Tuhan, usiaku di titik 30
Kalau aku ingin menatap dibelakangku,
seharusnya rasa haru aku berlutut pada Mu,
mengucapkan terimakasih.
Rasa manis dan pahit beradu saling mengetuk pintu hatiku
bahkan akal sehatku.
Mengatakan betapa kehidupan tidak pernah sesuai harapan
namun mengajarkan tentang harapan
Mengatakan betapa kehidupan tidak lagi penuh kesenangan
tapi mengajarkan tentang pemberian kesenangan.
Tentang berbagi, tentang ikhlas
Kalau itu yang kau ajarkan padaku kali ini,
aku tahu maka aku akan kembalikan pada Mu
dan harapan kehidupanku lebih baik lagi
Jika titik ini menjadikanku lebih belajar,
maka ajarkan aku menjadi lebih tulus dari sebelumnya.
Tuhan, terimakasih atas laki-laki kecil yang menjadi bahan bakar kehidupanku..
Dan pria peneman hidup saat ini yang sedang bertemu dengan Mu di tanah Mekah.
Titipkan pesanku tentang kehidupan ini padanya.
- catatan embunbantal, hari ke-20, bulan ke-10 tahun ke-30, Minggu,20 Oktober 2013-
No comments:
Post a Comment