Sebenarnya hal ini udah sering aku alami. Biasa aja…
Lebaran tanpa mama ( empat-lima kali selama 23 tahun ini)
Lebaran tanpa papa ( sering banget…terakhir kapan ya?? Hmm…mungkin 5 tahun yang lalu..)
Dan sekarang lebaran tanpa mama, tanpa kue, tanpa tetangga, tanpa eyangku tersayang, tanpa sepupu kecil2 yang berisik, dan tanpa teman-teman SMA (Andik, Athur, Ableh, Dyahà best fren that I ever had)…teman2 yang selalu datang ke rumah saat aku di kota kecilku.
hasilnya sempurna = I feel so lonely…
Tidak terpikir olehku untuk membeli baju baru, sepatu baru, mukena baru atau apapun yang baru…alhamdulillah sebelum mudik, tanteku kasih baju tetangganya yang kekecilan untukku.
Dan aku sangat cantik menurutku, dengan rambut yang ku blow ikal bebas, kalung mutiara, dan secubit serbuk merah dipipi…hmm…meskipun tidak ada satupun yang melihatku.
Tidak terpikir olehku bagaimana aku mengisi malam takbiran, bahkan aku tidak mendengar suara takbiran di kota ini, shalat Id di masjid mana yang selalu diributkan mama dan bersama siapa aku akan ke masjid, atau memikirkan undangan teman2 ke rumah, atau mama sedang memasak apa hari ini, apakah ada bubuk kedelai atau hari ini harus ziarah ke makan eyang kakung atau besok harus keliling satu desa. Tidak terpikirkan sedikitpun…
Dan lebaran kedua kuisi dengan mencuci baju di kos, beres2 kamar. Menyiapkan semua hal yang bisa dipersiapkan untuk kesibukan kerja lagi. Fiuh…
Apa ramadhan ini benar-benar terasa bermakna…
Semua serba flat…semua serba datar.
tapi tetep..yang paling menyenangkan adalah sms dari temen2...huhu jadi terharu...
Beberapa sms teman2 sempat aku simpen dan aku sempat menangis karenanya...haha seperti biasa kalau Yasmin sudah melankolis…
Dari 119 sms yang aku terima hari itu, ada beberapa penggal sms teman (bukan berarti yang lain tidak spesial, tapi ini representasi dari seluruh sms teman2 jauh ujung timur sana…)
…
“Saat sahabat melakukan khilaf, tulislah diatas pasir agar saat angin maaf berhembus semua khilaf itu sirna..” (Ai)
“Amik, met idul fitri 1428 H.maapin aku juga ya, semoga ribuan hari ke depan aku ga bikin kesalahan lagi ke kamu. Emang kita ga bisa ketemu tapi jarak ga menghalangi kita untuk saling memaafkan…” (Asep)
“Ok mik, aku sekeluarga juga minta maaf tapi kalau ribuan hari kedepan kamu nggak ke surabaya, tak tarik maapku..hehehe” (Mas Erwin)
“”Iya sama-sama Min, Moga-moga kedepannya kita bisa lebih baik lagi dan tambah sukses! AMIN..Semangat Samin Kecil..! Tundukkan mataharimu!” (Mas Bobie)
“Amik maafin aku juga. Mungkin selama ney kita uda jauh n ga pernah berhubungan lagi. Di hari yang suci nan fitri ini, aku pengen minta maaf sama kamu, minal aidzin wal faidin, maaf lahir bathin” (ajoe)
“akan kunanti sebuah senyuman dari sahabat…maafin aku jg ya adik yasmin… minal aidzin wal faidin, maaf lahir bathin” (mas Fawas)
“Iya mi’ aku juga kangen lama ga ketemu kamu hehehe…semoga kamu sukses dalam karir dan cita2mu, met lebaran juga ya, maapin kalo aku punya salah. Keep smileJ” (Devri)
“Ya Sudah kumaafkan dosa2mu padakuJ tapi kalau kita ketemu sebaiknya jangan nanti tambah banyak dosanya mi..hehe…minal aidin ya adekku yasmin…senyummu selalu terkenang” (Tioma)
“Ketika mata tak bertatap dan tangan tak berjabat.Luangkan hati tuk memberi maaf.Mas Deni juga minta maaf ya! Met lebaran.Minal Aidzin wal faidin.” (Mas Deni)
“Mohon maaf lahir bathin juga buat temanku yang ga pernah mutusin tali silahturahmi sekalipun jauh. Semoga dihari yang fitri ini sucinya hati selalu dilimpahi hidayah oleh Allah SWT.” (Atha)
“Makasih mi..aku juga berharap kita masih bisa bertemu dengan sejuta senyum. Mohon maaf atas kesalahan2ku yang tertinggal. Salam hormat untuk orang tua dan keluarga” (Danang)
“Tadi aku ketemu sama 5 sekawan. Kesehatan, kedamaian, kebahagiaan, kesuksesan dan persahabatan”. Maaf tanpa ijinmu tadi aku kirim ke alamatmu supaya bermukim selamanya. Maaf Lahir Bathin” (Arief Cacing)
“Dihari yang penuh berkah ini, ijinkan putri mengucapkan MAAF dan berharap dapat membasuh semua luka hati yang pernah terpatri. Aku menunggu hari kita bisa kumpul lagi ^_^” (Jupri)
ReplyDeletewah.. andaikan aku tahu..
aku pasti akan ajak main kembang api malam takbirannya..
lebaran nya bisa makan masakan mama ku..
aku juga lebaran tahun ini ga beli baju baru..
tapi puasanya full..
kalo tahun kemarin puasanya ga full,
tapi beli baju baru.. ^_^
ok.. met lebaran ya..
lain kali kalo lebaran sepi lagi telf telf ya..
:)
I feel you..
ReplyDeletewah..undang-undang donk...semoga lebaran tahun depan menyenangkan, kumpul keluarga lagi di desa yang permai...
ReplyDeleteaku tidak sendiri...
ReplyDeletespuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!! kali ini lebaranku sama orangtua lengkaaaappp!!! huiiiikkkkksssssssssssssssss!! ntah kapan lagi bisa terulang :)
ReplyDelete*terharu*
puas kamu cerita.....kau tega spuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu....
ReplyDeleteaku ini berbagi kebahagiaan spu,,,, kan udah lebih dari 10 tahun nih ga ada orang tua lengkap *huk huk*
ReplyDeletebagus..kau 10 tahun, aku 14 tahun...
ReplyDeleteya sama lah
ReplyDeleteskor satu sama itu...kan aku bilang lebih dari 10 taaaun
ya ya spu..nasib kita ditakdirkan sama buat yang itu...spu, makan bareng di sarinah yuks!!!
ReplyDeletekapan?
ReplyDeletebesok gimana atuh? kau pilih restonya spu...
ReplyDeleteyuk mari! ketemuan aja dulu disana ya? jam 12.30? ato 11.30?
ReplyDeletespu aku bisanya setelah pulang kerja...(><)
ReplyDeleteoh. hehe. yaaa...kalo besok aku ada janji spupuku sayang..gimana hari rabu?
ReplyDeletebaiklah spu, mari kita perbincangkan by sms aja spu..OkaY...
ReplyDeleteokayyyyyyyy
ReplyDelete