Lagi-lagi saya berada di tempat ini. Menunggu Jupri di Starbucks Sarinah. Dengan bangku yang sama kami duduk terakhir kalinya.
Masih dengan pakaian kantor, rok abu-abu dan cardigan hitam membalut turtle neck mocha yang saya kenakan didalamnya. Malam itu, riasan di wajah saya sudah memudar. Hanya sedikit eye shadow yang tertinggal di kelopak mata.
“Umur 25 tahun, ga mengubah penampilanmu ya mik?”, sapa Jupri saat dia mendatangi meja yang saya duduki.
Saya tidak memesan green tea bleended seperti biasanya. Iya, tanpa pesanan malam ini. Saya hanya duduk menunggu Jupri selesai meminum caramelnya dan membiarkan ia menghisap rokoknya dalam-dalam.
Udara malam itu dingin. Mungkin karena hujan sepanjang hari. Entahlah, malam itu benar-benar mendung bergelayut dengan rintik hujan tanpa koma. Saya jadi teringat kembali ketika seseorang pernah mengatakan, sebentar lagi angin akan membawa hujan ke Jakarta. Saat itu, saya hanya menganggap omongannya sambil lalu.
Tapi ternyata ia benar. Kali ini, ia meninggalkan hujan itu disini.
Padahal, ia pernah janji akan mencari cara menghapus mendung di langit Jakarta.
Sekelebat dialog yang pernah terjadi itu teringat kembali.
Saya memandang novel Tony Parson “Man and Boy”, yang saya bawa diatas meja, bersama asbak yang dipenuhi puntung rokok. Teronggok, menanti untuk dibaca.
Nanti malam ya… seakan-akan saya berbicara pada novel itu.
Sudah terlalu lelah untuk dipendam begitu lama. Pembicaraan malam itu tampak begitu emosional. Saking emosionalnya, saya hanya bisa menahan air mata.
“Manangislah”, Jupri bilang sambil mengusap rambut saya, sembari mendengarkan sebuah rasa yang menempa hati saya.
“Iya, beri aku waktu untuk menangis.” Saya tahu, Jupri sudah menjadi tong sampah dalam kehidupan saya. Setelah saya meninggalkan pesan offline lewat YM, ia tahu saya membutuhkannya malam ini.
Ada satu hal penting yang saya rasakan malam itu. Rasa kehilangan yang teramat besar menghinggapi diri saya.
Kalau saja saya bisa mengatakan perasaan kehilangan itu. Tapi saya tidak ingin mendramatisir sebuah perasaan.
Ini hanya masalah seseorang yang datang dan pergi. Begitu saja. Tidak ada penjelasan lain. Meski saya tahu, badan saya bergetar ketika mengucapkan kata kehilangan itu.
Malam itu, saya baru menyadari betapa pentingnya seseorang, saat orang itu benar-benar pergi.
Betapa dulu saya ingin mengatakan banyak hal kepadanya, namun sekuat tenaga saya menekan semua itu. Agar hanya saya saja yang mengetahui perasaan itu.
Malam itu pula, saya berjanji, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bersama seseorang, siapapun itu. Saya berjanji akan menggunakan waktu sebaik-baiknya dan menghargai waktu yang diberikan saat itu juga. Karena saya tidak pernah tahu kapan mereka akan pergi dari hadapan saya.
sepenggal episode embun bantal
:)
ReplyDeletenice story..
jadi, minggu ini bisa?
ReplyDelete;)
monyeeeddd...yang aku pesen judulnya FRAPPUCCINO JAVA CHIP. and one thing for sure, kamu ndak menceritakan perasaanmu yang sebenarnya kan sama aku that nite? ndak apa2, pelajaran buat kamu untuk true to urself... hell yeah, chase for ur dream huni. pursue ur happiness...
ReplyDeleteyap..just a story
ReplyDeletewekekekekkk..bukannya kemarin ituh semua apa yang gw rasakan...well, yeah..masalah gw, true to myself...always...
ReplyDeleteadith said to me do not take seriously what riki says...begitulah rik
ReplyDeletehahahaha...
ReplyDeletesialan tu Adith...
klo dgn menyendiri km bs melupakan ato ngrasa tenang, lakukanlah. jgn ngrubah sesuatu yg udah jadi kebiasaan kamu, msh inget sm dia? sbr aja ya, kl jdoh psti ktmu lg. pcy dh
ReplyDeletedisini lagi hujan trus mendung, aq bingung mw nulis tp ko gelap warnany. he2.. y udah bobo aja dl. aq cr penghapus dl buat bersihkan mendung di langit, he2.. ncdrm
ReplyDeleteKamu kok selera buku nya sama'an mulu sama saya sihhhhh
ReplyDeleteDiapain lagi sama Riki, Yas ... Biar gw potong tuh rambut kesayangannya sampai botak
ReplyDeletemelupakannya sama halnya berusaha mengingat nama orang yang belum pernah dikenal.
ReplyDeletekl jdoh psti ktmu lg
man and boy...udah baca man and wife belum? tony parsons keren banget emang...
ReplyDeleteeh spu kapan kita hunting fotooooooooo....hayuuukkk...
bagus!!! gw setuju!!!!!!!!!!!!!!! kapan rencananya lo mau botakin riki?? ;p
ReplyDelete