Saturday, September 15, 2012

Ga Ada Sibuk yang Benar-Benar Sibuk, Lets Make Time!

Sudah lama sekali tidak menulis blog, kalau dulu bisa setiap hari menulis blog dan bercerita apa saja yang ditemukan menit ke menit. Sekarang dengan kesibukan luar biasa, menulis ini menjadi prioritas terakhir bahkan tidak termasuk daftar list to do hari ini. Tapi karena kemarin habis ngobrol dengan salah satu temen kantor, Bertus. Ada yang bikin ga enak badan dengan kata-katanya, “Ga ada sibuk yang benar-benar sibuk, so let’s make time”.





Nendang di otak saya, iya. Ya ampun alasan sibuk itu selalu ada di otak saya. Yang kerja lah, yang ngasuh anak lah, yang Cuma bisa lakuin kegiatan primer (makan,mandi,tidur), ya selalu begitu alasan saya. Hasilnya, ya saya hanya mengerjakan rutinitas dan tidak menghasilkan input luar biasa. Semua serba biasa. Serba rutinitas. Kalau saya bisa tulis biografi di twitter saya, paling gini : just ordinary working mom. Trus?? Yaudah gitu aja.



Selain kata-kata Bertus yang bikin saya terpukul, sebenarnya saya juga sedang mengikuti semacam training.. apa ya sebutan yang pas.. kalau kata coach saya, (orang yang menjadi mentor saya selama training), ini bukan training tapi ini sebuah journey. Yes, saya ikut sebuah perjalanan #DiscoverYOU dari tim Impact Factory. Tujuan Cuma satu, paling tidak saya menemukan 1 passion dalam hidup saya.


#DiscoverYOU semacam sebuah perjalanan tentang diri sendiri, tentang kenapa saya ada di dunia ini, tentang bagaimana saya harus menjadi diri saya dan berguna buat orang lain. Paling tidak semua yang saya lakukan setiap harinya harus ada benang merahnya sehingga saya punya satu tujuan dalam hidup saya.


Saya belajar tentang apa yang suka dalam hidup ini, apa yang membuat saya bisa bilang “INIH GUWE BANGET!”, tentang passion yang membuat saya girang bukan main kalau melakukan satu aktivitas tersebut dan kalau pun itu adalah sebuah passion hidup saya, maka aktivitas itu bukan keharusan yang harus saya lakukan tapi itu adalah hal yang ingin saya lakukan setiap harinya. THINK LESS FEEL MORE,.


Dimulailah perjalanan #DiscoverYOU dengan mengirim email tentang interest , background, dreams, ekspektasi, effort, hal yang ingin saya lakukan dalam hidup saya.


Dan saya pun menulis segala list apa yang saya suka, INTEREST. Soal ini, gw jago lah nulisnya. Blog, Home Interior, Korean Movie, Shopie Kinsella’s Novel, New York, Me Time, My Baby, Painting.


Nah pas giliran mau nulis DREAMS. Tangan saya berhenti mengetik dan saya memang tidak punya keinginan lebih tentang impian. Ingin saya hanya mengetik : Menjadi ibu yang berhasil buat keluarga kecil saya, punya penghasilan yang didedikasi buat keluarga. Thats it.


Kemudian saya terdiam dan 3 hari saya pending email yang ingin saya kirim ke mereka. Dan akhirnya saya menulis tentang mungkin saya akan menjadi penulis novel dan pergi ke new york suatu saat. Yah mungkin. Sedikit tidak yakin tapi saya akhirnya memutuskan untuk menulis DREAM saya itu.


Tiga hari setelah saya mengirim email, orang-orang yang join #DiscoverYOU batch 2 berkumpul dan berbagi cerita. Disana saya baru ketemu coach saya, Doni Priliandi. Dari obrolan demi obrolan, saya coba merangkum dan mencari benang merah apa yang saya suka dalam hidup saya, terutama dengan aktivitas yang saya suka dalam pekerjaan.


Saya coba membuat benang merah, dari semua job description yang saya lakukan setiap harinya, saya sangat menyukai berbicara tentang ide kreatif periklanan. Buat saya, momen itu membuat saya ingin bertaruh pada manajemen, ide ini pasti berhasil dan saya akan wujudkan itu dalam target waktu yang ditentukan manajemen. Ide-ide kreatif itu tidak hanya saya temukan dari klien tapi juga saat dimana saja, saat bersama tim, bersama manajemen, bersama unit kreatif dan penulis. Selalu ada saja kesempatan saya untuk mengatakan, ide ini pasti berhasil dan kita bisa wujudkan.


