Wednesday, February 19, 2014

That I would be good

that I would be good even if I did nothing
that I would be good even if I got the thumbs down
that I would be good if I got and stayed sick
that I would be good even if I gained ten pounds

that I would be fine even if I went bankrupt
that I would be good if I lost my hair and my youth
that I would be great if I was no longer queen
that I would be grand if I was not all knowing

that I would be loved even when I numb myself
that I would be good even when I am overwhelmed
that I would be loved even when I was fuming
that I would be good even if I was clingy

that I would be good even if I lost sanity
that I would be good
whether with or without you


I always love you Alanis!! 

Thursday, November 28, 2013

catatan ke 30

Tuhan, usiaku di titik 30
Kalau aku ingin menatap dibelakangku,
seharusnya rasa haru aku berlutut pada Mu,
mengucapkan terimakasih.

Rasa manis dan pahit beradu saling mengetuk pintu hatiku
bahkan akal sehatku.
Mengatakan betapa kehidupan tidak pernah sesuai harapan
namun mengajarkan tentang harapan
Mengatakan betapa kehidupan tidak lagi penuh kesenangan
tapi mengajarkan tentang pemberian kesenangan.

Tentang berbagi, tentang ikhlas

Kalau itu yang kau ajarkan padaku kali ini,
aku tahu maka aku akan kembalikan pada Mu
dan harapan kehidupanku lebih baik lagi

Jika titik ini menjadikanku lebih belajar,
maka ajarkan aku menjadi lebih tulus dari sebelumnya.

Tuhan, terimakasih atas laki-laki kecil yang menjadi bahan bakar kehidupanku..

Dan pria peneman hidup saat ini yang sedang bertemu dengan Mu di tanah Mekah.
Titipkan pesanku tentang kehidupan ini padanya.

- catatan embunbantal, hari ke-20, bulan ke-10 tahun ke-30, Minggu,20 Oktober 2013-

Sunday, December 30, 2012

Berusaha untuk lebih hidup

Akhirnya sampai juga di penghujung tahun, saya juga tidak melewatkan menulis apa yang terjadi dalam diri saya selama di 2012. Ada banyak hal yang saya alami dan tentu saja lebih kepada perubahan dalam diri saya belakangan ini.


1. My job, my daily life

Awal tahun saya sempat bilang ke Ari, my best officemate.

“Kita harus berubah Ri, tahun ini atau kita tidak pernah berubah sama sekali”, begitu kata saya mengawali perubahan itu. Saya dan dia menghabiskan banyak waktu di kantor. Mungkin sepanjang hidup saya, dalam enam tahun belakang ini, dia orang yang paling lama menghabiskan waktu bersama saya.

Sama-sama menghadapi klien, sama-sama duduk sebelahan, sama-sama punya atasan sama dan dia orang Bandung sama kayak suami saya. Jadi kadang meskipun saya ga bisa bicara sama suami saya, saya suka anggap lagi ngobrol dengan Ari sama kayak ngobrol sama suami saya ;p

Kita berdua sama-sama memasukkan proposal job posting di kantor dan sepakat siapapun yang bakal jadi atasan diantara kita berdua, kita akan saling support. Senangnya bisa bersaing dengan teman-teman, khususnya dengan Ari. Melalui psikotes, wawancara dengan HRD, wawancara dengan atasan, semua dilakukan bersama dengan penuh tawa. Saya tidak merasakan persaingan sama sekali. Justru kebersamaan. Meski keputusannya jatuh ditangan saya. Sebulan kemudian Ari diangkat juga mengisi kekosongan jabatan.

Dan jadilah kita berdua di posisi yang sama saat ini.

Sama-sama memiliki atasan yang sama, sama-sama punya anak buah, sama-sama duduk bersebelahan dan dia tetap orang Bandung, persis kayak suami saya ;p


2. Looking forward my Passion

Tiga bulan lalu, thanks God saya bertemu dengan tim Rene. Membuka mata saya dan membuat saya terjaga untuk menyimpan dan menjaga terus api kecil di hati saya. Menemukan apa yang saya inginkan dalam karir itu tidak mudah. Dan bersyukur saya menemukan key word-nya. Saya berusaha untuk tidak tenggelam dalam rutinitas dan berusaha untuk belajar banyak hal. Tidak hanya masalah pekerjaan saja.


3. My 29th birthday

Ini adalah titik terendah dalam hidup saya, ketika memasuki tanggal 20 Oktober 2012 kemarin, saya sempat bertanya-tanya dalam diri sendiri. Apa benar kehidupan seperti ini yang akan saya jalani. Dulu saya selalu senang ketika menanti setiap tanggal 20. Membuat tulisan panjang tentang harapan-harapan saya. Namun di usia 29 tahun itu saya tidak bersemangat.

Saya hanya menganggap usia 29 hanya tentang melanjutkan kehidupan. Benar-benar hanya itu yang saya rasakan menjelang hari ke 20 itu.

