Adalah satu kata penantian ketika langit mulai meredup
Adalah bahasa kerinduan saat rasa lelah mulai merayap tulang punggungmu
Adalah obat penenang disaat kepala menjadi bagian tubuh paling berat dan mata mulai menatap kosong
Aku tahu, hanya kata pulang yang bisa mencairkan perasaan terdalam
Di setiap hariku
Di setiap Isya ku
Pulang
Aku ingin pulang
Ketika sepatu steiletto sudah tidak sanggup menegakkan tegapmu
Ketika riasan wajahmu tak sanggup lagi membantumu tersenyum
Dan ketika tas di bahumu sudah menjadi beban terberatmu hari ini
Pulang
Kau hanya perlu mengganti sepatu merah itu dengan sepatu karet
Biarkan kakimu benar-benar menapak di bumi
Rapatkan jaketmu agar angin tidak memainkan tengkukmu
Ikat rambutmu, sudah selesai pertunjukan hari ini
Biarkan benakmu bermain sendiri
Tentang kata pulang
Tentang tempat terindah malam ini
Tentang perjalanan paling panjang malam ini
Dan Irene, aku pulang
Embunbantal, at pineaple garden, 07 april 2009
Jika kau butuh lentera tuk menerangi langkahmu.. datanglah ke gubukku... kan ku pinjamkan lentera itu...
ReplyDeleteKatakan bagaimana aku bisa memiliki lentera itu? Dengan menggadaikan siangku?
ReplyDelete