Sebenarnya waktu nungguin calon mempelai kakak sampai di Slipi, embun bantal dan yana, sepupunya, cari-cari bahan obrolan. Dan akhirnya nemu beberapa kosa kata yang cukup berkualitas.
Acara lamaran itu terjadi di rumah keluarga Lombok, tapi kubu nyokap dari Madiun juga turut hadir. Diantara personel tersebut: Ada eyang tersayang, my beloved mama, tante gw beserta anak bungsunya, Yana.
Kembali ke topik awal, ini beberapa kosa kata yang kita kumpulin selama 3 jam.
Bote’ : bahasa Lombok artinya monyet. Karena ga tua ga muda, pada manggil Bote, sebutan ini justru sebutan sayang, buat adik, kakak, anak, keponakan.
‘ga lulus jadi perempuan’ : istilah ini sering diucapkan tante gw. Bahwa seorang perempuan harus lulus keahlian di dapur. Baik itu mengolah makanan, menyimpan dan mencuci piring, menggunakan alat perkakas dengan cekatan, mengangkat galon dan tentu saja, semua dilakukan sembari menonton infotainment. Bagian menonton infotainment ini yang lebih saya dalami.
Food Management : istilah yang ditujukan untuk mengatur lauk pauk didalam piring. Kalau penempatan tidak tepat akan mengubah rasa sebenarnya. Food management akan terjadi pula apabila combining terjadi secara tidak tepat, seperti mencampur rawon ala madiun dan ayam taliwang ala Lombok. Dua rasa yang sama-sama enaknya akan menghancurkan semua rasa. Karena itu perlu sistem yang tepat dari awal mengatur komposisi makanan diatas piring dan timing yang cukup untuk mengosongkan perut kemudian mengisi kembali.
Fruit management : biasanya orang awam menyebutnya mix fruit. Atau bahasa populernya: Es Buah. Yaitu kegiatan mengatur dan membuat komposisi tepat dan seimbang antara buah segar, nata de coco, buah kaleng, sirup kental, dan air dingin. Kata kunci yang tepat dari keseluruhan sistem ini adalah balancing.
Public Display Affection (PDA) : Kegiatan ini dilarang keras dilakukan didepan keluarga besar. Yaitu menunjukkan hubungan romantisme yang mengarah pada kegiatan ‘dunia milik berdua, yang lain ngontrak’ terutama bagi anak dan sang pacarnya. Kegiatan ini dianggap tidak bermanfaat bagi seluruh keluarga. Karena keluarga masih tinggal di rumah yang sama dan belum memutuskan mengontrak.
Public Rejection : Biasa dilakukan anak besar terhadap anak yang lebih kecil (keponakan, anak, sepupu) yang masih dibawah 5 tahun. Anak seumuran ini biasa mengalami public rejection ditengah keluarga ketika menumpahkan air, memukul jidat kakaknya dengan sisir atau pegangan pintu tanpa alasan, mencibir kemudian membuang makanan di lantai, berteriak kencang saat ada tamu, dan berusaha melompat dari lantai 2 ke lantai 1.
Wedding composer/wedding arranger : Karena belakangan keluarga lagi tren menikah, kami membutuhkan orang-orang yang ahli dibidang ini. Akibat biaya terbatas untuk menyewa Wedding Organizer, maka sebutan keluarga yang ahli menata pernikahan ini kami sebut wedding arranger.
Local Genius Trans Relationship : sebutan ini muncul, karena seringnya kami memiliki sahabat perempuan. Alhasil kegiatan ini hampir disebut kegiatan homo. Ngomong-ngomong homo, maka tercetus bahwa hubungan sesama jenis adalah hubungan yang sangat jenius. Karena butuh usaha keras, untuk bersama jenis kelamin yang sama. Kata kunci adalah Challanging.
see...begitu banyak istilah2 baru dalam keluarga yang menunjukkan intelektualitas tingkat tinggi...huaaammmm
hehe...
*geleng2 kepala*
ReplyDelete:p
heheh, jangan geleng2 kepala..ini hasil karya spektakuler adik iparmu...
ReplyDeletekalo gitu mending pura2 nggak kenal aja, ahh
ReplyDeletehaha..kemarin ke rumah...ga ada..aku numpang tidur di kamar..he
ReplyDeletepadahal kamu nggak tahu kan, apa aja yg sdh terjadi di tempat tidur yg kamu tempati itu? kekeke
ReplyDelete