Namun tepat tanggal 20, saya keliru. Saya menemukan kembali perasaan saya yang dulu. Memiliki perasaan seperti ini rasanya benar-benar luar biasa. Saya jadi lebih terlihat banyak melamun, tapi saya justru banyak berpikir. Saya banyak menghabiskan waktu menulis, bertukar pikiran dengan diri saya sendiri. Mencoba men-firm-kan kembali diri saya seutuhnya. Dan ini pasti sebuah proses yang panjang kedepannya.

4. My Rakheza

Buat saya, tidak ada yang lebih penting dari membuat bibirnya melengkung seperti bulan sabit. Saya jatuh hati pada anak ini. Namun krn terlalu sayang sama si kecil ini, saya sering lupa sama diri sendiri. Waktu itu dia tertidur dalam pelukan saya, berkali-kali saya bilang “I Love U” di telinganya. Tapi saya sadar, saya ga boleh posesif seperti ini, kelak usianya menginjak 18 tahun, dia akan pergi dari rumah, menjadi sosok manusia dewasa.
Setelah usianya 1 tahun kemarin, perlahan saya mulai melepasnya untuk bisa lebih mandiri.


5. Anniversary

Usia pernikahan kami sudah menginjak dua tahun Saya mengajak suami saya untuk berdua pergi ke Singapore dalam sehari. Pagi berangkat, pulang malam. Kami berjalan di taman, makan es krim wafel. Berjalan di sepanjang orchard dan makan kebab di pinggir jalan. Menghabiskan waktu di MRT. Saya lega bisa merayakan ulang tahun pernikahan

Tas kecil yang isinya cuma dompet, hp, bando dan pasport ;)

6. Being Ignored

Dulu saya sangat peduli dengan apa kata orang. Nanti ga elok dilihat orang, nanti ga pantes. Saya butuh pengakuan dari banyak orang sebagai status sosial. Tahun ini saya mulai sadar bahwa itu bukan prioritas utama lagi. Mungkin lebih pada, saya punya prinsip tentang menjalani kehidupan saya seperti apa. Bukan karena siapa-siapa. Tapi karena saya ingin menjalani apa yang saya anggap benar. Kedewasaan untuk menerima segala permasalahan dan hal-hal baru.

7. Home sweet home

Bagian menata rumah adalah hal yang paling saya suka saat mengisi hari libur. Namun karena si kecil, sering kali pekerjaan yang sudah dilakukan, jadi berantakan lagi. Tapi ya begitulah seninya menata rumah.

Beberapa bulan lalu, saya membeli lemari pakaian. Senangnya saya bisa nego habis buat beli lemari itu. Yang bikin seru, di dalam lemari ini, ada banyak variasi bentuk penyimpanannya. Lemari 6 pintu ini terdiri dari gantungan baju di setiap pintu, laci dimana-mana dengan bentuk bervariasi, tempat simpan underwear, atasan, dasi, kaos kaki, bahkan celana panjang. :)




Berusaha untuk lebih hidup. Itu pesan di 2012 ini..

Saturday, December 29, 2012

Si Otak Bayi yang brilian

Otak bagi manusia itu bagaikan chip komputer. Terutama pada saat lahir, otak bayi sudah memiliki sejuta juta sel otak,  yang biasa kita sebut neuron. Meskipun sejuta juta banyaknya, ukurannya begitu kecil hingga bisa ditaruh diatas kepala peniti. Dan apabila kita rangkai seluruh sel otak tersebut, panjangnya sama dengan perjalanan pulang pergi ke bulan... panjang bener ya..




Setiap sel otak itu punya ratusan bahkan ribuan tentakel mirip gurita, langsung ngebayangin chuka idako ;p dan masing-masing tentakel itu punya ribuan jamur. Istilahnya Spina Dendrit. Inilah titik penyambung antara sel otak satu dengan sel otak lainnya. Kemudian masing-masing jamur akan mengantarkan ribuan paket zat kimia, proses inilah yang disebut proses membawa pesan. Semua informasi baik setiap pemikiran, setiap pengalaman belajar dan setiap daya ingat.. disitulah berada :)

Ketika si baby berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia salah satu jamur bersambung ke cabang sel otak sebelahnya..begitulah seterusnya.

Proses ini seperti membentuk jejak atau jalan setapak berliku-liku..jadi bayangkan ada berapa jejak yang terjadi setiap otak bayi berpikir?? ratusan, ribuan, jutaan, miliaran.. ckckck

Otak manusia ibarat keyboard yang punya ratusan juta juta melodi..bisa dibayangkan otak akan punya berbagai perilaku dan kecerdasan yang berbeda-beda dan berjuta-juta..

Mustinya akan ada ribuan brilian lahir di muka bumi namun kenyataannya tak seorang pun yang pernah atau masih hidup menggunakan otak secara maksimal. :(



SI KIRI dan SI KANAN

Otak cenderung memisahkan aktivitas di belahan otak kiri dan di belahan otak kanan. Sementara si kanan aktif, si kiri akan istirahat. Begitu sebaliknya.

Si kiri sibuk dengan urusan logika, daftar, garis, kata, angka dan analisis.