But its not the ending of my journey. Saya masih harus membuat jurnal setiap harinya, Love Hate Diary selama 14 hari kedepan. Perjalanan ini masih ada 7 hari kedepan, sampai kami, orang-orang #DiscoverYOU berkumpul lagi dan masing-masing dari kami akan mengeluarkan 1 statement dalam hidup yaitu passion hidup kami.


So Lets make Time



Kembali pada judul diawal. Lets make time. Cobalah tarik nafas dan tahan, lihatlah sekelilingmu. Bicaralah pada diri sendiri. Ceritakan apa yang sudah terjadi hari ini, ceritakan apa yang terjadi disekelilingmu.



Dan temukan kekinianmu. Jangan sampai berhenti bahkan kehilangan dirimu.



at Valencia secret, 15th September 2012






 

Friday, April 13, 2012

rakheza oh rakheza

Rakheza Akhtar Pratama

Rakheza.. 

Raka itu kakak
Izza itu kuat
Akhtar itu bintang

Jadilah bintang di langit dan kuat berpijak di bumi, anakku Pratama


Hai Perkenalkan Aku Rakheza :)





Aku lahir 7 bulan yang lalu, dari perut mama yasmin tepat tanggal 24 Agustus 2011 di rumah sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Dokter mama sama namanya sama mama, dokter Yasmin. Ia mengeluarkan aku melalui operasi cesar.

Suster di rs waktu itu menakuti mamaku, "takut ya bu..itu wajar kok" tapi mamaku adalah ibu pemberani. Meja operasi tidak menakutkan baginya.

Saat aku keluar dari perut mama, jantung mama sempat berdegup kencang. Untung dokter memasang kabel-kabel membantu pernafasan mama.

Saat aku keluar dan menangis, Mama tersenyum lega. Saking bahagianya, mama ingin menangis..tapi mama malah mengantuk karena obat biusnya.. Otaknya berputar-putar seirama dengan Vannesa Carlton yang terus bernyanyi dalam ruangan operasi

Proses IMD juga berjalan spt yang ada di buku2..tapi krn mama uda terlanjur tertidur.. Jadi untuk sekali lagi momen mengharukan itu terlewatkan begitu saja.

Setelah proses menjahit perut mama selesai, mama dibawa keluar dari ruang operasi. Ada papa disana tersenyum untuk mama. Mama membalas senyuman papa.


"Pa, sudah ngabari semua orang pa?"

"Mau sih, tp nulisnya gimana ya ma?" Tanya papa..

"Sini mana hp mama", mama merebut bb dari tangan papa. Mama pun mengetik kata2 indah.. Tentang kelahiranku tentunya.


Dan malam pertama aku lahir, mama sibuk membalas jawaban 250 bbm sembari menggesek seluruh badannya ke permukaan kasur karena gatal-gatal efek obat bius.

Hari pertama aku lahir, mama belum bertemu denganku. Dokter Yasmin bilangaku baru bisa ketemu mama besok.Karena mama masih menyesuaikan diri pasca melahirkan.

Mama sedikit kesal tp semua terhapus dengan rasa lelah dan proses adaptasi pasca melahirkan .. dan tentunya lelah membalas 250 bbm

Kamis, 25 Agustus 2011,pkl 06.00 pagi, mama bertemu denganku. Mama memandangku dengan tanda tanya.

"Engg anak ini mirip siapa ya pa?"

Mama memandang wajah kecilku. Alisku tipis seperti mama, rambutku berjambang, mataku sipit, bibir atasku kayak mama tapi bibir bawahku seperti papa, hidungku mancung kayak papa,cuma garis wajahku mengikuti mama. Jadilah aku mirip perpaduan papa mama. A brand new life :)

Namaku Rakheza, panggilanku eza, tapi seluruh orang2 yang mengenalku memanggil 'dedek'

Dedek, nama yang selalu mama panggil saat aku masih didalam perut dan setelah aku dilahirkan.. Nama yang masih melekat padaku.

Pada hari-hari di rumah sakit, mama berusaha memberikan yang terbaik untuk bayi : ASI. Pada hari kedua dan ketiga, mama ga berhenti berusaha melakukan pelekatan pada mulutku. Meskipun aku terkantuk-kantuk. Sampai pada malam kedua aku mulai sadar, kalau aku kelaparan. Aku sibuk menyedot, tp hanya tetesan yang susah kucerna.

Suster di rumah sakit sudah menyarankan mamaku untuk menghentikan usahanya, begitu pula eyang. Tapi mama bersikukuh, dia hanya ingin memberikan asi padaku. Hanya itu. Tidak sufor.

Hingga pada hari ketiga, sore hari, aku  mengalami dehidrasi. Suhuku naik 38.5 derajat. Mama panik dan menangis. Suster memarahi mama untuk tidak menangis, karena aku akan menangis di ruang bayi.

