Monday, September 24, 2007

Arogansi Bokong Embun Bantal

Aku ga tau kenapa, tapi entah kenapa bokongku saat ini bisa berteriak menyuarakan suara hatinya..hmm lebih tepat suara bokong. Hmm…bukan-bukan…bukan suara kentut…argh aku jadi bingung istilah yang tepatnya apa. Tapi begini ceritanya hingga aku menarik kesimpulan bahwa bokongku juga butuh privasi!!

Pada awalnya semua memang terasa menyenangkan, memilih naik busway sebagai angkutan umum menuju kantor yang jaya nan perkasa. Semua berjalan mulus sampai tepi pintu masuk busway….setelah masuk dan harus berjejalan dengan banyak bokong, bokongku mulai merasakan ketidakadilan dari ketidakperibokongan bokong-bokong lain.

Saat bokong seorang bapak memilih untuk bersandar dipunggungku yang tipis kayak pisang kipas, aku juga sudah merasakan kemuakan. Bisa-bisanya si bapak menganggapku tiang dalam busway. Sesekali aku mencoba untuk bergerak kesamping, ke kiri atau ke kanan, tapi tetap saja bokong si bapak itu mengadu nasip di punggungku!!! Bokongku pun merasa diduakan oleh punggungku. Mulai tidak terima dengan perlakuan si bokong bapak, bokongku pun mengadu pada hatiku…yah intinya itu awal mula kenapa bokongku mulai tidak sepakat dengan hatiku menaiki busway yang murah dan cepat.

Satu hari yang cerah,  dan berhasil membujuk rayu, bokongku pun akhirnya mau juga naik  busway untuk kesekian kalinya. Dalam perjalanan pagi itu semua terasa biasa-biasa saja, sampai pada suatu halte, tiba-tiba sebongkah bokong besar milik seorang ibu masuk kedalam busway dan mendaratkan bokongnya tepat pada bokong embun bantal.

ARGGGHHHHH kali ini rasanya benar-benar sangat TIDAK MENYENANGKAN!!!!! Rasanya aneh merasakan bokongku beradu dengan bokong lain. Bokongku mulai bergejolak..mencoba mengeluarkan jurusnya, berlenggak lenggok ke kanan ke kiri, tapi semua usaha sia-sia. Aku mencoba menenangkan bokongku, dan mengatakan padanya semua akan baik-baik saja. “Tidak ada yang kekurangan sedikitpun, kong…”bujukku. Meski demikian bokongku tetap ngambek dan merasa dilecehkan setiap harinya.

Mungkin dua pengalaman itu tidak seberapa memuakkan. Yang bikin bokongku jeeeeeles sama bokong lain adalah suatu ketika bokong tanpa nama alias anonymous mengeluarkan semerbak wangi perut. BAGOOOSSSS… ini ga hanya bokongku yang berteriak dan merasa dipencundangi tapi juga hidungku. Ya ampun….kok tega ya bokong anonymous itu melakukan perbuatan terkutuk dalam suatu ruangan tertutup dan didalamnya penuh bokong-bokong yang mencoba bertenggang rasa untuk hidup bersama sementara waktu…kalau dalam Harry Potter adalah 3 kesalahan yang tidak termaafkan!

4 comments:

  1. Bwhahahahahahahahahahahahaaaa orang gilaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Jadi inget pas kmrn balik sama nana n elaine, u know what, my butt juga unjuk rasa hahahaha. Nggilani ancene tp jgn dirasain mi. Told your butt to be more patience (bokong ami in reading: don't be too hard on my emotion). Sumpah geser2 kek dikit, jangan gesek2, hahahah menyebalkannn. Rasa pengen treak kiss my eshhhh.

    ReplyDelete
  2. hahahahha.....i like this articlee!!! lu gila kali yaaaa????
    hihihi....tunggu deh aku kesana, nanti kita liat apakah bokongku juga bakalan protes...

    ReplyDelete
  3. hidup bokong!!! tetap semangat meraih masa depan cerah!!!

    ReplyDelete
  4. jup, serius lo kesini?? gw tunggu deh...

    ReplyDelete