Si kanan sibuk dengan urusan irama, warna, imajinasi, angan-angan dan “melihat gambaran secara menyeluruh”

Bayi, masih punya kemampuan membuat si kanan dan si kiri sama-sama bekerja maksimal.

Contoh si jenius ini mirip Leonardo Da Vinci, doi bisa nemuin teknologi di abadnya sekaligus seniman jenius atau Albert Einsten yang nemuin teori relativitas dan imajinasi struktur alam semesta. Seharusnya seperti inilah kerja otak yang dilakukan secara maksimal.

Imajinasi lebih penting dari hanya sekedar pengetahuan. Sebab pengetahuan terbatas sedangkan imajinasi merangsang kemajuan, melahirkan revolusi dan menemukan si penemu-penemu di dunia ini..
Lets think, bayangkan seorang pelari sprint.. dia menggunakan seluruh kemampuannya untuk mencapai garis finish.. tinggal kerahkan seluruh kemampuan badan, gerakkan kaki, tubuh dan tangan mengayun kencang menyelaraskan irama kaki..akhirnya si pelari bekerja maksimal mencapai garis finish.

Kemudian coba bayangkan jika si pelari hanya boleh menggunakan sebagian kemampuannya. Pergelangan tangan kanan diikat di pergelangan kaki kanan.. hasilnya.. bisa sih capai garis finish, Cuma ga okelah dari kecepatannya, gayanya dan konsentrasi terpecah pula..

Jadi bayangkan lagi dalam kehidupan sosial budaya Indonesia ramah tentram loh jinawi ini.. kita sebagai individu sosial, diharuskan menggunakan tangan kanan atas nama kesopanan da n etika...

...

...

 *ga mau jelasin lagi, ntar dibilang melecehkan budaya dan tradisi* ;p



Jadi apa yang harus kita lakukan pada bayi-bayi kita?

1. Pastikan perkembangan otak kanan sekaligus otak kiri sama-sama dilakukan maksimal, misal buatlah dia sedemikian tertarik dengna banyak subjek kehidupan dan topik sejak dini.. *jangan banyak larangan*  pengalaman sendiri :

“Aduh neng Yasmin, kasian si rakheza jangan dibiarkan dekat sama kucing. Kan kucing kotor. Nanti rakheza bisa sakit” *saya tetap kasih rakheza duduk kotor di halaman sambil main kucing, khawatir dicakar, tapi lebih banyak pasrah*



“Tahukah kalian bahwa dibalik keistimewaan topeng monyet, si monyet2 itu disiksa. Sehingga kalau kalian membiarkan anak2 tertawa dan menikmati si monyet.. bayangkan betapa teganya apa yang telah kalian lakukan”..*mlipir, ga jadi nonton topeng monyet, tapi tetap nyodorin rakheza ke monyet*


Saya berusaha tidak melarang anak saya melakukan berbagai kegiatan fisik dan mental. Membiarkan rakheza tanpa sandal lari di taman rumput meskipun kebayang ada duri, serangga, cacing *pasrah*, membiarkan rakheza mandi pakai air dingin, membiarkan rakheza memegang api, membiarkan rakheza memegang kepala si monyet, membiarkan rakheza membongkar rak buku dan lemari baju.

Kecuali naik motor berdiri didepan tanpa jaket. Kl ini prinsip saya yg ga pernah setuju membawa anak naik motor jauh2 dari komplek. (><)’



Apapun resiko dari semua itu, dia sudah melalui proses belajar.



2. Mendorong si bayi menggunakan kedua tangannya.

Saya meminta si mbak di rumah untuk membiarkan rakheza mengambil apapun dengan tangan apapun senyamannya. Kecuali bersalaman karena ini budaya kita, well..yeah..
Mengambil makanannya, mainannya, menunjuk barang, bye-bye.. apapun senyaman rakheza.


Jadi ini yang saya lakukan selain tetap berdoa semoga anak saya menjadi anak pintar dan cerdas :)

Cukup disini dulu sharing soal si otak baby.. taken from book Brain Child pastinya, tapi saya coba tulis di blog ini agar saya ga lupa komitmen mengajarkan kepada rakheza dengan cara saya sendiri. Bukan budaya yang sudah biasa diturunkan orang tua kita.



at Valencia's Secret, 30th December 2012

Friday, December 7, 2012

remembering my pregnancy

Kangen saat-saat hamil dan breastfeeding dulu, jadi pengen simpan foto2nya di blog ini juga..
gpp kan narsis dikit :)

















Hei Rakheza!

Jalan-jalan sore di komplek itu bagian yang paling menyenangkan buat rakheza..
Doi suka uring-uringan kalau cuaca sore hujan.. hihi

Dan foto kali ini, lihat muka jailnya.. minta digigit.. ergh








Monday, November 26, 2012

little rakheza

Ini muka rakheza yang campur aduk saat dipasangin kupluk baru kemudian mewek pas dipaksa pakai kacamata..
betenya minta ampun..

hihi...