Otak bagi manusia itu bagaikan chip komputer. Terutama pada saat lahir, otak bayi sudah memiliki sejuta juta sel otak, yang biasa kita sebut neuron. Meskipun sejuta juta banyaknya, ukurannya begitu kecil hingga bisa ditaruh diatas kepala peniti. Dan apabila kita rangkai seluruh sel otak tersebut, panjangnya sama dengan perjalanan pulang pergi ke bulan... panjang bener ya..
Setiap sel otak itu punya ratusan bahkan ribuan tentakel mirip gurita, langsung ngebayangin chuka idako ;p dan masing-masing tentakel itu punya ribuan jamur. Istilahnya Spina Dendrit. Inilah titik penyambung antara sel otak satu dengan sel otak lainnya. Kemudian masing-masing jamur akan mengantarkan ribuan paket zat kimia, proses inilah yang disebut proses membawa pesan. Semua informasi baik setiap pemikiran, setiap pengalaman belajar dan setiap daya ingat.. disitulah berada :)
Ketika si baby berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia salah satu jamur bersambung ke cabang sel otak sebelahnya..begitulah seterusnya.
Proses ini seperti membentuk jejak atau jalan setapak berliku-liku..jadi bayangkan ada berapa jejak yang terjadi setiap otak bayi berpikir?? ratusan, ribuan, jutaan, miliaran.. ckckck
Otak manusia ibarat keyboard yang punya ratusan juta juta melodi..bisa dibayangkan otak akan punya berbagai perilaku dan kecerdasan yang berbeda-beda dan berjuta-juta..
Mustinya akan ada ribuan brilian lahir di muka bumi namun kenyataannya tak seorang pun yang pernah atau masih hidup menggunakan otak secara maksimal. :(
SI KIRI dan SI KANAN
Otak cenderung memisahkan aktivitas di belahan otak kiri dan di belahan otak kanan. Sementara si kanan aktif, si kiri akan istirahat. Begitu sebaliknya.
Si kiri sibuk dengan urusan logika, daftar, garis, kata, angka dan analisis.
Si kanan sibuk dengan urusan irama, warna, imajinasi, angan-angan dan “melihat gambaran secara menyeluruh”
Bayi, masih punya kemampuan membuat si kanan dan si kiri sama-sama bekerja maksimal.
Contoh si jenius ini mirip Leonardo Da Vinci, doi bisa nemuin teknologi di abadnya sekaligus seniman jenius atau Albert Einsten yang nemuin teori relativitas dan imajinasi struktur alam semesta. Seharusnya seperti inilah kerja otak yang dilakukan secara maksimal.
Imajinasi lebih penting dari hanya sekedar pengetahuan. Sebab pengetahuan terbatas sedangkan imajinasi merangsang kemajuan, melahirkan revolusi dan menemukan si penemu-penemu di dunia ini..
Lets think, bayangkan seorang pelari sprint.. dia menggunakan seluruh kemampuannya untuk mencapai garis finish.. tinggal kerahkan seluruh kemampuan badan, gerakkan kaki, tubuh dan tangan mengayun kencang menyelaraskan irama kaki..akhirnya si pelari bekerja maksimal mencapai garis finish.
Kemudian coba bayangkan jika si pelari hanya boleh menggunakan sebagian kemampuannya. Pergelangan tangan kanan diikat di pergelangan kaki kanan.. hasilnya.. bisa sih capai garis finish, Cuma ga okelah dari kecepatannya, gayanya dan konsentrasi terpecah pula..
Jadi bayangkan lagi dalam kehidupan sosial budaya Indonesia ramah tentram loh jinawi ini.. kita sebagai individu sosial, diharuskan menggunakan tangan kanan atas nama kesopanan da n etika...
...
...
*ga mau jelasin lagi, ntar dibilang melecehkan budaya dan tradisi* ;p
Jadi apa yang harus kita lakukan pada bayi-bayi kita?
1. Pastikan perkembangan otak kanan sekaligus otak kiri sama-sama dilakukan maksimal, misal buatlah dia sedemikian tertarik dengna banyak subjek kehidupan dan topik sejak dini.. *jangan banyak larangan* pengalaman sendiri :
“Aduh neng Yasmin, kasian si rakheza jangan dibiarkan dekat sama kucing. Kan kucing kotor. Nanti rakheza bisa sakit” *saya tetap kasih rakheza duduk kotor di halaman sambil main kucing, khawatir dicakar, tapi lebih banyak pasrah*
“Tahukah kalian bahwa dibalik keistimewaan topeng monyet, si monyet2 itu disiksa. Sehingga kalau kalian membiarkan anak2 tertawa dan menikmati si monyet.. bayangkan betapa teganya apa yang telah kalian lakukan”..*mlipir, ga jadi nonton topeng monyet, tapi tetap nyodorin rakheza ke monyet*
Saya berusaha tidak melarang anak saya melakukan berbagai kegiatan fisik dan mental. Membiarkan rakheza tanpa sandal lari di taman rumput meskipun kebayang ada duri, serangga, cacing *pasrah*, membiarkan rakheza mandi pakai air dingin, membiarkan rakheza memegang api, membiarkan rakheza memegang kepala si monyet, membiarkan rakheza membongkar rak buku dan lemari baju.
Kecuali naik motor berdiri didepan tanpa jaket. Kl ini prinsip saya yg ga pernah setuju membawa anak naik motor jauh2 dari komplek. (><)’
Apapun resiko dari semua itu, dia sudah melalui proses belajar.
2. Mendorong si bayi menggunakan kedua tangannya.
Saya meminta si mbak di rumah untuk membiarkan rakheza mengambil apapun dengan tangan apapun senyamannya. Kecuali bersalaman karena ini budaya kita, well..yeah..
Mengambil makanannya, mainannya, menunjuk barang, bye-bye.. apapun senyaman rakheza.
Jadi ini yang saya lakukan selain tetap berdoa semoga anak saya menjadi anak pintar dan cerdas :)
Cukup disini dulu sharing soal si otak baby.. taken from book Brain Child pastinya, tapi saya coba tulis di blog ini agar saya ga lupa komitmen mengajarkan kepada rakheza dengan cara saya sendiri. Bukan budaya yang sudah biasa diturunkan orang tua kita.
at Valencia's Secret, 30th December 2012

No comments:
Post a Comment