam…
Terlalu banyak dongeng masa kecil yang dipenuhi dengan pangeran naik kuda putih (jaman itu belum ada mercy sih). Tapi suwer, bagian ini selalu yang dinanti-nanti. Dan ketika Alice tidak menemukan si pria pirang, cerita itu tidak lagi menyenangkan.
Sebenarnya Alice sudah memberi signal pada kita. Yap, bahkan sejak kecil.
Well, hey there’s no prince riding white horse. It’s only a jokes!
Alice in the Wonderland is not just any other fairytale. Dia bukan Cinderella, Putri Aurora, Putri Salju yang ‘baik dan teraniaya’. She’s an ordinary. She is just a person with nature characters who has a big curiosity. She tried hard to find that bunny. Then she has to face her problems, with mysterious things surrounds her. Simple kan…
She is not just any woman, but every woman, who just like the fairy tale hero! Yup, like us, with our own fairy tale.
Alice menghidupkan fantasinya. Alice membuat kisah petualangnya. Alice memutuskan mengejar kelinci dan harus menghadapi satu kisah petualang dan lompat ke kisah yang lain. Dia hanya punya satu tujuan, found the bunny.
I am not remembering the story certainly, but Alice told me everything about dreams. Kejarlah, meski kau tahu ada banyak masalah yang akan terus menghadang. Kau akan melompat dari satu kisah ke kisah yang lain. Tapi kau tahu, kau punya tujuan yang dikejar. Tidak mengapa ketika rambutmu terlihat berantakan, tidak mengapa betapa sulitnya menemukan kunci pintu kecil dan setelah kau sudah berhasil menemukan kunci, badanmu gantian yang tidak bisa masuk ke dalam pintu. Ya terkadang keadaan tidak seperti apa yang kita inginkan.
Tidak mengapa dalam perjalanan, kau tidak menemukan pria pirang. Dan kau malah menemukan orang-orang yang membuatmu terjebak, terjerembab, dan mempengaruhi cara berpikirmu. Dan pada satu waktu, kau akan bertemu orang-orang yang tidak kamu perkirakan.
Tapi satu yang tidak bisa kamu hilangkan begitu saja. Dalam keadaan apapun, jangan lupakan mimpimu, tujuanmu. Karena itu yang akan membuat penghubung satu kisah ke kisah yang lain.
Bermimpilah. Meski pada akhirnya Alice harus bangun dari tidurnya.
Diatas Vanya, my carpet, sambil ngantuk-ngantuk
04 March 2009
itu karena terpengaruh sama budaya patriarkis dan male chauvinisme kann.. yang sayangnya dianut oleh mayoritas masyarakat dunia atau bahkan para fanatikus agama yang hobi ngutip ayat sepotong2. Makanya ada poligami atau UU Pornografi. :p
ReplyDelete