Aku lahir 7 bulan yang lalu, dari perut mama yasmin tepat tanggal 24 Agustus 2011 di rumah sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan.
Dokter mama sama namanya sama mama, dokter Yasmin. Ia mengeluarkan aku melalui operasi cesar.
Suster di rs waktu itu menakuti mamaku, "takut ya bu..itu wajar kok" tapi mamaku adalah ibu pemberani. Meja operasi tidak menakutkan baginya.
Saat aku keluar dari perut mama, jantung mama sempat berdegup kencang. Untung dokter memasang kabel-kabel membantu pernafasan mama.
Saat aku keluar dan menangis, Mama tersenyum lega. Saking bahagianya, mama ingin menangis..tapi mama malah mengantuk karena obat biusnya.. Otaknya berputar-putar seirama dengan Vannesa Carlton yang terus bernyanyi dalam ruangan operasi
Proses IMD juga berjalan spt yang ada di buku2..tapi krn mama uda terlanjur tertidur.. Jadi untuk sekali lagi momen mengharukan itu terlewatkan begitu saja.
Setelah proses menjahit perut mama selesai, mama dibawa keluar dari ruang operasi. Ada papa disana tersenyum untuk mama. Mama membalas senyuman papa.
"Pa, sudah ngabari semua orang pa?"
"Mau sih, tp nulisnya gimana ya ma?" Tanya papa..
"Sini mana hp mama", mama merebut bb dari tangan papa. Mama pun mengetik kata2 indah.. Tentang kelahiranku tentunya.
Dan malam pertama aku lahir, mama sibuk membalas jawaban 250 bbm sembari menggesek seluruh badannya ke permukaan kasur karena gatal-gatal efek obat bius.
Hari pertama aku lahir, mama belum bertemu denganku. Dokter Yasmin bilangaku baru bisa ketemu mama besok.Karena mama masih menyesuaikan diri pasca melahirkan.
Mama sedikit kesal tp semua terhapus dengan rasa lelah dan proses adaptasi pasca melahirkan .. dan tentunya lelah membalas 250 bbm
Kamis, 25 Agustus 2011,pkl 06.00 pagi, mama bertemu denganku. Mama memandangku dengan tanda tanya.
"Engg anak ini mirip siapa ya pa?"
Mama memandang wajah kecilku. Alisku tipis seperti mama, rambutku berjambang, mataku sipit, bibir atasku kayak mama tapi bibir bawahku seperti papa, hidungku mancung kayak papa,cuma garis wajahku mengikuti mama. Jadilah aku mirip perpaduan papa mama. A brand new life :)
Namaku Rakheza, panggilanku eza, tapi seluruh orang2 yang mengenalku memanggil 'dedek'
Dedek, nama yang selalu mama panggil saat aku masih didalam perut dan setelah aku dilahirkan.. Nama yang masih melekat padaku.
Pada hari-hari di rumah sakit, mama berusaha memberikan yang terbaik untuk bayi : ASI. Pada hari kedua dan ketiga, mama ga berhenti berusaha melakukan pelekatan pada mulutku. Meskipun aku terkantuk-kantuk. Sampai pada malam kedua aku mulai sadar, kalau aku kelaparan. Aku sibuk menyedot, tp hanya tetesan yang susah kucerna.
Suster di rumah sakit sudah menyarankan mamaku untuk menghentikan usahanya, begitu pula eyang. Tapi mama bersikukuh, dia hanya ingin memberikan asi padaku. Hanya itu. Tidak sufor.
Hingga pada hari ketiga, sore hari, aku mengalami dehidrasi. Suhuku naik 38.5 derajat. Mama panik dan menangis. Suster memarahi mama untuk tidak menangis, karena aku akan menangis di ruang bayi.
Ya, aku dan mama punya konektivitas yang ga terlihat dari luar. Ketika mama menangis dan hatinya terluka, aku ikut menangis. Dan ini masih terjadi hingga saat ini.
Hari ketiga akhirnya aku diberikan sufor, untuk membantu cairan kedalam tubuhku. Papa berusaha menenangkan mama, kalau aku akan segera membaik. Mama sedih dan ingin melihatku. Ia turun dari tempat tidur, berusaha berjalan ke ruang bayi. Itu adalah perjalanan terjauh yang mama rasakan, karena mama harus menahan rasa sakit luka pasca operasi.
Ketika sampai ke ruang bayi, mama memandangku lamat-lamat, ia mencintaiku melebihi apapun. Dia selalu bilang padaku cinta tanpa syarat. Begitulah rasa cintanya padaku.
Aku pun berangsur membaik.
Keesokan paginya aku bertemu dengan ibuku. Asi mama ternyata sekarang mengalir seperti keran yang tak bisa dihentikan. Aku minum sebanyak-banyaknya. Mama menahan rasa sakit ketika aku mengisap asi pada mama.
Hari keempat itu pula kami bersiap pulang, meski sang dokter anak melarang aku pulang.
Mama tidak peduli, yang dia inginkan adalah memelukku pulang.
Keputusan mama adalah yang paling tepat. Mama tau, cm dialah yang dibutuhkan olehku, bukan dokter, obat, jarum suntik ataupun sinar buatan di rumah sakit.
Sekarang usiaku 7 bulan. Asi ekslusif dari mama dan bantuan 85 botol dari bunda Dylan.
Beratku sudah 9.6 kilo. Dan mama sudah kesusahan menggendongku.. hihi
i love mama




This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete