Aku tidak marah padamu
Aku tidak ingin marah padamu
Dan aku selalu berharap kemarahanku tidak pernah ada padamu
Aku tidak kecewa padamu
Aku tidak ingin kecewa padamu
Dan aku selalu berharap kekecewaanku tidak pernah ada padamu
Yang kuinginkan hanya satu…
Duduk bersamamu
Beri aku kesempatan untuk bisa duduk bersamamu
Akan kubuatkan secangkir kopi hitam pekat untukmu
Sebungkus Djarum pun tlah ku siapkan untukmu
Mari kita duduk bersama
Didepan halaman depan yang kau rawat dengan kasihmu
Didepan bunga-bunga yang kau tanam dengan cintamu
Sambil kau bersihkan lensa dari kamera tua yang kau rawat baik
Kamera yang melebihi usiaku
Temani aku di beranda itu…
Aku memintamu untuk diam sebentar
Duduklah disampingku
Tidak perlu bicara…Tidak perlu
Karena aku hanya ingin kau mendengarkan saja
Dengarkan ceritaku
Saat usiaku 9 tahun
Aku berjalan di satu jalan setapak hutan lindung Sumatera
Aku berjalan sendiri dengan baju putih merahku dan termos yang masih menggantung dipundakku
Aku merasakan sensasi kesendirianku
Aku tahu sejak itu aku akan sangat menikmati sensasi itu
Saat usiaku 14 tahun
Aku mengayuh sepeda mungilku, di tengah sebuah taman.
Aku duduk disana sambil makan rujak yang kubeli dari sisa uang jajanku
Sambalnya jatuh menempel di seragam putih biruku
Aku duduk disalah satu ayunan tua.
Aku duduk sampai petang menghinggap..dan malam pun mulai beranjak
Ketika usiaku 16 tahun
Aku mengambil beberapa pakaian ke dalam tas kecilku.
Tak lupa seragam putih abuku.
Aku mengambil kunci sepeda motor
Malam begitu dingin, aku mengencangkan speedonya
Aku hanya ingin berlari sekencang-kencangnya
Saat usiaku beranjak 18 tahun,
Saat hasil ujian negara meyakinkanku
Aku tahu, akhirnya aku mendapat tiket kebebasanku!!
Saat usiaku beranjak 20 tahun,
Aku mengenakan stocking hitam dan eyeliner pedas dimataku
Aku menggenggam gaji pertamaku
Sejak itu pula, aku yakin setiap detik akan melahirkan satu sensasi yang membuatku ingin terus hidup
Saat usiaku beranjak 22 tahun
Aku berlari dari satu tempat ke tempat lain dengan tape recoderku
Aku berlari dengan sepatu kets kuning hasil jerih payahku.
Aku tau dari setiap langkahku, aku bisa mendapatkan sensasi kesendirian itu lagi dan lagi
Saat usiaku menjelang 24 tahun
Aku duduk di satu bis antar propinsi,
Duduk sendiri termenung
Aku mulai merasakan kebebasanku itu sekali lagi
Melebih sensasi kebebasan yang dulu-dulu
Aku hanya ingin kau tahu, bahwa di setiap detik itu aku menikmati kehidupanku
Dan aku hanya ingin kau mendengar kisah 14 tahunku yang terlewat begitu saja darimu…
Tapi waktu tetap saja berlalu,
Tanpa pernah ada beranda itu
Tanpa pernah ada perbincangan ini
Kau tetap saja bicara
Kau masih saja berbicara tanpa mendengar satu bagian dari kisahku
Dan aku hanya diam
Kembali diam seperti biasanya
Karena hanya ingin membuat hatimu senang
Dan kau bilang, “Maafkan, semua ini salahku”
Dan aku hanya diam tanpa satu kata pun
Tak ada rasa yang bisa kuungkapkan
Karena aku tidak ingin marah padamu
Karena aku tidak ingin kecewa padamu
Karena aku tidak ingin menangis untukmu
Aku hanya melihat langit semakin malam pekatnya
Sang pelaju tetap memaksaku untuk terdiam
Tanpa amarah, tanpa kekecewaan yang berarti
Tanpa air mata bahkan tak ada satu perasaan tergurat di benak ini
Tidak ada
Hanya saja,
Pada satu malam Malioboro
ketika seorang pria senja memanggul dagangan bakiaknya
Melangkah satu demi satu tungkai kakinya yang keriput
Tiba-tiba aku menangis…
Aku menangis sejadi-jadinya
ihiks...kau ini bikin buat saapa spuuuuu..
ReplyDeletepagi pagi bikin melow yelow
ReplyDeletepuisinya sedih..
aku bacanya jadi ikutan sedih..
..
melihat tulisanmu, aku memutuskan akan mendengarkan mu dengan baiik..
ReplyDeleteSpeechless... Ami u rooooooooooooocks!!! Ayo tulis lagi, tar aku dirikan ami fans club he he he.
ReplyDeletesweetchizkeik --> ini malam-malam bikinnya spu, akibat cerpenku di tolak mentah2 spu...huaaaaaaahuhuhuahuahuhu
ReplyDeletehellmeed --> jangan sedih..aku ga sedih kok :))
ReplyDeletecheanjas--> seandainya km bapakku, aku pasti senang sekali :D
ReplyDeletepuputD--> dunia itu kejam nak, hati2 di bandung sendirian, ntar ikut2an mellow :D ...btw, minggu depan aku ke sby....uhuiii..maaf teman, aku meninggalkanmu
ReplyDeleteMaafkan aku mbak Yasmin. Aku pria yang kaku, atau kurang peka perasaannya. Tetap saya tidak paham, ada apa dengan papamu ? Dimanakah papamu ?
ReplyDeletein the other island..he's fine now...:) and happy with his life
ReplyDelete