Seperti biasa setiap hari adalah hari sempurna bagi saya. Hidup adalah kenikmatan yang luar biasa. Namun lagi-lagi Tuhan saya selalu menciptakan suasana hidup lebih meriah…begini ceritanya…
Suatu hari bersama temen kakak, kami memutuskan hunting dvd jepang bajakan di Mangga Dua. Sip…sampai disana kami menemukan banyak dvd keren (baca : film yang castnya Takuya Kimura).
Dengan kalap, saya dan temen kakak membeli 7 serial drama berkompeten. Setelah belanja DVD, tiba-tiba perut minta diisi.
Karena bulan ini, saya deklarasikan sebagai bulan penghematan. Maka saya pun memilih warteg daripada Mc D yang harganya mencapai ongkos sehari.
Si temen kakak setuju karena dia pun sedang berhemat. Salah satu warteg di lantai ground menjadi pilihan kami. Nah…kisah seru ini pun dimulai…
“adek…silahkan mau makan apa?”, seru si ibu penjual berwajah etnis dengan sangat manis.
“apa ya, udang deh setengah porsi”, pikirku.
“sama cuminya satu aja, kasih kentang”, tambahku.
“wah adek pinter milih menu” Jawabnya sambil tersenyum lebar. (baca: harusnya dari sini aku udah mulai curiga)
Hal yang sama berlaku pada temen kakak, dia memilih satu porsi daging bumbu dan sayur pucuk ubi, setelah mendapat rayuan gombal kalo daging ini dimasak hingga mencapai keempukan sempurna.
setelah memilih menu, langsung nanya harga. eh, si ibu penjual ga mau kasih tau.
“Nanti aja, habis kalian makan dulu”, ujarnya penuh misteri.
Dua kali nanya, si ibu keukeuh bilang Rahasia.
Curiga tapi laper, jadi laper nya dulu yang didahuluin
Setelah makan, kita langsung ke ibu penjual, kecurigaan kita bener…
kita dikompasin sampe harga 66 RIBU RUPIAH untuk dua nasi putih dan dua teh botol rasa kuburan (baca: teh botol rasa melati).
Kaget bukan kepalang, saya pun bertanya tidak terima.
“lho bu, kok mahal banget sih???”
“ya namanya juga makan cumi, mana ada makanan yang murah sekarang. Cumi itu harga 5000., dan bla…bla”
Begonya saya ga nanya perincian …Cuma bisa gondok. Kalau dia kasih tau harga dari awal kita kan bisa nego pilihan menu.
Keseeel bukan maen..huhhhh
heloooo kita makan di warteg yang ga punya menu makan. Bener-bener Cuma bermodal etalase dan kursi empat biji. How come, harga bisa selangit.
Muka udah jutek waktu bayar, beeh…rasanya pengen cekik tu ibu curang…tapi super ego ku mengatakan padaku.
Udahlah mik, orang seperti itu, ga bakal awet rejekinya.Dia Sadar diingetin Tuhan, akupun menerimanya sambil nunggu kembalian.
Si ibu curang dikasih duit gede n kelimpungan cari kembalian, secara dia ga punya kembalian n minta uang pas.
Waktu nunggu kembalian, eh ada pembeli datang. Si ibu curang segera melupakan kembalian dan langsung mengarah pada si korban berikutnya. Dia melupakan KiTA yang udah BETE.
Karena benar-benar merasa dicurangi sejak tadi, pikiran pendek terlintas. aku harus menyelamatkan si korban berikut.
Dengan isyarat mulut, aku bilang ke mereka..MA…HAL…MA..HALLL….
Eh hal yang sama ternyata juga dilakukan temen kakak tanpa sepengetahuanku, MAHAL JANgAN BELi DISINI. Dengan isyarat lafal juga.
Dan seketika itu juga pembeli itu pun pergi…
Hehe…puas!!! SATU SAMA dengan si ibu curang…^^V
Si ibu curang pun merasa dipencundangi sama aku. Dia menangkap basah aku sedang menyelamatkan korban barunya.
“Adek ya…bawel amat. Ga kayak ibu ini diem” ( baca : ibu adalah temen kakak yang dianggep seperti ibu-ibu dan dia merasa tertohok dikatain ibu)
“Idih, emang saya ngapain????”, kataku berkilah
“Adek ngerusak dagangan saya”
“Yee…salah sendiri kasih mahal, udah mana kembalian saya??”, jawab saya beralibi yang ikutan meledak (><’)
“Udah bUUUU, mana kembalian saya”, timpal saya dengan mata melotot dan muka merah, waktu dia mulai nyerocos ga karuan.
Beruntungnya, ia tidak melihat modus yang sama yang dilakukan temen kakak. (baca: entah kenapa, saya dan temen kakak punya pikiran yang sama waktu itu. DENDAM KESUMAT)
Setelah bertengkar hebat dengan ibu curang itu. Kami pun bergegas pergi…
Sebenarnya saya merasa bersalah juga dengan si ibu itu. At least saya ga mau balas dendam, biar tangan Tuhan bermain. Saya kan pemain cantik. Tidak mau tangan saya terkotorkan dengan tindakan nista seperti apa yang dia lakukan terhadap saya.
Masalahnya, kok ada kesempatan.
Temen kakak mencoba membenarkan tindakan saya, bahwa saya ga salah. Si ibu itu yang memicu kita.
“Min, kamu ga salah. Hal yang ga fair bakal dapat hal ga fair juga.”
Tapi…yah…aku tetep aja merasa bersalah. Saya ga berhak melakukan itu. Entahlah sepanjang perjalanan, ga habis-habisnya membahas perbuatan ini, yang bisa dilihat dari dua sisi pandang berbeda.
1. Kejahatan, karena bikin si ibu curang tidak mendapatkan rejekinya hari ini
2. Kebaikan, karena udah menyelamatkan korban berikutnya dari tindakan kecurangan.
Sepanjang jalan kami mencari pembenaran demi pembenaran. Dan akhirnya saya pun berkata pada temen kakak,
“mbak…”
“ya…”
“Tuhan akan mengampuni hambaNya yang bertobat”
“ya bener juga”
Walhasil, setelah itu kita mensucikan pikiran, sholat. Minta ampun sama Tuhan.
HARI-HARIKU KEMBALI SEPERTI BIASA…BAHAGIA DAN PENUH SENYUMAN…
Dampak dari kejadian ini :
“Mbak, jus disini enak lho..tapi lebih murah es teh sih. Tapi lebih murah air putih di kos.”
…
“Min, aku ga jadi telpon di wartel, aku telpon di telpon umum aja.”
Kembali pada bulan penghematan…hiks hiks…
sepupu, hebaaaaaaaattttt!!!!!!
ReplyDeleteteruskan membasmi manusia manusia curang seperti ituuuuuuuu!!!
banzai! (eh apa sih harusnya?)
*sambil senyum jahat*
ReplyDeletemangga dua sbelah mana nih? sini2 coba tunjukin encik2 mana tadi yg nipu kamu kayanya dia perlu ketemu sama temenku yg namanya vandal..lengkapnya vandalisme wakakakakakkk
hoho, aku mulai belajar kejamnya ibukota...menyenangkan^^
ReplyDeletetemennya vepatu ya...(@@), hek ga nyambung
ReplyDelete