Saturday, May 24, 2008

Breaktrough, break the mediocrity

Sabtu lalu di Segarra Ancol, one heaven on earth, baru saja menjadi tempat ajang malam penganugerahan Cakram Award 2008. Ajang ini justru lahir awalnya di saat krisis moneter menghantam bisnis komunikasi tahun 1999. Disaat belanja iklan menyusut, mereka harus terus melahirkan kreativitas-kreativitas. Maka lahirlah penghargaan bagi teman-teman di dunia periklanan.

Ajang bergengsi ini mengusung tema Breaktrough. Hmm kenapa memakai istilah ini ya?

Persiapan teman-teman majalah Cakram juga cukup solid. Sebelum acara penganugerahan award berlangsung, Cakram menyelenggarakan 3 rangkaian seminar yang menghadirkan pakar periklanan yang cukup punya reputasi. Sebut saja teman-teman dari Ogilvy Beijing, JWT Indonesia, MORE Indonesia, Octocomm, DesignBrige London, Landor Dubai dan banyak lagi. Topik-topik yang diangkat juga yang paling up to date, diantaranya mobile marketing, solusi mengawinkan kreatifitas dan efektifitas dalam pemasaran dan iklan hingga destination branding.

Konsep breaktrough inipula yang akan menjadikan kriteria penjurian memilih pemenang. Tidak harus yang ter-ter (terbanyak, terindah, terbesar…) tapi dilihat sepak terjangnya untuk menjadi lebih unggul.

Kategori award diantaranya : perusahaan makanan/minuman, otomotif, telekomunikasi, jasa keuangan, jasa non keuangan, kebutuhan konsumen, elektronik, PR Agency, Ad Agency, PH, surat kabar, stasiun radio, stasiun TV, tabloid, majalah, news portal, TVC, Radio Ad, Print Ad, kampanye komersial (ATL) dan non komersial (PSA), kampanye BTL, insan media, client service, pengarah kreatif, brand product/marketing manager.  

Sayang saat pemilihan pemenang kategori pengelola surat kabar, Kompas kalah, dan tersaingi dengan Seputar Indonesia. Salah satu teman sempat menanyakan kenapa si rising star ini bisa menang? Yap mereka memang bekerja keras untuk menjadi si remaja 17 tahun. Dan ga bisa dianggap remeh dari kelahirannya, 2-3 tahun belakangan ini. Bisa dibilang daya juang dan pemetaan pasar serta implementasinya dilapangan, patut diacungin jempol.

No comments:

Post a Comment