Terlalu banyak bintang di sekelilingmu yang buatku menoleh padamu
Memandangmu hanya sebuah keindahan
Dan aku tau bintang tak bisa disentuh, ia hanya terlalu indah dipandang
Aku mencoba menerangkan biruku saat hujan membasahiku
Agar aku tetap bisa memandangmu saat itu
Karena aku akan terus menganggapmu suatu yang indah dimataku
Aku pun mengingat-ngingatmu sebagai bintang hidupku
Mulai menyanyikan senandung hati untukmu
Aku pikir aku terlalu banyak memandangmu
Hingga aku lupa bahwa malam telah menggelayuti tubuhku
Dalam gelap itu, aku harap cahayamu jadi terangku
Dalam gelap itu, aku harap bintangmu dapat tampak lebih nyata meskipun diantara rintik hujan
Iya, tapi aku tahu malam semakin larut
Semuanya begitu gelap. Semuanya begitu dingin, dan semuanya begitu kelam
Memandangmu ternyata tak cukup melindungiku dari dinginnya malam
Memandangmu ternyata tak cukup membuatku aman diantara kegelapan malam
Aku masih harus jalan pulang buat bisa melindungiku
Karena aku tahu, aku bukan membutuhkan bintang.
Aku tahu aku sudah terlalu lama berjalan
Dan mengharap pada bintang kehidupan dapat terangi jalan pulang
Tapi ia terlalu jauh, ia hanya bisa dipandang.
Rasi bintangnya tidak tampak nyata.
Yang kubutuhkan bukan bintang, tapi lilin yang bisa terangi hati ini
Dan membawaku pulang ke rumah
Adakah lilin buatku pulang?
No comments:
Post a Comment