Sunday, March 30, 2008

Terlalu banyak bintang diantaramu

Terlalu banyak bintang di sekelilingmu yang buatku menoleh padamu

Memandangmu hanya sebuah keindahan

Dan aku tau bintang tak bisa disentuh, ia hanya terlalu indah dipandang

Aku mencoba menerangkan biruku saat hujan membasahiku

Agar aku tetap bisa memandangmu saat itu

Karena aku akan terus menganggapmu suatu yang indah dimataku

Aku pun mengingat-ngingatmu sebagai bintang hidupku

Mulai menyanyikan senandung hati untukmu

Aku pikir aku terlalu banyak memandangmu

Hingga aku lupa bahwa malam telah menggelayuti tubuhku

Dalam gelap itu, aku harap cahayamu jadi terangku

Dalam gelap itu, aku harap bintangmu dapat tampak lebih nyata meskipun diantara rintik hujan

Iya, tapi aku tahu malam semakin larut

Semuanya begitu gelap. Semuanya begitu dingin, dan semuanya begitu kelam

Memandangmu ternyata tak cukup melindungiku dari dinginnya malam

Memandangmu ternyata tak cukup membuatku aman diantara kegelapan malam

Aku masih harus jalan pulang buat bisa melindungiku

Karena aku tahu, aku bukan membutuhkan bintang.

Aku tahu aku sudah terlalu lama berjalan

Dan mengharap pada bintang kehidupan dapat terangi jalan pulang

Tapi ia terlalu jauh, ia hanya bisa dipandang.

Rasi bintangnya tidak tampak nyata.

Yang kubutuhkan bukan bintang, tapi lilin yang bisa terangi hati ini

Dan membawaku pulang ke rumah

Adakah lilin buatku pulang?


 


No comments:

Post a Comment