Kakak Cuma bisa menyebut istighfar ketika kontraksi buatan mulai bereaksi di dalam rahimnya. Dan aku hanya bisa memegangi kakinya. Keringat dingin mulai membasahi pakaiannya. Wajah pucat pasi dan butir-butir keringat bermunculan di keningnya. Memandangnya sedang kesakitan membuatku benar-benar bingung. Aku tidak pernah merasa sesedih ini saat melihatnya.
Saat air matanya berlinang, mama Cuma bilang, “Jangan menangis, mama dulu bisa. Kamu pasti bisa”. Mama baru saja datang tadi pagi, sama berusahanya denganku, menguatkan kakak.
“Ayo mba, kamu pasti bisa”, kataku. Aku sadar semakin aku menguatkannya, sebenarnya aku menguatkan diriku sendiri.
“Aku takut, Mik”, bisiknya.
“Jangan takut. Semua pasti berlalu. Hanya hari ini, mba. Kamu pasti bisa lalui ini”, ujarku.
Peralatan sudah dipasang kedalam tubuhnya, semacam pemberat yang membantu pembukaan. Kakak sudah harus benar-benar berusaha sendiri. Sudah tidak ada yang bisa menolongnya selain dirinya. Sang jabang bayi pun tidak bisa membantu ibunya lagi. Tidak ada bantuan dorongan bayi yang ingin keluar. Kakaklah yang harus berjuang mengeluarkannya sendiri dengan kontraksi dan pembukaan buatan.
Awal ia tahu kehilangan bayinya, ia menangis tersedu-sedu duduk di salah satu bangku ruang tunggu. Tidak ada yang menemaninya saat itu. Suaminya juga belum kunjung tiba. Ia hanya bicara sendiri dengan bayi dalam rahimnya. Aku tahu, mungkin ini pertama kalinya aku melihat ia berusaha menjadi sosok seorang ibu yang baik. Dan saat itu ia berkali-kali mengatakan bahwa dia adalah ibu yang ceroboh.
Aku tidak benar-benar merasa sesedih ini saat memandangnya. Rasa jengkel karena dia yang suka manja hilang begitu saja, tergantikan dengan bagaimana caranya membantu mengatasi rasa sakitnya.
“Aku ingin punya anak”, katanya.
“Iya kau akan punya anak lagi, sehatkan badanmu dulu. Nanti kau pasti punya anak lagi”, kataku padanya.
“Bukan waktunya kamu sedih. Sekarang saatnya kamu selesaikan semua ini dengan cepat.”, sambungku bergetar.
Pergantian tahun ini benar-benar sunyi senyap, rasa sedih dan was was bergelayut. Awalnya aku memutuskan untuk camping dan rafting. Semua tertunda karena kakak kena musibah ini. Di bulan keenam kehamilannya, dia kehilangan janinnya. Banyak prediksi kenapa bayinya tidak bisa bertahan. Karena campak yang pernah diderita kakak, karena tali pusar yang melilit si jabang bayi atau karena kakakku yang terlalu lelah bekerja. Buat aku semua alasan itu tidak penting, yang paling penting adalah bagaimana kakakku bisa mengeluarkan janinnya dengan selamat. Itu saja.
Malam itu aku memutuskan menghabiskan malam tahun baru di Masjid At Tin. Meski was-was, karena tidak menemani kakak di rumah sakit, tapi aku berpikir berada di masjid kemudian berdoa buat keselamatan dia, adalah yang terbaik yang bisa aku lakukan buatnya.
Selama ini aku memang tidak benar-benar menyayangi kakakku. Tapi malam itu, aku baru sadar, aku menyayangi dia. Aku takut dia kenapa-kenapa dan aku ingin dia melewatkan masa-masa beratnya lebih kuat.
Keesokan malam setelah menemani kakak sepanjang hari, tepat pukul 10 malam, kakak bisa melahirkan janinnya. Alhamdulillah semua berlalu. Tuhan mengabulkan doaku dengan begitu cepat.
