Surabaya, kemarin cukup menyenangkan. Gw belum cerita soal liburan kemarin… selain ketemu orang baru, gw ketemu beberapa teman lama. Senang karena mereka masih menyisakan waktunya buat gw.
Makan di stasiun gubeng, sama Asep n Wiwin, temen2 mengaduk lumpur dulu. Terakhir kali bareng Asep uda lebih dari satu tahun. Dan dia bilang kemarin, kl blog gw uda ga lucu lagi. Apa terlalu banyak kejadian serius yang terjadi dalam hidup gw ya sep.. Yap gw uda lama ga menangkap hal2 lucu dalam kehidupan yang begitu indah ini. Terlalu banyak pekerjaan yang membuat kita lupa bahwa diri kita perlu tertawa. But thanks anyway pal, you still read my blog till now.
Pada minggu itu pula, gw sempetin nyamperin bengkel. Ngobrol dengan orang-orang disana, gw ga gt banyak bicara saat itu. Hanya ingin menyapa semua orang yang ada disana, tanpa meninggalkan makna apapun. Gw seneng buat mereka melihat gw dengan senyuman. Tanpa harus bertanya, akankah gw kembali kesana? Seperti yang sudah sudah.
Another place, gw sempetin ke rumah mantan gw. Ketemu karyawan2 yang ada disana. Gw ngobrol ma mereka satu persatu. Gw sempetin ketemu ma nyokapnya, Ada banyak list pertanyaan yang dikasih ke gw, dan intinya kapan gw bisa bantu dia lagi. Adeknya yang bela2in mandi buat bisa ngobrol juga ma gw. Yap keluarga yang uda hampir ngisi waktu gw beberapa waktu lalu. Gw dan mantan ga pernah bilang ke mereka kl kita uda selesai. Mungkin tidak mau menyakiti perasaan orang2 disekitar kita yang berharap lebih ke kita. Waktu gw pamit pulang, adeknya yang baru umur 11 tahun itu mau nangis …Ooo tidak…not anymore…ga boleh ada yang nangis saat gw pergi. Ga boleh. Gw harus berakrobat dulu buat dia ketawa. Mantan gw ga bicara apa2 seharian. Tidak ada yang kita bicarakan. Tapi gw tau, pertemuan ini harus ada. Harus ada, agar semua tampak baik dan berjalan lancar.
Pada hari yang sama, gw ketemu dengan salah satu temen aktivis dulu. Waktu gw nyamperin kosnya, ada bayi laki-laki dalam gendongannya. Gw surprise setengah mampus. Temen seperjuangan dulu yang sama2 tidur di tikar, sama-sama berteriak tentang organisasi yang bikin kita berontak, dan sekarang uda punya bocah mungil. Seneng liat anaknya yang tampan kayak ibunya yang tampan, hehe. Dia banyak cerita tentang pengalaman hidupnya, tepatnya 2 tahun yang terlewati olehku, terlalu banyak kisah sedih tapi dia coba menceritakan dengan kegembiraan. Gw sedikit marah waktu dia cerita semua itu baru sekarang, kenapa dia ga pernah cerita apa2 saat ditelpon. Kenapa dia ga cari gw kalo dia butuh seorang teman. Gw pikir gw uda berjuang setengah mampus dengan kehidupan gw, tapi dia lebih banyak melalui masa-masa sulit itu. Waktu kita pisah, gw Cuma bisa meluk dia erat2.
Mantan gw sempet anterin gw ke bandara. Helm merah gw masih disimpannya. Dia ga gitu banyak bicara, hanya mencoba perhatian dengan jaket yang harusnya kupakai, supaya ga kedinginan. Di bandara itu adalah pertemuan kita yang terakhir. Gw menoleh ke belakang liat dia. Perpisahan, yap..ini hanya sebuah bagian dari hidup yang terus berjalan.
No comments:
Post a Comment