Ya, aku dan mama punya konektivitas yang ga terlihat dari luar. Ketika mama menangis dan hatinya terluka, aku ikut menangis. Dan ini masih terjadi hingga saat ini.

Hari ketiga akhirnya aku diberikan sufor, untuk membantu cairan kedalam tubuhku. Papa berusaha menenangkan mama, kalau aku akan segera membaik. Mama sedih dan ingin melihatku. Ia turun dari tempat tidur, berusaha berjalan ke ruang bayi. Itu adalah perjalanan terjauh yang mama rasakan, karena mama harus menahan rasa sakit luka pasca operasi.

Ketika sampai ke ruang bayi, mama memandangku lamat-lamat, ia mencintaiku melebihi apapun. Dia selalu bilang padaku cinta tanpa syarat. Begitulah rasa cintanya padaku.

Aku pun berangsur membaik.

Keesokan paginya aku bertemu dengan ibuku. Asi mama ternyata sekarang mengalir seperti keran yang tak bisa dihentikan. Aku minum sebanyak-banyaknya. Mama menahan rasa sakit ketika aku mengisap asi pada mama.


Hari keempat itu pula kami bersiap pulang, meski sang dokter anak melarang aku pulang.

Mama tidak peduli, yang dia inginkan adalah memelukku pulang.

Keputusan mama adalah yang paling tepat. Mama tau, cm dialah yang dibutuhkan olehku, bukan dokter, obat, jarum suntik ataupun sinar buatan di rumah sakit.


Sekarang usiaku 7 bulan. Asi ekslusif dari mama dan bantuan 85 botol dari bunda Dylan.

Beratku sudah 9.6 kilo. Dan mama sudah kesusahan menggendongku.. hihi


i love mama


Thursday, December 8, 2011

Usiaku 28 tahun sekarang


Tahun lalu temanku masih menjulukiku si anak kecil.
Tahun ini seorang bayi kecil memanggilku mama..

Tahun lalu aku berlari kencang menuruni anak tangga kantor
Tahun ini aku hati-hati berjalan sembari memeluk Rakheza dalam dekapanku..

Tahun lalu aku otakku menggapai-gapai imajinasi dan mimpi masa depan.
Tahun ini bintang kecilku menggapai-gapai wajahku dengan tangan mungilnya

Aku tahu impian itu masih terlintas dalam pikiranku bahkan lebih berwarna seperti spektrum warna pelangi
Aku hanya perlu menempatkan pelangi di langit kami

Thursday, July 28, 2011

action!


30 weeks - Merayakan Ulang Tahun Kompas ke-46, masih eksis donk :)


 31 weeks - Makan sushi sm kakak :D hehe

32 weeks - jadi model Mother & Baby Magz edisi September 2011 :)

 
 
32 weeks - Persiapan baju dedek pas usia 8 bln kandungan





34 weeks 5 days - kekurangan cairan dan harus diinfus :(

mama embunbantal :)


calon mama papa :)
36 weeks still goes to the clients :D







Monday, July 18, 2011

This is our home

Bulan Juni 2011, kami pindah ke rumah baru. Rumah dimana kami memulai mimpi-mimpi baru.
Rumah menantikan bintang mungil datang ke bumi. Disinilah nantinya si bintang mungil dibesarkan..Insyaallah

Banyak pengorbanan, pastinya.. selain harus menghadapi kemacetan setiap hari nya dengan jarak antara 45 menit-3 jam perjalanan ke rumah. Tergantung traffic pastinya..

Tapi untuk sebuah rumah dimana keluarga kecil kami berkumpul, rasanya perjalanan melelahkan itu tak ada artinya. Ketika suami lebih awal pulang ke rumah, ia membuka pintu rumah, membuka pintu taksi dan membawakan tas kantor saya.. kemudian memeluk dengan hangat, semua rasa penat dan letih hilang begitu saja. Tak lupa dengan senyum hangat nya..

I love my little family :)

Friday, July 15, 2011

my little star


My Little Star, usianya masih 27 weeks 6 days
Saat di USG adalah saat pertemuan paling menakjubkan..
Betapa dekatnya kita, perbedaannya hanya selapis pembatas perut, tapi begitu sangat merindukan 
Terharu si bintang mungilku sudah sebesar ini.
Sekarang sudah 34 weeks, semoga selalu sehat ya nak..
Maafkan mama karena terlalu banyak bekerja, hanya bisa bersenda gurau kalau kita sedang menuju malam..
Terimakasih untuk pengertiannya, karena mama harus berada di jalanan ibukota..
Semoga selalu menjadi anak yang kuat, tegar dan menjadi malaikat pelindung..
   i love you more, more n more