Sepertinya, tahun ini kakak akan menjalani waktunya lebih berat. Tapi aku tahu, Tuhan punya cara paling indah untuk kita mengerti kehidupan.
PS: Mba Nana, cepat sembuh ya. Love you sist’
Embunbantal, at Rumah Sakit Anna, Bekasi, 1 Januari 2009
Hiks, kau membuatnya jadi sentimentil sekali....Semoga kakakmu cepat diberi momongan lagi deh ya :)
ReplyDelete*sebelum orang2 menyuruhku, ahahaha*
hahaha, aku memang expert dibidang kesentil mentilan...sementara kakakku makan nasi padang sampai nambah 2 kali sebelum dia mules2...wakakakaka....
ReplyDeletelah spu, cobalah kau bikin cucu pertama eyang...sepertinya ide menarik
iya spu, kau menghilangkan bagian-bagian dimana dia masih bisa minum jus jeruk bawaan piknik kita. hahaha...
ReplyDeleteheh kakak tua, cepatlah punya anak. ibu ingin momong cucu tuh, daripada dia menjambangi leela terus. hahaha
heh adek kribo, diaaaaaaaamm!!! selesaikan sajalah skrepsi kau, hwahahahahaa *jumawa* soal anak, nanti ahhhh, aku mau selesai S2 duluuuu! minimal thesis. Katanya kalo lagi sidang dan hamil, lulusnya gampang, hahahaha..
ReplyDeleteiya, dia cerita ayam bakar padang yang di seberang rumah sakit enak sekali *akupun mengamini*
aku udah mau sidaaaaaang!
ReplyDelete*apa aku hamil dulu ya biar sidangnya lancar? hyahahhahaah*
ReplyDeletehmmm spu-spu...bukankah kita membicarakan kakakku disini?
ReplyDeleteRani, hentikan khayalanmu!!! kau pikirkan saja kebayamu...btw spu, akhir januari aku benar2 mendatangimu. kau harus ada ya...
oh ya benar, ayo kembali ke kakaknya spuuu!
ReplyDeletekau mengatakan pada siapa spu? refer to kakaknya spuuu!...
ReplyDelete*aku merasa kita seperti men-smurf-kan diri
pada rani sih spu, iya ya, kita kayak men-spu-kan diri
ReplyDelete*penemuan bahasa baru*
hamil kan nggak perlu kawin.. jadiiiii... :p
ReplyDeleteBerdoa kan nggak harus di masjid? Tuhan itu Maha Mendengar kok. Bahkan Dia bisa mendengar bisikan terkecil dari tempat terjauh nun di waktu tersingkat dalam hidup masing2 dari kita...
ReplyDeletePun sepertinya orang sakit (atau yang ada di RS) akan lebih senang bila ditemani keluarga/ teman2 terdekat nya deh.. Trust me
*curcol bin pengalaman pribadi*
sabar ya mba Nana...en yasmin...aku juga barusan kehilangan janinku loh..waktu itu pas dua bulan, jantungnya tidak terdeteksi. jadinya harus dikuret. smoga tetep semangat lagi yah....insyaAlloh ntar dikasih lagi..pasti ada makna di balik setiap cobaan..cheers
ReplyDeletehemmm...
ReplyDeleteaku diusir...
hmmm...
hmmm...
spuuuu tampaknya akhir januari aku akan ada, soalnya sidangku kemungkinan diundur nih kaya undur-undur aja :))
kebaya sih udah dipikirin dooong :))
there always sunshine after storms,,, boso jowone, jupuk hikmahne! hehehe
ReplyDeletespu...ini kan satu kesatuan dari kesentilmentilan tulisan...sinergi! sinergi!...*ngeles lagi
ReplyDeletetenang mba Jati, kakakku sudah kembali ke pola makannya yang dulu. itu berarti, dia sudah normal kembali. Thanks god..
ReplyDeletespuu...tanggal 23-25, kita bicarakan semua nya baik2 ya..termasuk warna kebayamu
ReplyDeletesyukurlah sudah ditranslate...ahahaha...hampir aja buka kamus ;p
ReplyDelete