Friday, June 8, 2007

Peraturan Hidup Bersama 7 Pria asal Surabaya



 

1.      Harus bisa menyatukan insting 7 pria

Bersama 7 pria asal Surabaya dengan penuh congkak merasa kenal ibu kota.

Walhasil, dari Gambir menuju Rawamangun yang bisa ditempuh selama 1 jam berhasil ditempuh 5 jam. Kami berhasil mengelilingi bunderan HI  3 lap dalam satu malam. Sudah hampir Senin, yang tinggal 15 menit lagi nyampe Rawamangun, eh harus jemput mobil lainnya yang nyasar di Sarinah. Bukannya sampai Sarinah Sudirman, kita malah ke Blok M dan sempet nyenggol arah Grogol. Mulai sadar akan kebodohan tingkat tinggi, satu mobil berhenti di mall di Blok M sampai disusul mobil satunya.

 

2.      Choose the best option

Lagi-lagi karena para pria ini lebih suka memilih-milih dari sekian pilihan wisma ataupun hotel, maka 1 jam kita habiskan untuk berkeliling membanding-bandingkan harga hotel sampai juga ke hotel esek-esek dan disamperin germo. akhirnya mereka baru percaya sama saya, pilihan yang tepat adalah yang pertama. Pria biasanya tidak percaya sama omongan mahkluk berambut panjang (baca: saya)

 

3.      TIDAK DIIJINKAN TIDUR

Para pria menyenangi kehidupan bergadang. Saya berhasil tidur satu jam dan bangun, kemudian bisa tidur kembali 2 jam. Sedangkan mereka hanya tidur dua jam. Paginya jam 8 harus siap presentasi. menyia-nyiakan waktu istirahat... 

 

4.      SADAR KAMERA

Berbeda dengan kaum hawa, para pria lebih sadar kamera.

Setiap jalan, setiap detik. Di dalam mobil, waktu nyebrang jalan, makan di rumah makan, beli dvd, parkiran, bahkan sampai pada kemacetan menuju tol, semua tertangkap kamera.

Yang lucu sih, salah satu pria keluar dari mobil waktu macet untuk mengambil kamera di mobil satunya. Penumpang yang disatroni kaget bukan kepalang, bak bertemu si kapak merah.

Si pria ini juga hampir jatuh dari jurang pantai karena sibuk mengambil gambar.

para pria lebih keterlaluan dibandingkan wanita dengan senyum tiga jari. (untuk foto-foto akan menyusul)

 

5.      DUPLEX

     Istilah yang tepat dalam perjalanan kami selama 3 hari 2 malam. Menyelusuri jalanan ibukota, hebatnya selalu melewati dua kali jalur yang sama.

     Heran euy…bukannya bego tapi kayaknya itu aturan kalo mau berjalan-jalan di Jakarta. Muterin Senayan 2 kali, Slipi 2 kali, Senin 2 kali, Sudirman triple duplex, Monas double duplex, Patung Pak Tani duplex, Pancoran dua kali, Patung pembawa Pizza dua kali, semua serba dua kali..tapi kita asyik-asyik aja tuh didalam mobil.  Hasilnya dari kegiatan ini, saya tetep ga hapal-hapal Jakarta sampai sekarang. Kok bisa ya…

 

6.      JO JEK

Istilah bahasa bagi para udik yang datang dari Jawa

Kami menyebutnya Jo Jek (Jowo Jekerte). Perpaduan bahasa Jawa dicampur bahasa betawi. Istilah ini adalah penemuan kami setelah tiga hari muterin Jakarta dan terdampar disisi-sisi kota.

Aturan main :  semua lafal a bisa diganti e atau juga bisa diganti o semau kita, gampang kan…Seperti ini,

Eh lu pade kate nang endi (eh kalian semua mau kemana?)

