Aku bicara pada tubuhku, tampaknya dia hanya ingin menyendiri lagi
Sepotong blueberry cheese cake serta sekerat kue gandum menemaninya sore ini.
Tak lupa secangkir earl grey tea yang mengepul panas.
Sesekali ia terdiam..tidak..tidak…ia memang banyak terdiam
Tak banyak berubah dan tidak memindahkan ketukan jemari yang membelai meja kayu dihadapannya
Sesekali tinta biru digoreskan oleh jemari kanannya ke dalam buku harian yang semakin menebal saja
Iya, sekali lagi ia menghela nafas yang panjang,
Kemudian mengambil majalah terbaru bulan ini, membuka halaman demi halaman, kemudian menutup kembali, tanpa arti.
Sesekali sms terdengar memanggilnya
Ia melirik lirih, kemudian membuka satu pesan untuknya
Diluar sana, tidak tersentuh
Tidak tergambarkan, tapi ia tahu, jauh disana ia mengerti
“Ketika aku tulis surat ini kabut tipis meringis sinis. Pagi masih buta, tak cukup peka untuk melihat apa-apa.
Irene tersesat berkali-kali diudara, mencari cinta lamanya disini…
Jalanan basah terlanjut merampas jejak-jejak bekas sepatunya juga biografi dan tahi lalatnya.
Perlahan garis tubuhnya melayang, tenggelam lalu begitu saja hilang diurai hujan
Irene yang malang..
Lalu aku lihat irene lain menjelma kunang-kunang diatap bangunan
Menari nari dan melesat seperti anak-anak kembang api
Mereka berlarian sepanjang garis khayal pedestrian yang mabuk dibangku taman
Membunuh orang-orang sakit dalam drama 9 babak itu
Tiba-tiba kota ini jadi sarang pencundang…
Seperti kantung mata yang mulai menggantung
Pagi masih juga buta ketika ingin kuakhiri semuanya
Sebelum tersesat diudara dan hilang diarak hujan…
Irene, ini aku dimana?
Buat irene untuk pelarian yang sempurna”
Sebuah pesan dari Temmy
Aku tersenyum simpul
Lagi-lagi, pemuda ini mengirim pesan singkat agar dirinya memahami
Semua berawal dari langkah pertama, bukan jalan ditempat
Seperti apa yang dikatakan Temmy berkali kali padaku
Temmy, jangan katakan padaku kalau tebing itu terlalu tinggi
Katakan saja, kalau sayap yang akan kukepakkan akan menarikku keatas
Itu saja.
-Embun Bantal, 25 April 2008-
hmm...nicepsoting mbak..
ReplyDelete
ReplyDeletewah.. akunya ga ngerti puisinya..
:(
thanks sopiahyar
ReplyDeletesama mark....aku nya juga ga gitu ngerti sih apa yang aku tulis...hmm...
ReplyDeletesayang sekali...
ReplyDelete(diucapkan dengan gaya yang provokatif)
haha...menurut lu?
ReplyDelete