Thursday, May 1, 2008

Perempuan Jawa…

Ada ya konsep jawa, ntah dari mana sumber bukunya, salah satu teman kuliah saya, sempat berbagi cerita kepada saya. Begini konsep perempuan jawa…

Seorang perempuan hidup sesuai kodratnya. Dia akan jadi istri dan ibu dari anak2nya

Seorang istri akan mengikuti suaminya, mengasihi dikala dekat, menjaga dikala jauh, menentang dikala suaminya berucap yang tidak di porsinya

Seorang perempuan memegang trah keturunan, bukan lelaki. Jadi perempuan yang baik akan melahirkan anak2 yang baik

Anak yang tumbuh dengan cara yang buruk adalah tanggung jawab seorang ibu dan ketidakmampuan tempaan seorang ayah

Hidup perempuan jawa sama halnya dengan lelaki, semua berasal dari satu titik. Darma dan Karma.

Darma adalah semua tingkah, ucapan, dan batin yang kamu terapkan sehari2 menuju kebaikan. Jika kamu berdarma yang baik, karma yang muncul juga baik

Karma adalah akibat yang kamu dapat dari semua polah, batin, dan ucapan

Perempuan derajatnya lebih tinggi daripada lelaki, karena dia punya harta tak ternilai dari Tuhan di dalam tubuhnya

Di tubuhnya dia punya "kehidupan" aka womb aka rahim

That's why hiduplah sesuai darma dan karmamu karena sesungguhnya hidup itu mengulang sesuatu yang sudah ada sebelumnya. kamu bisa jadi mengulang hidup salah satu individu di keluargamu. Makanya dalam satu trah keluarga ada yang cerita hidupnya mirip

Kamu yang generasi baru harus memperbaiki kesalahan yang dilakukan pendahulumu...karena hidup itu hanya sebuah pengulangan

Alias reinkarnasi...Islam tidak kenal reinkarnasi

tapi itu yang terjadi...

Makanya kadang kita suka ngerasa dejavu

Perempuan yang tidak menikah dinamakan "madat" menyalahi kodrat…perempuan yang berjuang untuk hidupnya harus paham bahwa di satu sisinya ia bukan memperjuangkan eksistensi dirinya tapi secara tidak sengaja dia mencoba memperbaiki hidup keturunannya sebelumnya

Kesalahan yang terjadi dalam hidup adalah lecutan yang harus di perbaiki oleh keturunan-keturunanmu selanjutnya. Kamu yang mengalami harus menyucikan diri. Caranya mudah....dan ini diakui dalam islam "tobat dan ikhtiar”.

Tulisan ini bikin saya sedikit merenung…

*Ding

atau merinding ya...

7 comments:

  1. rasanya ada di novel vira basuki dech, tapi aku lupa judulnya yang mana

    ReplyDelete
  2. huahahahahahahaha..si dewi nih yang ngomong....

    ReplyDelete
  3. Aku ada dan baca buku judulnya "Perempuan Jogja".. Tapi kayaknya gak ada kutipan itu, ato aku aja yg lupa..

    ReplyDelete
  4. Hmm,... gimana ya? Saya rasa sekarang sudah mulai berubah kok. Di rumah, aku sama istri bekerjasama. Aku juga lihat demikian para tetangga. Nggak tahu, kalau di golongan atau daerah lain.

    ReplyDelete
  5. setuju!!! konsep kompromi dan kerjasama itu yang paling penting saya rasa...tapi belum tau juga ada aspek2 lain...

    ReplyDelete
  6. Hmm... Kalau reinkarnasi dalam konsep Hindu emang islam gak kenal istilah itu, cuma kalau diartikan "reinkarnasi" adalah dibangkitkan kembali, maka di padang Mahsyar ntar kita emang "direinkarnasikan". Jadi emang perbedaan tajam antara konsep reinkarnasi Hindu dengan Islam.

    Ini ada link tentang reinkarnasi :
    http://media.isnet.org/sufi/Opini/Reinkarnasi.html

    Oh ya, mengenai de javu, gw pikir itu gak ada hubungan darah ama reinkarnasi. De ja vu emang gak bisa diterjemahkan secara ilmiah oleh pengetahuan, oleh karenanya sering dihubung-hubungkan dengan reinkarnasi.


    hhmm.. kalo soal dharma dan karma, ada sedikit irisan konsep dengan Islam. Masih inget hadis Nabi yang bilang, "man Jadda wa jada" (siapa yang menanam dia yang memetik). Trus ada lagi dalam hukum Islam yang disebut, "Qishash". Tentang hukum Qishash bisa baca disini http://id.wikipedia.org/wiki/Qishash
    Oh ya, ada juga cerita Nabi Muhammad yang dimintai Qishash oleh seseorang... tapi kepanjangan keknya ceritanya klo ditulis disini.. :P

    Anyway, masih ada gak perempuan jaman sekarang yang megang konsep "perempuan jawa" ini?

    ReplyDelete