Thursday, April 24, 2008

Aku sedang berbicara pada tubuhku

Aku bicara pada tubuhku, tampaknya dia hanya ingin menyendiri lagi

Sepotong blueberry cheese cake serta sekerat kue gandum menemaninya sore ini.

Tak lupa secangkir earl grey tea yang mengepul panas.

Sesekali ia terdiam..tidak..tidak…ia memang banyak terdiam

Tak banyak berubah dan tidak memindahkan ketukan jemari yang membelai meja kayu dihadapannya

Sesekali tinta biru digoreskan oleh jemari kanannya ke dalam buku harian yang semakin menebal saja

Iya, sekali lagi ia menghela nafas yang panjang,

Kemudian mengambil majalah terbaru bulan ini, membuka halaman demi halaman, kemudian menutup kembali, tanpa arti.

Sesekali sms terdengar memanggilnya

Ia melirik lirih, kemudian membuka satu pesan untuknya

Diluar sana, tidak tersentuh

Tidak tergambarkan, tapi ia tahu, jauh disana ia mengerti

“Ketika aku tulis surat ini kabut tipis meringis sinis. Pagi masih buta, tak cukup peka untuk melihat apa-apa.

Irene tersesat berkali-kali diudara, mencari cinta lamanya disini…

Jalanan basah terlanjut merampas jejak-jejak bekas sepatunya juga biografi dan tahi lalatnya.

Perlahan garis tubuhnya melayang, tenggelam lalu begitu saja hilang diurai hujan

Irene yang malang..

Lalu aku lihat irene lain menjelma kunang-kunang diatap bangunan

Menari nari dan melesat seperti anak-anak kembang api

Mereka berlarian sepanjang garis khayal pedestrian yang mabuk dibangku taman

Membunuh orang-orang sakit dalam drama 9 babak itu

Tiba-tiba kota ini jadi sarang pencundang…

Seperti kantung mata yang mulai menggantung

Pagi masih juga buta ketika ingin kuakhiri semuanya

Sebelum tersesat diudara dan hilang diarak hujan…

Irene, ini aku dimana?

Buat irene untuk pelarian yang sempurna”

Sebuah pesan dari Temmy

Aku tersenyum simpul

Lagi-lagi, pemuda ini mengirim pesan singkat agar dirinya memahami

Semua berawal dari langkah pertama, bukan jalan ditempat

Seperti apa yang dikatakan Temmy berkali kali padaku

Temmy, jangan katakan padaku kalau tebing itu terlalu tinggi

Katakan saja, kalau sayap yang akan kukepakkan akan menarikku keatas

Itu saja.

-Embun Bantal, 25 April 2008-

6 comments: