Wednesday, May 6, 2009

a nite

Ketika malam semakin larut, ketika saya mau ga mau harus melalui lorong gelap itu sebagai bagian dari kehidupan saya setiap hari. Ketika perjalanan saya hanya ditemani tikus-tikus got yang ikut menyelusuri jalan yang sama dengan saya. Atau ketika terdengar bisikan pasangan yang berusaha mendefinisikan ‘dunia hanya milik mereka’. Ketika hanya rumah-rumah kosong tanpa penghuni menemani perjalanan.

Kadang saya berpikir hal terburuk yang bisa saja terjadi Saya tidak pernah tahu. Dan apa yang musti saya lakukan ketika itu terjadi. Well yeah saya tidak berpikir terlalu jauh sampai disana.

Namun ketika ketakutan itu terjadi dan seluruh keberanian itu harus muncul di setiap malam saya melewati gang itu, yang saya tahu, apa yang terjadi, terjadilah. Dan langit malam akan menjadi saksi dari semua kejadian. Saya tidak bilang saya terlalu berpasrah dengan keadaan. Atau saya sok keberanian buat melewati gang itu. Hanya berusaha menjadikan kegelapan bagian dari bumi ini. Itu saja.

Mungkin karena sok keberanian sih, mungkin..atau efek sebilah pisau yang sudah pernah berada di leher saya atau parang yang siap menebas kepala saya dulu. Yah, bisa jadi. Hanya ada yang pertama, ada yang kedua, tidak pernah tahu ada yang ketiga.. Tapi bisa jadi karena sok keberanian itu tadi


Selamat malam embunbantal…nite

No comments:

Post a Comment