Gue kagak eruh (aku ga tau)

Jekerte lues ye…giling, bedo karo Suroboyo…(Jakarta luas ya, gila, beda sama Surabaya)

Kite arep nang Anyer, seru pade neh…(kita mau ke Anyer,  seru bareng nih)

Tugu Pahlawan padhos punde ye? (tugu pahlawan dimana ya? Baca : logatnya pake betawi)

Wah ye ere enek ye…odonyo yo Pancoran choy!! (wah ya ga ada, adanya ya Pancoran, choy!!)

 

Alif comment : (temen kampus)

Sebelum tau bahasa Jo Jek :

Mik aku mendukungmu sebagai linguis-antropolog bahasa gaul kaum udik pertama di negeri ini.

(keterangan : Mik = Amik = Yasmin = embun bantal = saya)

 

Setelah tau bahasa Jo Jek :

Definisi kerenmu harus di-reset maneh ketoke, sakit kabeh… (definisi kerenmu harus di reset kayaknya, sakit semua)

 

Setelah diajak ngomong bahasa Jo Jek :

Stop talking like Betawian people…Not every words are suitable to be given ‘eh’ sufiks, please my dear!!

 

Mulai menerima bahasa Jo Jek :

Ji****t, opo iku ‘jajalen choy?’…kaco…bener2 sakit kayaknya. Ntarlah aq belajar kalo udah di Jakarta, disini malah dikiro wong mindring.

(kata kotor khas Jawa Timur, apa itu cobain choy?, kacau, benar2 sakit kayaknya. Ntarlah aku belajar kalau sudah di Jakarta, disini dikira orang sinting)

 

Keterangan : Alif menjadi inspirasi saya, enaknya kata kotor yang pas apa ya buat Jo Jek?

 

7.      CANGKRUK…TETEEEPPPPPPPPPPPPPP

Kalau yang satu ini tidak pernah terlewatkan bagi pria di Surabaya. Untuk CANGkRUUKkk (alias : nongkrong) biasanya dilakukan di pinggir jalan. Karena tidak menemukan tempat yang tepat, kita nyangkruk di café.

 

PERATURAN HIDUP BERSAMA 1 MAKHLUK BERAMBUT PANJANG (baca:saya)

Kenapa makhluk berambut panjang? Karena tidak satupun diantara mereka yang menganggap saya perempuan..ahiks…

1.      INVASI KRIM MATA

Saya berhasil membuat mereka tidur di jalan. Bagaimana caranya, heheh sales krim mata. Dengan memakai krim mata ini, mata yang sudah kepayahan bekerja akan terasa lembab dan dingin. Kesejukan itu juga dapat mengurangi penuaan dini. Untuk mencapai kesempurnaan khasiatnya, maka mereka harus memejamkan mata. Akhirnya ketiduran deh..hueheeehhe…terakhir pada ogah pake krim mata lagi…

 

2.      KLIK-KLIK

Permainan prime suspect diaplikasikan pada jalan ibu kota. Saya heran, 5 dari 7 pria ini berhasil dipengaruhi untuk game yang saya mainkan dirumah. Mencari simbol-simbol, seperti kipas (hotel Mandarin), Sofa (atas gedung Sarbini), Pohon Cemara (gantungan di mobil), Radio (bilboard iklan samsung). Semua berlomba-lomba menemukan simbol dengan cara berkata klik-klik…

 

3.      ABAIKAN KATA: JODOH

Untuk yang satu ini adalah aturan hidup bersama saya. JANGAN TANYAKAN JODOH SAYA ADA DIMANA. Tapi salah satu ayah dari para pria ini mengatakan : “Cepet dapet jodoh ya mbak”. Huhu…semua sukses menertawakan saya. Min…min…tuh didengeriiin….

 

 

2 comments:

  1. bwahahahahaha..ini thaa temen2mu Mik? astagaaa......
    jadinyah gimanakah malam itu? tour de Jakarta rame rame yaaaa..

    ReplyDelete